Basis Gerakan

Keluarga, diambil sebagai tema sentral perjuangan Muslimat Hidayatullah (Mushida). Dari keluarga inilah dimulai pembangunan masyarakat. Peran muslimat sebagai istri dan ibu, pembentuk keluarga dan pendidik generasi penerus, merupakan investasi berharga yang akan menentukan nasib dan masa depan bangsa. Itu sebabnya mengapa perjuangan Mushida difokuskan ke arah ini.

Kesejahteraan keluarga, tidak hanya diukur secara fisik semata, tetapi juga diukur secara mental keruhanian. Maka pemberdayaan keluarga yang menjadi focus perhatian Mushida tidaklah semata meningkatkan kualitas keluarga secara fisik dan materi saja, tetapi juga peningkatan di bidang spiritual, akhlak, pengetahuan dan amal.

Dalam memerankan tugas sebagai istri dan ibu, maka para muslimat memegang peran utama dalam proses pemberdayaan keluarga ini. Mau tidak mau, orang pertama yang harus ditingkatkan kemampuannya dalam membina keluarga adalah dirinya sendiri. Karena pada akhirnya kualitas sebuah keluarga akan sangat tergantung dari kualitas ibu sebagai pengelolanya.

Maka dalam penjabaran program-programnya nanti, akan nampak besarnya kepedulian Mushida terhadap upaya-upaya peningkatan kualitas kehidupan keluarga melalui program unggulan parentingnya. Selain ditujukan untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam membina keluarga, juga meningkatkan kekompakan antara ibu dan ayah sebagai penanggung jawab utama dan pemimpin keluarga, dalam mengantarkan keluarganya menuju surga.