PW Mushida Jateng Gelar Tarhib Ramadhan

03 Maret 2025

Oleh : Arsyis Musyahadah

mushida
PW Mushida Jateng Gelar Tarhib Ramadhan

(Salatiga, mushida.org) – Ramadhan selalu membawa nuansa istimewa. Bagi umat Islam, bulan ini bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan emas untuk memperdalam spiritualitas, memperbaiki diri, dan memperkuat kebersamaan.

Menyongsong bulan penuh berkah ini, Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Tengah menggelar Tarhib Ramadhan sekaligus rapat pleno pada 27-28 Februari 2025 di Kampus Hidayatullah Salatiga. Acara ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah serta Kepala KB TK Ya Bunayya se-Jawa Tengah.

Dalam suasana yang penuh semangat, Hj. Sanifah mengingatkan pentingnya mengisi Ramadhan dengan aktivitas yang bernilai ibadah. Menurutnya, Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga saat yang tepat untuk refleksi diri dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial.

“Mengisi bulan Ramadhan dengan mengikuti kajian akan memperkaya tsaqofah Islamiyah. Membaca Alqur’an beserta tafsirnya, bersedekah, dan memperbanyak amal kebajikan adalah langkah nyata menuju derajat taqwa,” ujarnya.

Mengokohkan Peran Muslimat dalam Membangun Peradaban

Bukan hanya persiapan spiritual, agenda ini juga menjadi momentum bagi Mushida Jateng untuk memperkuat struktur kepengurusan. Ketua PW Mushida Jateng, Tri Wahyu, menekankan bahwa peran Muslimat Hidayatullah bukanlah hal yang ringan.

Sebagai individu, istri, dan ibu, Muslimat memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Selain itu, sebagai mitra dalam amal usaha dan anggota organisasi, peran Muslimat menjadi faktor utama dalam membangun keluarga Qur’ani yang menjadi fondasi utama peradaban Islam.

“Keluarga adalah kunci utama peradaban. Dari keluarga yang kuat, akan lahir individu-individu yang berkontribusi bagi masyarakat. Oleh karena itu, membangun keluarga berbasis nilai-nilai Islam bukan hanya menjadi tanggung jawab pribadi, tetapi juga bagian dari misi dakwah yang lebih luas,” jelasnya.

Tri Konsolidasi: Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan

Selain pembekalan spiritual dan penguatan organisasi, Muslimat Hidayatullah juga menegaskan pentingnya Tri Konsolidasi, yaitu:

1.Konsolidasi Jatidiri – Menanamkan semangat perjuangan (ruhul jihad) agar setiap anggota memiliki komitmen kuat terhadap organisasi dan misinya.

2. Konsolidasi Organisasi – Membangun soliditas dalam tubuh organisasi, memastikan bahwa setiap program Hidayatullah selaras dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

3. Konsolidasi Wawasan – Membekali anggota dengan tsaqofah Islamiyah yang kokoh, membentuk pola pikir dan gaya hidup yang sesuai dengan manhaj Islam, serta menjaga diri dari pengaruh nilai-nilai luar yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Melalui acara ini, Muslimat Hidayatullah berharap dapat terus bergerak maju dan berperan aktif dalam dakwah, pendidikan, serta sosial.

“Mari optimalkan Ramadhan ini sebagai momentum refleksi dan transformasi. Dengan memperkuat spiritualitas individu serta mengokohkan organisasi, kita bisa menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Tri Wahyu.

Dengan semangat yang baru, Muslimat Hidayatullah Jateng siap menyambut Ramadhan dengan penuh kesiapan, menjadikannya sebagai bulan penuh makna, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, masyarakat, dan umat Islam secara luas.

*/Tri Wahyu P.