Ibu Cerdas, Keluarga Sukses

This item was filled under [ Berita ]

Kecerdasan yang harus dimiliki ibu tidak lagi sekedar kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga kecerdasan emosional (EQ) serta kecerdasan spiritual (SQ) yang ternyata berperan lebih besar dalam menentukan kesuksesan.

Kesuksesan sebuah keluarga, akan sangat tergantung pada tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh ibu. Karena di tangan ibulah diletakkan sebagian besar penentu nasib anggota keluarga lain, seperti ayah dan anak-anak.

Dari sisi mental dan spiritual, ibu memiliki pengaruh teramat besar kepada anggota keluarga lain. Sebagai istri, perannya akan sangat menentukan kelancaran karir suami. Apakah suami bisa tenang dan bersemangat dalam pekerjaannya, akan sangat ditentukan ada atau tidaknya dukungan moral dari istri. Sebagai ibu, pendidik bagi anak-anaknya, maka kesuksesan dan masa depan anak bahkan tergantung dari kepandaian ibu merajutnya. Itu sebabnya, seorang ibu mutlak harus cerdas. Cerdas spiritual, emosional dan intelektual.

Cerdas spiritual, adalah kecerdasan yang harus dimiliki ibu, berkaitan dengan upaya mengoptimalkan spiritual quotient (SQ) dalam keluarga. Karena hanya rumah yang diwarnai oleh nuansa spiritual quotient yang tinggi-lah yang mampu melahirkan individu-individu yang berakhlak mulia.

Dari rumah lah harus dibangun kedekatan dan ma’rifat kepada Sang Maha Pencipta. Dan dari sana pulalah jiwa religius seseorang mulai terbangun. Pembiasaan beribadah, ajaran akhlak serta penanaman aqidah keimanan tentang makna hidup yang sebenarnya. Bukan sekedar pembelajaran agama secara hafalan dan teori, melainkan melalui teladan dan praktek kehidupan sehari-hari.

Hal penting berikutnya adalah bagaimana ibu membangun kecerdasan emosional dirinya sendiri. Secara umum, kecerdasan emosi dipahami sebagai kemampuan seseorang mengendalikan emosinya serta memahami emosi orang lain, sehingga dengan kemampuan tersebut ia bisa mengambil kebijakan yang tepat dan menguntungkan bagi semua pihak.

Orang yang memiliki kecerdasan emosi tinggi relative cepat disukai karena ia pandai membawa diri, memahami dan menghargai perasaan orang, serta memberi pengaruh kuat kepada lingkungannya. Kemampuannya berkomunikasi membuatnya lebih mudah mengekspresikan keinginannya terhadap orang lain. Mudah dipahami, jika mereka yang memiliki kepribadian seperti ini akan lebih mudah sukses dalam kehidupan, karena memang ketrampilan-ketrampilan seperti itulah yang lebih banyak menentukan keberhasilan dalam pemecahan masalah.

Sementara, pembentukan kecerdasan emosional pada diri seseorang justru terjadi di masa kanak-kanak, dimana otak anak sedang mengalami pertumbuhan pesat, hingga mencapai 80 % dari pertumbuhan optimalnya. Tentu saja, sebagian besar pembentukan kecerdasan emosi itu akan terjadi di dalam rumah, dengan ibu sebagai pemegang peran kunci utamanya. Mudah dipahami bahwa tingkat kecerdasan emosi anak akan sangat tergantung oleh kualitas kecerdasan emosi ibunya.

Sementara itu berbagai konflik dan permasalahan antar anggota keluarga akan mudah dicari penyelesaiannya jika ibu memiliki kecerdasan emosional. Hubungan dengan tetangga semakin terjaga, dan keluarga bisa berperan lebih bermanfaat bagi lingkungan rumahnya.

Terakhir adalah kecerdasan intelektual, yang bisa diperoleh walau tanpa harus menempuh pendidikan tinggi melalui jalur sekolah formal. Kunci penting untuk meningkatkannya adalah dengan terus menerus belajar. Bukankah belajar tidak harus ditempuh melalui jalur pendidikan formal ?

Ibu bisa menambah ilmu dengan rajin membaca majalah, buku atau bulletin. Ilmu memasak, dekorasi rumah, menjahit hingga pendidikan anak bisa didapatkan di sana. Atau dengan mengikuti seminar, kursus dan berbagai pelatihan. Internet pun bisa menjadi alternative lahan belajar yang luas, mudah dan murah. Bahkan kebiasaan arisan dan ngerumpi dengan tetangga bisa sangat bermanfaat jika diisi kajian-kajian keilmuan.

Ibu tidak mencari titel, tetapi mencari ilmu dan mengasah otak. Dan untuk itu, tidak boleh ada kata lelah untuk berhenti. Walaupun tak ada sekolah untuk menjadi orangtua yang cerdas, seorang ibu tak boleh mengelola keluarga mengandalkan naluri dan pengalaman semata, tetapi harus didasari dengan ilmu. Maka, keberadaan perpustakaan mini bagi ibu di rumah, menjadi sangat prioritas bagi ibu cerdas Indonesia.

Seminar Pendidikan Akbar di Kebumen

This item was filled under [ Kegiatan ]

Acara akbar tahunan kembali digelar oleh TK Yaa Bunayya yang berada di bawah koordinasi Muslimat Hidayatullah. Bekerjasama dengan SD Integral Al Madina Hidayatullah Kebumen, melaksanakan kegiatan Seminar Pendidikan bertema ‘Sukses Mendidik Anak di Era Global’, bertempat di Gedung Setda Kebumen, pada tanggal 25 April 2010. Continue reading…

Batam Semarak dengan Seminar Pendidikan

This item was filled under [ Kegiatan ]

Kampus Batam yang menyediakan layanan pendidikan mulai dari Kelompok Bermain, TK hingga SMA, senantiasa ramai dan semarak jika mengadakan kegiatan kajian dan seminar bertema pendidikan. Kali ini seminar pendidikan digelar kembali oleh PW Riau Kepulauan, dengan tema MENDIDIK ANAK MENJADI JUARA. Diselenggarakan pada tanggal 27 februari 2010, dihadiri oleh tak kurang dari 350 peserta. Continue reading…

Jogjakarta Mengkader

This item was filled under [ Kegiatan ]

Jogjakarta Mengkader

Giliran PW Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) menggelar marhalah Wustha, kali ini diisi oleh Ibu Dra. Reni Susilowati, M Pd I, dan Ibu Ir. Emi Pitoyanti, keduanya dari Pengurus Pusat Mushida, Jakarta. Kegiatan berlangsung di  Jogjakarta, pada tanggal 26-29 Februari 2010. Di tengah sejuknya udara yang menambah akrab dan meriahnya suasana, sejumlah 46 peserta mengikuti kegiatan pengkaderan ini. Para peserta tersebut berasal dari Kebumen, Cilacap, Sragen dan daerah-daerah lain yang berada di bawah koordinasi PW DIY.

Jakarta Mulai Trend Baru

This item was filled under [ Kegiatan ]

PD Jakarta Timur membuat terobosan baru dengan mengadakan training parenting yang kini mulai nampak menjadi trend kebutuhan para professional muda, khususnya di kota-kota besar. Kegiatan dikemas dalam bentuk ‘Training Be A Smart Moslem & Parenting Workshop’, dilaksanakan pada tanggal 9 – 10 Januari 2010 di Aula Masjid Baitul Karim, kompleks perkantoran DPP Hidayatullah yang berlokasi di Cipinang Cempedak, Jakarta Timur.

Kegiatan dakwah bernuansa perenting ini diisi oleh Ibu Emi Pitoyanti, Ibu Sarah Zakiyah dan Ibu Irawati Istadi. Peserta tidak saja dating dari wilayah Jakarta saja, tetapi bahkan ada yang berasal dari Ciputat hingga Karawang.

Sunatan Massal di Ambon

This item was filled under [ Kegiatan ]

Bakti Sosial digelar di perkantoran sekretariat Hidayatullah Ambon oleh Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Maluku bekerjasama dengan DPW Hidayatullah Maluku, beserta Poltekes setempat. Bakti Sosial berupa sunatan massal ini diikuti sekitar 60 anak, dilaksanakan pada tanggal 8 November 2009. Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk ketiga kalinya ini dirangkai juga selama dua hari berikutnya dengan kegiatan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan. Masyarakat dengan antusias berdatangan menuju lokasi, karena tak hendak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

Semarak Kegiatan dari Ujung Timur Indonesia

This item was filled under [ Kegiatan ]

Wilayah Papua, selama ini termasuk daerah yang tergolong sulit dijangkau oleh kunjungan langsung pengurus pusat, kali ini mendapat penghormatan khusus dengan kehadiran Ibu Ketua Umum Mushida, Dra. Sabriati Abd Aziz, M PdI, yang didampingi Ibu dra. Reni Susilowati, M PdI sebagai Kabid Dakwah,Pembinaan dan Pengkaderan PP Mushida. Kehadiran para tokoh Mushida ini adalah dalam rangka mengisi kegiatan berupa Training Aqidah sekaligus Marhalah Wustha, yang dilaksanakan pada Juli 2009. Continue reading…

Marhalah Wustho dan Marhalah Uula PW Jawa Tengah

This item was filled under [ Kegiatan ]

Pengkaderan anggota dilaksanakan oleh Pengurus Wilayah (PW) Jawa Tengah, dalam bentuk kegiatan Marhalah Uula sebagai pengkaderan tahap awal. Dilaksanakan di Semarang , tanggal 19- 22 Februari 2009.Kelas ini diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di bawah koordinasi PW Jawa Tengah. Ibu Nur Iryani dari Pengurus Pusat Mushida, Jakarta, berperan sebagai instruktur, bersama dengan Ust. Sholeh Hasyim dari Dewan Syura Hidayatullah. Continue reading…

Rapat Pleno Pengurus Pusat Mushida

This item was filled under [ Kegiatan ]

Untuk pertama kalinya, kegiatan Rapat Pleno Pengurus Pusat Mushida ini dilaksanakan. Hal ini dikarenakan bahwa untuk pertama kalinya pula, struktur kepengurusan PP Mushida memiliki personal pengurus yang tinggal di luar Jakarta, sehingga tidak seluruh pengurus pusat bisa aktif mengikuti rapat-rapat rutin.
Continue reading…

Rakernas 2006 di Makassar

This item was filled under [ Kegiatan ]

Terhitung sejak terpilihnya kepengurusan baru DPP Hidayatullah periode 2005 – 2010, Hidayatullah memasuki sebuah babak baru dalam perjalanan perjuangannya. Pengurus baru DPP Hidayatullah yang dipimpin Dr Abdul Mannan menetapkan berbagai strategi dan arah kebijakan baru yang harus sesegera mungkin diikuti gerakannya oleh Muslimat Hidayatullah sebagai ortomnya.
Continue reading…