Matangkan Panduan Keluarga Qur’ani, MP Mushida Adakan Curah Gagasan Bersama Komite Pakar

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah menggelar kegiatan Silaturahim dan Curah Gagasan bersama Komite Pakar Keluarga, Dr. Ida S. Widayanti, M.Si., Psikolog, di Kantor Muslimat Hidayatullah, Jl. Cipinang Cempedak No. 14, Jakarta Timur, Senin (30/6). Kegiatan ini bertujuan menggali masukan akademik dan praktis sebagai bahan penyusunan Panduan Keluarga Qur’ani Aplikatif yang menjadi salah satu program prioritas Majelis Penasihat Mushida.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Diskusi yang interaktif menjadi ruang bertukar gagasan antara MP Mushida dan Komite Pakar dalam merumuskan konsep panduan keluarga yang mudah diterapkan oleh kader maupun masyarakat luas.
Dalam paparannya, Dr. Ida S. Widayanti menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman utama dalam membangun kehidupan keluarga.
“Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya keluarga, adalah hal yang sangat penting. Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bagaimana hubungan manusia dengan Allah sebagai Pencipta dan manusia sebagai makhluk yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk (ahsani taqwim). Manusia memiliki panduan, yaitu Al-Qur’an. Jika panduan itu diikuti, manusia akan selamat. Ibarat sebuah mesin, pembuatnya menyediakan manual book sebagai petunjuk penggunaan. Demikian pula dalam kehidupan keluarga,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa orientasi kepada Allah menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga yang kokoh.
“Allah oriented sangat mutlak dalam membangun keluarga. Banyak perselisihan dan kerusakan terjadi karena manusia terlalu berorientasi kepada manusia. Begitu pula dalam hubungan antara orang tua dan anak maupun suami dan istri. Jika seluruh anggota keluarga terhubung kepada Allah SWT, insya Allah keluarga akan tenang, damai, dan berjalan sesuai fitrahnya,” tegas Dr. Ida.
Sementara itu, Ketua Majelis Penasihat Mushida, Dr. Sabriati Aziz, M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan panduan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan visi Muslimat Hidayatullah, yaitu membangun keluarga Qur’ani.
“Upaya kami adalah mewujudkan visi Muslimat Hidayatullah, yaitu Membangun Keluarga Qur’ani, melalui penyusunan Panduan Keluarga Qur’ani Aplikatif. Harapannya, kader, anggota Hidayatullah, bahkan masyarakat umum memiliki panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dr. Sabriati juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran yang diberikan oleh Komite Pakar.
“MP Mushida sangat menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan dan mengapresiasi kesediaan Dr. Ida S. Widayanti untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam penyusunan panduan ini,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi melalui pertemuan-pertemuan berikutnya guna mematangkan penyusunan Panduan Keluarga Qur’ani Aplikatif. Diharapkan panduan tersebut dapat menjadi rujukan praktis dalam membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an serta mendukung terwujudnya keluarga Qur’ani di lingkungan Hidayatullah maupun masyarakat Indonesia secara luas.
- person
- Penulis: Emy Pitoyanti

Saat ini belum ada komentar