Mushida Maluku Utara Tanamkan Semangat Berhijab Kepada Ratusan Siswi SMPN 3 Ternate

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ternate — Ada yang berbeda di SMP Negeri 3 Kota Ternate. Sebanyak 150 siswi mengikuti kegiatan Hari Solidaritas Jilbab Sedunia yang digelar oleh Muslimat Hidayatullah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswi untuk belajar, berbagi, dan mengenal lebih dekat makna hijab dalam kehidupan seorang muslimah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah Mushida Maluku Utara dan Pengurus Daerah Mushida Kota Ternate. Kehadiran para pengurus bersama para siswi membuat kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Acara dipandu oleh Ustadzah Salbiah, S.Si. sebagai MC. Para siswi kemudian diajak mengikuti dua sesi materi yang dekat dengan kehidupan mereka sebagai remaja putri.
Materi pertama bertajuk “Hijabmu adalah Kehormatanmu” yang disampaikan oleh Ustadzah Sakinah Sudin, M.Kom. Melalui materi ini, para siswi diajak memahami makna hijab, jilbab, dan khimar.
“Hijab bukan hanya tentang selembar kain yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana seorang perempuan menghargai, menjaga, dan menempatkan dirinya sebagai seorang Muslimah, di samping kesadaran tentang wujud ketaatan kepada Rabbnya,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi “Resilient Muslimah” dalam sesi keputrian yang disampaikan oleh Ustadzah Mariyatul Qibtiyah, M.Pd. Para siswi diajak mengenali pentingnya menjadi perempuan yang kuat dan tangguh, mampu menghadapi berbagai tantangan, serta tetap memiliki pegangan nilai-nilai Islam dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari.
Selain mendapatkan pembekalan, para siswi juga menerima jilbab sebagai bagian dari semangat solidaritas dalam kegiatan tersebut.
Bagi sebagian peserta, pemberian jilbab tersebut bukan sekadar menerima sebuah pemberian. Ada pesan dan pelajaran yang ikut dibawa pulang.
Hal itu dirasakan oleh Balqis Kayla, siswi kelas VIII, SMP Negeri 3 Kota Ternate. Ia mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih atas jilbab yang diberikan kepada saya tadi. Saya sangat suka. Dari pelajaran-pelajaran tentang hijab tadi, saya mengambil pelajaran tersebut untuk ke depannya lebih bisa menjaga aurat saya sebagai perempuan. Sekali lagi saya sangat berterima kasih,” sebutnya.
Ungkapan Balqis menjadi salah satu gambaran bahwa edukasi tentang hijab dapat menjadi pintu masuk untuk menghadirkan kesadaran yang lebih dekat dengan kehidupan remaja putri.
Melalui kegiatan Hari Solidaritas Jilbab Sedunia ini, Mushida Kota Ternate berharap semangat menjaga aurat tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Lebih dari itu, para siswi diharapkan dapat membawa pulang pemahaman, keberanian, dan semangat untuk terus bertumbuh menjadi muslimah yang percaya diri, tangguh, dan menjaga kehormatan dirinya.
Karena sebuah jilbab mungkin hanya terlihat sebagai sehelai kain, tetapi di baliknya ada nilai, pilihan, dan do’a agar setiap muslimah tumbuh dengan kehormatan dan ketaatan.
- person
- Penulis: Lellyanarf

Saat ini belum ada komentar