light_mode
light_mode

Halaqoh Tarbiyah Mancanegara: Psikologi dan Ketangguhan Wanita Palestina

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wanita tangguh ialah wanita pejuang yang memiliki kepribadian yang kuat, yang sholihah dan menjaga kesuciannya. Tak mudah menjadi wanita yang tangguh. Namun hal itu bisa diusahakan jika seorang muslimah mau serta mampu meneladani figur wanita tangguh sebagaimana yang dikisahkan dalam firman Allah Ta’ala.

Halaqoh Tarbiyah Mancanegara (HATIMA) bekerja sama dengan Departemen Keputrian PP Muslimat Hidayatullah menghadirkan webinar bertema, “Psikologi dan Ketangguhan Wanita Palestina” pada Jum’at, 19 November 2021. Kegiatan virtual ini diikuti oleh sekitar 200 partisipan, terdiri dari beberapa daerah mengadakan nobar (nonton bareng), dengan jumlah lebih dari 3500 kader keputrian di tanah air dan mancanegara.

Ibu Santi Soekanto yang menjadi pemateri pada kegiatan tersebut mengabarkan tentang keberadaannya di salah satu masjid bersejarah yaitu Masjid Mihrimah Sultan Camii. Masjid tersebut dibagun sekitar 100 tahun setelah penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih.

Sebagai informasi, Masjid Mihrimah Sultan Camii adalah Masjid Ottoman abad ke-16 yang terletak di Istanbul, Turki. Nama tersebut diambil dari nama putri Sultan Sulaiman Al-Qanuni, seorang gadis yang dibesarkan di istana.

Mihrimah Sultan Camii ialah satu nama untuk dua masjid. Masjid Mihrimah pertama terletak di Uskudar, sebuah daerah di Istanbul bagian Asia. Letaknya persis menghadap selat Bosphorus. Sedangkan Masjid Mihrimah kedua terletak di Edirne, di salah satu bukit tertinggi yang ada di daratan kota Istanbul. Masjid ini merupakan karya seorang arsitek kerajaan, Mimar Sinan.

Saat ini, Turki sedang mengalami akhir musim gugur dan awal musim dingin. Meski harus bertahan pada suhu 11° celcius, namun tak melunturkan semangat Ibu Santi dalam menyampaikan materi kepada kader keputrian di tanah air dan mancanegara.

Mengaku bersyukur bisa bertatap maya dengan seluruh kader keputrian, beliau menayangkan sebuah video yang merekam peristiwa yang terjadi pada bulan Ramadhan lalu. Dalam video tersebut, umat muslim sedang beribadah di Masjidil Aqsha, namun diserang oleh tentara Zionis Yahudi dengan tembakan granat yang mampu melumpuhkan sekujur tubuh.

Video berikutnya menampilkan tentang rekaman terjadinya beberapa penyerangan terhadap Masjidil Aqsha yang menunjukkan ketangguhan dan keberanian kaum wanita yang dijajah oleh Zionis Yahudi.

Sesuai dengan tema, “Psikologi dan Ketangguhan Wanita Palestina.” Menurut terminologi, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pikiran dan perilaku manusia.

Allah berfirman,

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

“Keberanian tidak bisa terlepas dari rasa takut. Keberanian adalah sesuatu yang dimiliki oleh hamba Allah ketika berhasil taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika ketaatan hilang, maka keberanian pun hilang. Dan muncullah rasa takut,” ungkap Direktur ISA (Institut Al-Aqsa untuk Riset Perdamaian). 

Menurutnya, wanita tangguh bukan hanya wanita Palestina. Dunia ini penuh dengan wanita pemberani. Muslimah yang tangguh dan pemberani yang dapat dijadikan teladan adalah Maryam.

Maryam berada di bawah kepengasuhan sang paman, Nabi Zakaria. Nabi Zakaria merawat Maryam di Baitul Maqdis. Dia menghabiskan waktu untuk berdzikir beribadah kepada Allah SWT. Ia sangat menjaga kesuciannya.

“Pada suatu hari, Maryam terkejut saat tengah bertasbih. Dia melihat seorang pria berdiri di hadapannya. Pria itu ternyata Malaikat Jibril yang mengabarkan bahwa Maryam akan memiliki seorang anak laki-laki,” tutur relawan Palestina ini dalam mengisahkan Maryam.

Kisah ini diabadikan dalam surah Maryam ayat 16-21.

Dia (Jibril) berkata, ” Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” Dia (Maryam) berkata,” Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!” Dia (Jibril) berkata, ” Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ” Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.” Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

“Ketika rasa sakit ingin melahirkan itu datang, Maryam berpegang kepada batang pohon kurma. Pohon kurma yang tadinya tinggal batangnya saja, kemudian Allah menumbuhkan daun dan buah ruthoban janiyya yaitu kurma masak yang bisa langsung dimakan,” lanjutnya.

 Allah menghadiahkan kurma dan sariyya (air sungai yang mengalir) di tengah-tengah keputusasaan Maryam.

Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata,” Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (QS. Maryam: 23-25).

Allah mengembalikan kekuatan Maryam untuk bisa menggendong anaknya Isa dan kembali kepada keluarganya.

“Kisah Maryam adalah sosok wanita pemberani. Dunia ini penuh dengan wanita pemberani. Perempuan tangguh ada di mana-mana. Rahasia keberanian dari seorang hamba Allah adalah ketaatan pada Tuhan dan Rasul-Nya dan menjaga agar tidak terjadi perselisihan antar sesama muslim,”

Tak hanya itu, Ibu Santi menceritakan pengalamannya ketika berada di Gaza. Ia bertemu kaum muslimah yang bertahan dan berjuang dalam menghadapi kekejaman kaum Zionis. Padahal mereka bisa saja datang ke kantor PBB agar bisa pindah ke negara lain. Selama 24 jam langit Gaza dipenuhi drone yang memonitor aktivitas mereka dan sewaktu-waktu bisa menjatuhkan bom.

“Yang membuat saya terkejut, meski mereka dikepung oleh kaum Zionis. Penindasan dan penembakan terjadi di mana-mana. Namun mereka tetap melaksanakan pernikahan. Saya tidak menyangka jika mereka yang diliputi rasa ketakutan itu tetep menikahkankan putra puti mereka,” ujar wartawati ini kepada salah seorang Muslimah Gaza.

Akhirnya setelah hal itu ditanyakan, salah seorang muslimah menjawab “Karena kami berada dalam situasi yang sewaktu-waktu bisa dibunuh, justru itulah kami harus menikah dan memiliki keturunan. Keturunan kami yang esok akan menjadi generasi dan meneruskan perjuangan membebaskan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis.”

Sebelum mengakhiri penyampainnya, wartawati ini menyampaikan pesan kepada seluruh kader keputrian agar senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, menjauhi perselisihan, mengkonsumsi makanan yang sehat, memperbanyak belajar sirah dan berolahraga denganberjalan kaki 5000 langkah.

“Apa yang disampaikan pemateri dapat mengisi amunisi dan menambah semangat untuk tetap berada di jalan dakwah. Semoga seluruh kader keputrian yang hadir bisa mengambil ibrah dari kisah Maryam dan wanita tangguh Palestina agar bisa istiqomah, tidak mudah putus asa dalam menjalankan amanah sebagai kader untuk meneruskan perjuangan Islam,” terang Mutiah Najwati, Ketua Departemen Keputrian PP Muslimat Hidayatullah dalam menyampaikan harapannya atas terselenggaranya acara ini.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Tegaskan Peran Sentral dalam Keluarga dan Masyarakat

    Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Tegaskan Peran Sentral dalam Keluarga dan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    SEMARANG — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah resmi dibuka pada 16 Mei 2026/28 Dzulqaidah 1447 H di Kota Semarang dengan mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menguatkan sinergi dan konsolidasi organisasi. Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, […]

  • Bahaya Fitnah dan Kewajiban untuk Menghindarinya

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Di sebuah perkampungan kecil yang dipenuhi dengan kedamaian, tinggallah keluarga bahagia di sana meski hidup sederhana dan pas pasan. Namun, kedamaian itu hancur ketika kampung itu diguncang oleh fitnah keji yang menghantam keluarga itu. Tanpa bukti yang kuat, mulut busuk penyebar fitnah telah menghancurkan reputasi dan kehormatan sang kepala keluarga. Dia menjadi terisolasi, diselimuti oleh […]

  • Momen Ramadhan, Mushida Sleman Gelar Tabligh Akbar dan Baksos

    Momen Ramadhan, Mushida Sleman Gelar Tabligh Akbar dan Baksos

    • calendar_month Minggu, 19 Mei 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (MUSHIDA) Sleman menggelar dua acara sekaligus, yakni tabligh akbar yang dirangkai dengan bakti sosial dan acara berkisah bersama Kak Wuntat pada pada hari Ahad, 19 Mei 2019. Bertempat di Area Majid Al Ikhlas, Gatep, Purwobinangun, Pakem Sleman DIY, tabligh akbar dihadiri oleh 350-an jamaah yang terdiri dari Bapak-bapak dan ibu-ibu warga […]

  • Profil TKIT Yaa Bunayya Hidayatullah Pare-pare

    Profil TKIT Yaa Bunayya Hidayatullah Pare-pare

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Nama Sekolah : TKIT Yaa Bunayya Alamat : Jl. Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah Kel. Bumi Harapan Kec. Baciki Barat, Kota Pare-pare Visi : TERWUJUDNYA GENERASI QUR’ANI YANG BERAKHLAK MULIA, SEHAT, CERDAS, KREATIF, MANDIRI DAN BERBUDAYA Misi :

  • Ganjaran Memelihara dan Mendidik Anak Perempuan

    Ganjaran Memelihara dan Mendidik Anak Perempuan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Kehadiran anak dalam rumah tangga muslim merupakan nikmat yang besar dari Allah Ta’ala. Namun, sebagian orang ada yang lebih mendambakan kehadiran anak laki-laki daripada anak perempuan. Anak laki-laki dianggap lebih mulia daripada anak perempuan. Mereka bangga dan bergembira tatakala dikaruniai anak laki-laki. Sebaliknya, bagi sebagian orang kehadiran anak perempuan merupakan aib dan dianggap […]

  • Sejarah Menakjubkan Nabi Dzulkarnain dan Kaitannya dengan Tembok China

    Sejarah Menakjubkan Nabi Dzulkarnain dan Kaitannya dengan Tembok China

    • calendar_month Sabtu, 3 Sep 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Arviati Rohana* MUKJIZAT adalah kehendak Allah Ta’ala yang diberikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Salah satu diantara hamba Allah yang mendapatkan anugerah spesial untuk orang-orang shaleh tersebut adalah Nabi Dzulkarnain. Namun, diantara kita masih banyak yang mungkin belum mengenal figur Dzulkarnain dengan berbagai keutamaannya sebagai manusia shaleh dan terkenal kecintaannya kepada Allah Ta’ala itu. Berikut […]

expand_less