light_mode
light_mode

Bukan karena Nila Setitik Lantas Rusak Susu Sebelanga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WAKTU masih sekolah dulu pasti pernah belajar pribahasa yang berbunyi, “Karena nila setitik rusak susu sebelanga”, yang artinya karena satu kesalahan maka seluruh kebaikan akan rusak karena kesalahan itu.
Bagi sebagian orang yang merenungi peribahasa tersebut, pasti akan mengatakan, apa sebegitu jahat hidup ini sehingga ketika kita salah sedikit saja, kebaikan-kebaikan kita akan hilang karena kesalahan kita? 
Banyak diantara kita mungkin yang menerima peribahasa ini, dan menjadikan sandaran dalam berinteraksi dengan sesama.
Saat ada teman, saudara, tetangga atau bahkan pasangan hidup kita yang berbuat kesalahan, kita akan ingat-ingat terus kesalahan dan melupakan kebaikan yang pernah dilakukannya. 
Atau kita benar-benar akan melupakan kebaikan orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita, karena satu kesalahan yang dilakukannya. Bisa jadi juga kita menilai diri kita tidak layak lagi mendapat kemuliaan, karena dosa yang pernah kita lakukan. Itu kalau merujuk pada peribahasa di atas.
Bersyukurlah kita hidup dalam naungan islam dan sunnah Rasulullah. Kala itu Rasulullah pernah menasihati dua orang sahabatnya yaitu Abu Dzar Al Ghifari dan Muadz bin Jabbal, yang nasihat itu lebih layak kita jadikan sandaran sampai akhir zaman dari peribahasa terdahulu.
Hadis yang membuat kita tetap optimis, bahwa kita masih memungkinkan menjadi orang baik, kendati lalai dan alpa. Dan orang lain pun masih bisa terlepas dari keburukannya selama dia berbuat baik.
Dalam Arba’ain Nawawi disebutkan:
عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, 
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” 
(HR. Tirmidzi, ia mengatakan haditsnya itu hasan dalam sebagian naskah disebutkan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi, no. 1987 dan Ahmad, 5:153. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]
Allah yang Maha Penyayang sangat mengerti keadaan manusia yang diciptakannya. Manusia sangat jauh dari kesempurnaan. Manusia memiliki kekurangan, khilaf dan iman yang turun naik. “Pagiku ingat petangku alpa”, begitu kata sebuah syair nasyid. 
Allah selalu memberikan kita kesempatan berbuat baik, selama hayat dikandung badan. Selalu ada jalan untuk kita memperbaiki diri, menutup semua keburukan dengan kebaikan.
Dalam timbangan amal kita kelak, tidak ada istilah karena nila setitik rusak susu sebelanga. Yang ada adalah  “Dan barangsiapa yang berat timbangan amalnya, maka dia dalam kehidupan yang diridhoi, dan barangsiapa yang ringan timbangan amalnya maka tempatnya di neraka hawiyah” (Alqori’ah)
Hari ini Allah masih memberikan kesempatan kita untuk berbuat kebaikan yang banyak, agar keburukan kita di masa lalu dapat tergantikan dengan kebaikan. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada selagi kesempatan berbuat baik ada dalam genggaman tangan kita. Wallahu a’lam bishowab
ANIK CHAERANI/ Anggota Depertemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Muslimat Hidayatullah Minta Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021 Dicabut

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    PP Muslimat Hidayatullah menyesalkan adanya Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi. Pasalnya, Permendikbud No. 30/2021 yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kejahatan terkait kekerasan seksual justru sama sekali tidak memasukkan landasan norma agama di dalam prinsip pencegahan kekerasan seksual di pasal 3. “Pancasila dengan sila pertama […]

  • Perkuat Sistem Pendataan Organisasi, Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Pelatihan SISTAHID

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Dalam rangka memperkuat basis data dengan menggunakan sistem yang lebih baik, Departemen Organisasi Muslimat Hidayatullah bersinergi dengan Kabid Pembinaan dan Pengembangan Organisasi DPP Hidayatullah menyelenggarakan Pelatihan Sistem Pendataan Hidayatullah pada 6 Juli 2023/17 Dzulhijjah 1444 H di Gedung Pusat Dakwah DPP Hidayatullah, Cipinang, Jakarta. Pelatihan dengan tema “Melalui SISTAHID Mewujudkan Tertib Administrasi dan […]

  • Tantangan Utama Wanita Zaman Sekarang adalah Modernisasi

    Tantangan Utama Wanita Zaman Sekarang adalah Modernisasi

    • calendar_month Minggu, 2 Sep 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SELANGOR – Masalah dan tantangan utama dihadapi wanita pada hari ini adalah modenisasi. Demikian dikatakan Presiden Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Ust Abdullah Zaik Abdul Rahman dalam Ucaptama Perasmian Konwanis 2018 di Plenary Hall Putrajaya International Convention Centre (PICC) Selangor, Malaysia, Ahad (1/9/2018). “Ini secara langsung, telah memberi kesan kepada kehidupan wanita dari segi peranannya, identitinya […]

  • Sosialisasi Platform Sistahid Tegaskan Manfaat Transformasi Digital

    Sosialisasi Platform Sistahid Tegaskan Manfaat Transformasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mushida.org) – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi saat menyampaikan sosialisasi platform digital terintegrasi bernama SISTAHID pada Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah 2026. Acara tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, pada hari Rabu, 19 Syawal 1447 (8/4/2026). Nanang menjelaskan bahwa langkah […]

  • PW Papua Barat: Mushida Menjadi Wadah Bagi Kader Untuk Tumbuh dan Belajar Bersama

    PW Papua Barat: Mushida Menjadi Wadah Bagi Kader Untuk Tumbuh dan Belajar Bersama

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    mushida.org — Gelombang semangat menuju Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah turut dirasakan kuat oleh jajaran PW Mushida Papua Barat. PW Mushida Papua Barat saat ini menaungi PD Manokwari, PD Manokwari Selatan, PD Teluk Bintuni, PD Fakfak, dan PD Kaimana. Kondisi geografis Papua Barat yang luas dan menantang menjadi faktor utama yang memengaruhi ritme komunikasi […]

  • Kokohkan Jati Diri, PP Mushida Selenggarakan Webinar Pengayaan Jati Diri Kader Muslimat Hidayatullah

    Kokohkan Jati Diri, PP Mushida Selenggarakan Webinar Pengayaan Jati Diri Kader Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengayaan Jati Diri merupakan salah satu program Departemen Perkaderan PP Muslimat Hidayatullah, dengan sasaran peserta secara spesifik ialah para kader alumni Daurah Marhalah Wustha. Sebagaimana yang diketahui, Hidayatullah memiliki enam jati diri yang menjadi khittah, prinsip, identitas dan ciri khas Hidayatullah, yang menjadi rujukan dalam pola gerak, pola tarbiyah dan pola dakwah Hidayatullah selama ini. […]

expand_less