PP Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Webinar Konsolidasi Perkaderan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Bidang Perkaderan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar Rapat Koordinasi bersama Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah se-Indonesia secara daring dengan tema “Mengkader atau Punah” yang diikuti oleh 64 peserta perwakilan Muslimat Hidayatullah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Konsolidasi ini bertujuan menyatukan visi, menyamakan langkah, memperkuat sinergi, serta menyusun strategi agar program perkaderan di setiap wilayah dapat berjalan lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Hadir sebagai narasumber Ketua Bidang Perkaderan DPP Hidayatullah, Dr. Abdul Ghofar, serta Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd.
Ketua Bidang Perkaderan PP Muslimat Hidayatullah, Saryati, S.H.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkaderan merupakan fondasi utama keberlangsungan organisasi.
“Perkaderan adalah jantungnya organisasi. Kuat atau lemahnya organisasi di masa depan sangat ditentukan oleh kesungguhan kita dalam menyiapkan kader yang memiliki tauhid yang kokoh, akhlak yang mulia, kompetensi yang baik, serta semangat dakwah yang terus menyala,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan dakwah Rasulullah berawal dari pembinaan manusia melalui proses tarbiyah yang berkesinambungan.
Menurutnya, Rasulullah membangun umat dengan menanamkan aqidah dan akhlak sebelum aspek lainnya sehingga lahirlah generasi rabbani yang mampu memikul amanah dakwah.
“Perubahan umat selalu dimulai dari pembinaan manusia. Karena itu, kaderisasi adalah kunci kebangkitan peradaban Islam. Pendidikan Islam bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi membentuk aqidah, akhlak, dan karakter kepemimpinan,” tegasnya.
Pada sesi materi utama, Dr. Abdul Ghofar mengangkat tema “Estafet Perjuangan: Membangun Ekosistem Pemimpin Masa Depan Hidayatullah.” Ia menekankan bahwa kaderisasi tidak cukup hanya melahirkan individu-individu yang baik, tetapi harus membangun sistem dan ekosistem yang mampu menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru.
Menurutnya, organisasi perlu memiliki sistem yang tertata sekaligus ekosistem yang hangat, penuh kasih sayang, dan berpijak pada manhaj Sistematika Wahyu agar mampu melahirkan kader yang militan sekaligus profesional.
“Siapkan sistem yang rapi, lalu bangun ekosistem yang hangat dan penuh kasih sayang. Rawat ekosistem itu dengan manhaj Sistematika Wahyu agar lahir kader-kader yang militan dan profesional,” pesannya.
Di akhir penyampaian materi, ia mengajak seluruh peserta memperkuat komitmen perjuangan dalam membangun kader di seluruh pelosok Indonesia.
“Rapatkan barisan, luruskan niat, dan mari kita hidupkan kembali ruh Gunung Tembak di setiap jengkal bumi Nusantara,” serunya.
Melalui rapat koordinasi ini, PP Muslimat Hidayatullah berharap lahir kesamaan persepsi dan langkah strategis dalam mengembangkan sistem perkaderan di seluruh wilayah. Dengan kaderisasi yang terarah, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai Islam, Muslimat Hidayatullah diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin muslimah yang tangguh, profesional, serta siap melanjutkan estafet perjuangan dakwah menuju terwujudnya peradaban Islam.
- person

Saat ini belum ada komentar