light_mode
light_mode

Ketika DIbakar Api Cemburu Hingga ke Relung Qalbu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIKA hati dibakar cemburu, tak sedikit perbuatan buruk terjadi. Sumpah serapah tak tentu arah, cibiran tanpa bukti terucap kasar. Bahkan ‘syariat’ baru pun diadakan, demi memadamkan api cemburu yang terus berkobar.

Kenapa harus cemburu? Karena cinta yang tak ingin dibagi. Karena sayang yang berlebih hingga membutakan akal.

Karena sebab cinta, banyak hal di luar nalar terjadi. Dari sekedar berbagi password handphone, agar mudah mengecek semua pesan yang masuk ke do’i, perjanjian untuk tidak memberi like juga membalas komentar orang. Sampai perjanjian hitam di atas putih untuk tidak mendua, dijadikan prasasti, digantung di depan kamar tidur, biar selalu ingat akan janji itu.

Tak usahlah risau dengan cemburu, terutama cemburu wanita, yang kadang-kadang bikin geram. Tersebutlah kisah seorang wanita di zaman sahabat Umar-rodhiyallahu anhu-

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، أَنَّهُ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَأَنَا مَعَهُ عِنْدَ دَارِ الْقَضَاءِ يَسْأَلُهُ عَنْ رَضَاعَةِالْكَبِيرِ؟ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، فَقَالَ: إِنِّي كَانَتْ لِي وَلِيدَةٌ، وَكُنْتُ أَطَؤُهَا

Seseorang datang kepada Umar, melapor: aku punya budak wanita yang aku mengumpulinya.

فَعَمَدَتِ امْرَأَتِي إِلَيْهَا فَأَرْضَعَتْهَا، فَدَخَلْتُ عَلَيْهَا، فَقَالَتْ: دُونَكَ، فَقَدْ وَاللَّهِ أَرْضَعْتُهَا،

Suatu hari istriku sengaja menyusui budakku. Saat akan kukumpuli, istriku bilang: jangan, karena dia sudah kususui (jadi anak susumu alias mahram bagimu)

فَقَالَ عُمَرُ: «أَوْجِعْهَا، وَأْتِ جَارِيَتَكَ فَإِنَّمَا الرَّضَاعَةُ رَضَاعَةُ الصَّغِيرِ»

Umar Radhiyallaahu ‘anhu berfatwa, “Pukullah istrimu, dan silakan kumpuli budakmu. Sungguh susuan yang membikin mahram itu susuan bagi anak kecil (HR Malik).

Cemburu karena cinta, jika berlebihan abaikanlah. Jika menyalahi syariat yang Allah tetapkan, tinggalkan saja. Biar saja dia tambah marah-marah.(bukan ngajari loh yaa…)
‪#‎merajutmawaddah‬
‪#‎mendapatkansakinah‬
‪#‎menggapairahmah‬

__________
SARAH ZAKIYAH, penulis adalah pengurus PP Muslimat Hidayatullah. Tulisan di atas dikutip dari status beliau di akun resmi Facebook miliknya.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Hadiri Pembukaan Munas 6 Hidayatullah

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah menghadiri Pembukaan Munas 6 Hidayatullah. Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa (21/10/2025). Dalam sambutannya, Nasaruddin memberi refleksi mengenai makna filosofis dari nama “Hidayatullah” serta pesan moral bagi seluruh warga Hidayatullah agar mampu menjadi pembawa petunjuk bagi umat. […]

  • Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Mementingkan urusan sekaligus mencintai Baitul Maqdis adalah indikasi keimanan yang menyala dalam jiwa orang beriman. Hal itu ditegaskan oleh Santi WE. Soekanto, peneliti Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian (ISA) dalam paparannya saat Talk Show yang digelar di Balikpapan, beberapa waktu lalu. “Beriman kepada Allah berarti mementingkan, mencintai, dan memikirkan tempat-tempat yang dipentingkan, dicintai, dan dipikirkan […]

  • Konsolidasi Dapat Dilakukan Dengan Saling Menautkan Hati

    • calendar_month Sabtu, 5 Mar 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Allah berfirman Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff: 4) “Hidayatullah sebagai organisasi massa selalu tumbuh dan berkembang serta menyebar baik secara nasional maupun internasional. Hidayatullah tidak sekadar dihitung, tetapi juga diperhitungkan. “ Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi DPP […]

  • Mujahidah Bercahaya dari Nusa Tenggara Timur

    Mujahidah Bercahaya dari Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan sebutan FLOBAMORA, Flobamora  merupakan gabungan dari nama-nama pulau utama di NTT: yakni pulau Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Di bumi Flobamora yang penuh warna, tepatnya di pulau Timor di Desa Silu Kabupaten Timor Tengah Selatan lahirlah seorang mujahidah tangguh bernama Syamsiah Taneo — sosok yang dikenal bukan hanya karena kecerdasannya dalam ilmu agama, tetapi juga karena kelembutan hatinya dan keteguhan […]

  • Profil TK Al-Aqsha

    Profil TK Al-Aqsha

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Nama sekolah                  : TK Al Aqsha Alamat                               : Jl. Negara Km 144, Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang Kab. Paser Visi                                     : Cerdas Bersama Al Qur’an Misi                                    : 1.  Menanam aqidah dan karakter                                              2. Menerapkan ibadah sehari hari                                              3. Mengajarkan Al-Qur’an secara intensif menuju geberasi hifzul qur’an                                            […]

  • Terkadang Begitu Berat Berhalaqah? Mari Beriman Sejenak

    Terkadang Begitu Berat Berhalaqah? Mari Beriman Sejenak

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Sarah Zakiyah BAJU dan jilbab biru wanita itu sudah tampak kusut. Berkali-kali ia mengusap wajahnya yang berminyak, tas ransel yang memuat berbagai keperluannya sejak pagi seakan tak mampu lagi ia bawa. Kumandang azan asar telah dilewatinya dengan munajat. Kini, ia harus membawa tas itu lagi ke suatu tempat yang ia namakan dengan lingkaran surga. […]

expand_less