Mujahidah Bercahaya dari Nusa Tenggara Timur
- Mutiara Hikmah
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal dengan sebutan FLOBAMORA, Flobamora merupakan gabungan dari nama-nama pulau utama di NTT: yakni pulau Flores, Sumba, Timor, dan Alor. Di bumi Flobamora yang penuh warna, tepatnya di pulau Timor di Desa Silu Kabupaten Timor Tengah Selatan lahirlah seorang mujahidah tangguh bernama Syamsiah Taneo — sosok yang dikenal bukan hanya karena kecerdasannya dalam ilmu agama, tetapi juga karena kelembutan hatinya dan keteguhan langkahnya dalam perjuangan dakwah.
Istri dari Ust. Anwar Hadi H. Tory, S. Sy ini tidak hanya mengembang amanah sebagai seorang istri, dan sebagai ibu untuk putra putrinya, namun Ustadzah Syamsiah Taneo juga diamanahi sebagai Ketua Mushida Provinsi Nusa Tenggara Timur, periode 2020 – 2025. Beliau memikul amanah yang tidak ringan. Dalam setiap langkah, Syamsiah selalu menanamkan nilai kesabaran dan keikhlasan sebagai kunci perjuangan. Ia tak pernah mengeluh meski perjalanan dakwah di daerah yang majemuk sering kali diwarnai ujian dan tantangan. Dengan senyum yang teduh, beliau senantiasa berkata,
“Kalau niat kita karena Allah, maka lelah akan berubah menjadi lillah.”
Dalam kepemimpinannya, Syamsiah Taneo sangat menjaga ukhuwah dan kebersamaan di antara para pengurus Mushida, baik di tingkat wilayah maupun kota. Ia tidak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi sahabat dan ibu bagi semua. Setiap program, rapat, dan kegiatan dakwah selalu dibingkai dengan suasana persaudaraan. Beliau menolak keras adanya perpecahan dan mengajarkan pentingnya saling menghargai dalam perbedaan.
Keteladanan beliau bukan hanya terlihat dari tutur katanya, tetapi juga dari perbuatannya. Ketika ada pengurus yang jatuh semangat, beliau hadir memberi semangat. Ketika ada yang berselisih paham, beliau hadir sebagai penyejuk. Hatinya luas, tutur katanya lembut, dan keikhlasannya nyata.
Namun, takdir Allah tak dapat dihindari. Pada hari Sabtu, tanggal 10 Mei 2025, sang mujahidah itu berpulang ke Rahmatullah. Kabar kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Mushida dan seluruh sahabat dakwah di Nusa Tenggara Timur. Air mata jatuh bukan karena tak rela, tetapi karena kehilangan sosok yang selama ini menjadi pelita dalam perjuangan.
Kini, nama Syamsiah Taneo, S.H.I. terpatri dalam hati banyak orang sebagai mujahidah sejati — perempuan yang menunaikan amanah dengan tulus, memperjuangkan ukhuwah dengan cinta, dan meninggalkan jejak kebaikan yang tak akan pudar oleh waktu.
Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, menjadikan semua amalnya sebagai penerang di alam barzakh, dan menguatkan langkah para penerusnya untuk melanjutkan perjuangan dakwah yang telah ia mulai.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِٕكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.”(QS. Al-Bayyinah : 7)
*/Siti Djumaini Isu, S.H.I
- person


Saat ini belum ada komentar