PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Perkuat Implementasi GNH Melalui Sosialisasi Monev dan Bedah Buku 60 Jadwal Bayani

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jawa Tengah – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah menggelar rapat daring bertajuk Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi GNH serta Bedah Buku 60 Jadwal Bayani pada Sabtu, 25 Juli 2026, melalui Google Meet.
Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas Majelis Murobiyyah Wilayah (MMW), Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, serta para murobiyyah se-Jawa Tengah. Hadir di antaranya Ketua MMW Jawa Tengah, Siti Chotimah, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, Tri Wahyu Prihatin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Majelis Murobiyyah Wilayah dan Departemen Perkaderan PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah dalam menguatkan implementasi Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) dan halaqah yang telah berjalan.
Menurutnya, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai mekanisme monitoring dan evaluasi implementasi GNH yang perlu dilakukan oleh para murobiyyah. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan bedah buku 60 Jadwal Bayani sebagai bekal bagi para murobiyyah dalam menyampaikan materi kepada mutarabbi di forum halaqah.
Pada sesi materi, anggota MMW Jawa Tengah, Dra. Inni Khikmatin, menjelaskan bahwa salah satu visi besar Hidayatullah diwujudkan melalui penguatan kultur organisasi, di antaranya dengan membiasakan halaqah dan pelaksanaan GNH.
“Jika seseorang yang sudah bergabung di Hidayatullah tetapi belum mau berhalaqah dan ber-GNH, berarti ia belum memiliki frekuensi yang sama dalam mencapai visi besar lembaga Hidayatullah. Sejatinya, halaqah dan GNH merupakan salah satu kultur Hidayatullah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua MMW Jawa Tengah, Siti Chotimah, S.Pd.I., menjelaskan pentingnya fungsi monitoring dan evaluasi GNH sebagai sarana meningkatkan kualitas ruhiyah kader. Ia menegaskan bahwa monev bukan sekadar pelaporan, tetapi menjadi media muhasabah dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Monev GNH dapat dilakukan melalui forum halaqah sebagai sarana muhasabah diri dan anggota, serta melalui pelaporan kepada pendamping murobiyyah wilayah. Pelaporan hanya difokuskan pada amalan-amalan yang menjadi poin dalam GNH, sedangkan amalan lainnya tidak perlu dilaporkan. Melalui monev ini, para murobiyyah diharapkan mampu memotivasi peningkatan kualitas ruhiyah para mutarabbinya,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh anggota MMW Jawa Tengah, Sanifah, S.Pd. Besar harapan agar melalui penguatan implementasi GNH dan halaqah, kader-kader Muslimat Hidayatullah semakin memiliki ruhiyah yang kokoh, militansi dalam berdakwah, serta siap mengambil bagian dalam mewujudkan visi besar Hidayatullah, yaitu terbangunnya Peradaban Islam.
- person
- Penulis: Lilis Budiarsih

Saat ini belum ada komentar