Muslimat Hidayatullah Batam Semarakkan HSJD melalui Aksi Berbagi Pakaian Muslimah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batam — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Batam menyemarakkan Hari Solidaritas Jilbab Dunia (HSJD) melalui kegiatan berbagi jilbab dan busana Muslimah kepada masyarakat di sekitar Simpang SP Plaza, Batu Aji, Ahad, (20/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Muslimah Berhijab: Wujud Ketaatan, Pilar Kemuliaan” ini berlangsung mulai pukul 16.45 hingga 17.30 WIB. Kegiatan ini diisi dengan pembagian berbagai perlengkapan busana Muslim kepada masyarakat, meliputi: jilbab anak, jilbab dewasa, gamis, kaus kaki, sarung, baju koko, dan baju anak.
Sejak kegiatan dimulai, masyarakat tampak antusias menyambut aksi sosial yang digelar oleh PD Mushida Batam. Kehadiran para pengurus dan anggota Mushida di ruang publik tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
International Hijab Solidarity Day/Hari Solidaritas Jilbab Dunia merupakan momentum yang diperingati setiap 4 September sebagai bentuk solidaritas terhadap Muslimah yang mengenakan jilbab serta untuk menumbuhkan pemahaman dan penghormatan terhadap kebebasan menjalankan keyakinan. Dalam berbagai kegiatan Muslimat Hidayatullah, momentum tersebut juga diaktualisasikan melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pembagian jilbab kepada masyarakat.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Departemen Sosial PD Mushida Batam, Ibu Risfatul Wikaya, melaporkan bahwa seluruh perlengkapan yang dibagikan merupakan hasil sumbangan dari Anggota Mushida Batam dan bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Kepri.
Adapun bantuan yang berhasil dihimpun dan disalurkan dalam kegiatan tersebut berjumlah 200 perlengkapan yang terdiri dari: 22 jilbab anak, 46 jilbab ukuran standar, 65 jilbab ukuran besar, 30 gamis, 2 baju atasan dewasa, 20 pasang kaus kaki, 3 sarung, 2 baju koko, 10 baju anak.
“Alhamdulillah, seluruh perlengkapan yang kami bagikan pada kegiatan ini merupakan hasil sumbangan dari anggota Mushida Batam dan bekerja sama dengan BMH Perwakilan Kepri. Kami bersyukur dapat berbagi dengan masyarakat sekaligus menghadirkan manfaat melalui momentum Hari Solidaritas Jilbab Dunia,” ujar ibu Risfatul Wikaya.
Sebanyak 14 anggota Mushida Batam turut terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama mempersiapkan, membawa, dan membagikan berbagai perlengkapan kepada masyarakat yang hadir di sekitar lokasi kegiatan.
Antusiasme masyarakat terlihat ketika mereka menerima jilbab dan perlengkapan busana Muslim. Tidak hanya memberikan bantuan secara material, kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara pengurus Mushida dan masyarakat.
Jilbab sebagai Wujud Ketaatan dan Kemuliaan
Ketua PD Mushida Batam, Ustadzah Kartini, S.Pd., turut hadir dalam kegiatan tersebut, dan hadir pula Ketua PW Mushida Kepulauan Riau, Ustadzah Normaningsih Mirasari, S.H.I, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Ketua PW Mushida Kepri menyampaikan bahwa momentum Hari Solidaritas Jilbab Dunia hendaknya menjadi pengingat tentang janji ketaatan kepada Allah SWT. Menurutnya, berhijab tidak harus menunggu menjadi wanita paling sholihah. Justru dengan berhijab, kita sedang berproses dan belajar untuk menjadi lebih sholihah setiap harinya.
“Ketika seorang Muslimah mengulurkan jilbabnya, sejatinya ia sedang berkata kepada dunia: Saya adalah hamba Allah. Saya tunduk pada perintah-Nya, bukan pada tren manusia. Itulah Tauhid,” tuturnya.
Pesan tersebut sejalan dengan berbagai kegiatan HSJD yang diselenggarakan Muslimat Hidayatullah di berbagai daerah. Dalam praktiknya, momentum HSJD tidak hanya diwujudkan melalui kampanye atau penyampaian pesan tentang jilbab, tetapi juga melalui aksi nyata berupa pembagian jilbab, gamis, dan perlengkapan Muslimah kepada masyarakat.
Bagi PD Mushida Batam, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan nilai ukhuwah Islamiyah, kepedulian sosial, dan dakwah bil-hal, yakni menyampaikan pesan kebaikan melalui tindakan nyata.
Ketua PD Mushida Batam berharap melalui kegiatan ini bukan hanya sehelai kain yang diberikan tetapi juga pesan cinta, pesan dakwah dan ajakan untuk semakin dekat kepada Allah SWT.
“Semoga setiap hijab yang kita berikan menjadi jalan kebaikan. Semoga setiap muslimah yang kemudian tergerak untuk menutup aurat menjadi bagian dari pahala orang-orang yang mengajak kepada kebaikan,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada BMH Perwakilan Kepri, Pengurus Wilayah Mushida Kepri, dan juga para dermawan atas dukungan dan kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan ini.
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kebersamaan. Senyum dan antusiasme masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para pengurus dan anggota Mushida yang terlibat.
Semoga setiap jilbab dan perlengkapan yang disalurkan menjadi amal jariyah bagi para donatur dan seluruh pihak yang terlibat, serta menjadi wasilah bagi lahirnya semakin banyak Muslimah yang istiqamah dalam menutup aurat dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.
- person
- Penulis: Haluna

Saat ini belum ada komentar