Mushida DKI Jakarta Rutin Lakukan Pembinaan Keagamaan di Lapas Perempuan Kelas 2A Pondok Bambu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta secara konsisten menggelar program pembinaan kerohanian bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas 2A Pondok Bambu, Jakarta Timur. Kegiatan pembinaan keagamaan ini dilaksanakan secara rutin setiap satu pekan sekali, yakni pada hari Rabu, dengan dibimbing oleh dua orang daiyah pada setiap sesinya.
Ketua PW Mushida DKI Jakarta, Afifah Hanafi, menyampaikan bahwa program pembinaan di Lapas Perempuan Kelas 2A Pondok Bambu ini telah berjalan secara berkelanjutan selama lebih dari lima tahun. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari wujud dakwah inklusif dan intensif yang diusung PW Mushida DKI Jakarta kepada masyarakat luas, khususnya bagi para warga binaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dakwah inklusif intensif dari Mushida DKI Jakarta kepada masyarakat umum, terutama kepada para warga binaan di Lapas Kelas 2A Pondok Bambu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama resmi MoU (Memorandum of Understanding) terkait pembinaan di lembaga pemasyarakatan tersebut akan terus dilanjutkan serta diperkuat pada masa-masa mendatang.
Dalam pelaksanaannya, materi keagamaan yang disampaikan disusun secara tematik dan bervariasi setiap minggunya. Adapun cakupan materi pembinaan meliputi pemahaman Tauhid, Tazkiatun Nafs (penyucian jiwa), Tahsin Al-Qur’an, Sirah Nabawiyah dan kisah Shahabiyah, hingga program Grand MBA.
Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi positif dari pihak pengelola lembaga pemasyarakatan. Kepala Lapas Kelas 2A Pondok Bambu, Nety Saraswaty, Bc.IP., S.H., M.Si., menyambut gembira atas peran aktif dan partisipasi berkelanjutan dari Mushida DKI Jakarta bersama organisasi masyarakat (ormas) lainnya dalam membina warga pemasyarakatan.
Nety menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan pembinaan mental spiritual bagi para warga binaan di dalam lapas bukan semata-mata menjadi tugas dan beban pemerintah.
“Pembinaan di dalam lapas bukan semata tugas pemerintah, melainkan juga tanggung jawab masyarakat umum, terutama ormas keagamaan, tokoh masyarakat, dan alim ulama,” tegas Nety.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pihak Lapas dan ormas keagamaan seperti Mushida DKI Jakarta, diharapkan para warga binaan dapat memperoleh bekal spiritual, ilmu agama yang murni, serta pembentukan karakter yang lebih baik sebagai bekal integrasi kembali ke tengah masyarakat kelak.
- person

Saat ini belum ada komentar