light_mode
light_mode

Ganjaran Memelihara dan Mendidik Anak Perempuan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MUSHIDA.ORG — Kehadiran anak dalam rumah tangga muslim merupakan nikmat yang besar dari Allah Ta’ala. Namun, sebagian orang ada yang lebih mendambakan kehadiran anak laki-laki daripada anak perempuan. Anak laki-laki dianggap lebih mulia daripada anak perempuan.

Mereka bangga dan bergembira tatakala dikaruniai anak laki-laki. Sebaliknya, bagi sebagian orang kehadiran anak perempuan merupakan aib dan dianggap bencana. Mereka sedih dan kecewa jika dikaruniai anak perempuan.

Padahal kehadiran anak perempuan juga termasuk nikmat dari Allah. Bahkan Islam secara khusus menjelaskan tentang keutamaan anak perempuan dan ganjaran bagi orangtua yang memelihara dan mendidik anak-anak perempuan mereka.

Al Imam Muslim rahimahullah membuat sebuah bab dalam kitab shahihnya dengan judul (باب فَضْلِ الإِحْسَانِ إِلَى الْبَنَاتِ) “Keutamaan Berbuat Baik kepada Anak-Anak Perempuan”. Beliau membawakan tiga hadits sebagai berikut :

Pertama. Hadits dari  ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
جَاءَتْنِى امْرَأَةٌ وَمَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا فَسَأَلَتْنِى فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِى شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ وَاحِدَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَأَخَذَتْهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا شَيْئًا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ وَابْنَتَاهَا فَدَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- فَحَدَّثْتُهُ حَدِيثَهَا فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « مَنِ ابْتُلِىَ مِنَ الْبَنَاتِ بِشَىْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ »

“Ada seorang wanita yang datang menemuiku dengan membawa dua anak perempuannya. Dia meminta-minta kepadaku, namun aku tidak mempunyai apapun kecuali satu buah kurma. Lalu akau berikan sebuah kurma tersebut untuknya. Wanita itu menerima kurma tersebut dan membaginya menjadi dua untuk diberikan kepada kedua anaknya, sementara dia sendiri tidak ikut memakannya. Kemudian wanita itu bangkit dan keluar bersama anaknya. Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dan aku ceritakan peristiwa tadi kepada beliau, maka Nabi shallallhu ‘alaii wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim 2629)

Kedua. Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
جَاءَتْنِى مِسْكِينَةٌ تَحْمِلُ ابْنَتَيْنِ لَهَا فَأَطْعَمْتُهَا ثَلاَثَ تَمَرَاتٍ فَأَعْطَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرَفَعَتْ إِلَى فِيهَا تَمْرَةً لِتَأْكُلَهَا فَاسْتَطْعَمَتْهَا ابْنَتَاهَا فَشَقَّتِ التَّمْرَةَ الَّتِى كَانَتْ تُرِيدُ أَنْ تَأْكُلَهَا بَيْنَهُمَا فَأَعْجَبَنِى شَأْنُهَا فَذَكَرْتُ الَّذِى صَنَعَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ »

“Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu  aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga dan membebaskannya dari neraka” (H.R Muslim 2630)

Ketiga. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau). (HR Muslim 2631)

Faedah Hadits
Hadits-hadits di atas mengandung beberapa faedah :

1. Hadits-hadits di atas menunjukkan keutamaan anak-anak perempuan dalam agama Islam. Imam An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Hadits-hadits di atas menunjukkan keutamaan berbuat baik kepada anak-anak perempuan, memberi nafkah kepada mereka, serta bersabar dalam mengurus seluruh urusan mereka“

2. Anak perempuan merupakan ujian bagi orangtua. Sebagian orang tidak suka dengan kehadiran anak perempuan dan sangat bergembira ketika memiliki anak laki-laki. Oleh karena itu kehadiran anak-anak perempuan dianggap sebagai ujian. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Anak perempuan disebut sebgai ibtilaa’ (ujian) karena umumnya manusia tidak menyukai mereka”. Hal ini juga sebagaimana Allah Ta’ala firmankan:

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأُنثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدّاً وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلاَ سَاء مَا يَحْكُمُونَ

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah , Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu “ (An Nahl:58)

3. Yang dimaksud mengayomi anak perempuan adalah menunaikan hak-hak mereka seperti makan, pakaian, pendidikan, dan lain-lain. Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud (عَالَ) adalah menunaikan hak-hak dengan menafkahi dan mendidik mereka serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lainnya”.

4. Terdapat ganjaran yang besar bagi orangtua yang mengayomi anak perempuan mereka, berupa nikmat surga, terhalangi dari siksa api neraka, dan kedekatan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di akhirat.

Saudaraku, lihatlah bagaimana Islam memuliakan anak perempuan dan memberi ganjaran khusus bagi orang tua yang mau mengayomi anak-anak perempuan mereka. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kita keturunan yang shalih dan shalihah. Wallahul musta’an.

Sumber: Muslim.or.id, referensi : Syarh Shahih Muslim, Imam An An Nawawi rahimahullah.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Bina Iman dan Takwa PP Mushida

    Malam Bina Iman dan Takwa PP Mushida

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Untuk meningkatkan iman dan takwa, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan Mabit dan Tasmi’ pada 9-10 Agustus/4-5 Safar 1446 H di Masjid Baitul Karim, Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur. Allah berfirman “Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan. Orang-orang yang kafir […]

  • Silaturahmi PP Muslimat Hidayatullah dan PP Nasyiatul Aisyiyah

    Silaturahmi PP Muslimat Hidayatullah dan PP Nasyiatul Aisyiyah

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, Mushida.org) Perkuat ukhuwah dan jalin silaturahmi, PP Muslimat Hidayatullah mengadakan kunjungan kepada PP Nasyiatul Aisyiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat, pada 17/10/2024. Sebagai informasi, Nasyiatul Aisyiyah adalah organisasi remaja putri yang merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah. Organisasi ini berdiri pada tanggal 28 Zulhijah 1345 Hijriyah yang […]

  • Daurah Marhalah Mushida Kepulauan Riau

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Batam – Muslimat Hidayatullah kepulauan Riau yang berkiprah dalam bidang pendidikan dan dakwah selalu berupaya meningkatkan kualitas para anggotanya. Salah satunya yaitu dengan menggelar Daurah Marhalah Ula dan Wustho di akhir Januari tahun 2022 ini. Diharapkan bagi Muslimat Hidayatullah yang berkecimpung di dunia pendidikan dan dakwah memiliki tambahan ilmu yang memadai dengan mengikuti daurah yang […]

  • KH Hasyim: “Biarkan Saja Polwan Berjilbab!”

    KH Hasyim: “Biarkan Saja Polwan Berjilbab!”

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Polemik penggunaan jilbab bagi anggota Polisi Wanita (Polwan), mendapat tanggapan dari mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Usai menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Kodam IV Diponegoro di Auditorium Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Selasa (3/12), dia menyatakan pimpinan Polri tak perlu melarang anggotanya yang Muslimah mengenakan seragam dinas berjilbab. […]

  • Keputrian Hidayatullah Diharapkan Mampu Berperan Dalam Bangun Peradaban

    Keputrian Hidayatullah Diharapkan Mampu Berperan Dalam Bangun Peradaban

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Istilah generasi rabbani menjadi tak asing didengar. Kata rabbani diambil dari kata dasar Rabb, yang artinya Sang Pencipta dan Pengatur makhluk, yaitu Allah. Dengan imbuhan ini, makna bahasa rabbani adalah orang yang memiliki sifat yang sangat sesuai dengan apa yang Allah harapkan. Istilah ini menggambarkan generasi emas umat Islam.  Generasi rabbani adalah generasi yang diisi oleh orang-orang […]

  • Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    Peneliti ISA: Peduli Baitul Maqdis Bukti Iman yang Menyala

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Mementingkan urusan sekaligus mencintai Baitul Maqdis adalah indikasi keimanan yang menyala dalam jiwa orang beriman. Hal itu ditegaskan oleh Santi WE. Soekanto, peneliti Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian (ISA) dalam paparannya saat Talk Show yang digelar di Balikpapan, beberapa waktu lalu. “Beriman kepada Allah berarti mementingkan, mencintai, dan memikirkan tempat-tempat yang dipentingkan, dicintai, dan dipikirkan […]

expand_less