light_mode
light_mode

Majelis Murabbiyah Mushida Narasumber Kajian Sirah Nabawiyah di Balikpapan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANGGOTA Dewan Majelis Murabbiyah PP Muslimat Hidayatullah (Mushida) menjadi narasumber kajian sejarah Nabawiyah yang diadakan oleh Pengurus Daerah Istimewa Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak, Kaltim, belum lama ini. Kedua narasumber tersebut adalah Ir. Amalia Husna Bahar, M.Pd.I dan Hani Akbar S.sos.I,

Bertempat di Aula Pertemuan Asrama Putri Hidayatullah Gunung Tembak, kajian Sirah Nabawiyah yang berlangsung selama 3 hari ini mengangkat tema “Urgensi Sirah Nabawiyah dalam Mengimplementasikan Manhaj Sistematika Wahyu”.

Turut hadir membuka acara dalam kegiatan tersebut Ust Amin Machmud selaku Dewan Pembina Wilayah Khusus Hidayatullah Tunung Tembak.

Dalam sambutannya beliau mengapresiasi kesungguhan dan semangat para ummahat dalam menuntut ilmu, bukti nyatanya adalah  mereka menyempatkan diri  hadir di acara ini untuk menelaah dan mengkaji Sirah Nabawiyah .

Ust Amin mengatakan, Sebagi seorang muslim yang mengaku sebagai ummat Nabi Muhammad dan berittiba’ kepadanya, maka sudah seharusnya mengkaji sejarah perjalanan hidup dan dakwah Rasulullah SAW.

“Mempelajari dan mengkaji sirah bagi seorang muslim sangat urgent. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik putra putrinya menjadi pribadi seperti Ali bin Abu Thalib atau seperti Anas bin Malik yang cemerlang dan ahli hadits jika tidak mempelajari sirah nabawiyah. Sementara kedua sahabat yang mulia ini dididik langsung oleh Rasulullah,” jelasnya.

Sementara itu, Amalia Husna Bahar dalam penyampaiannya yang sangat lugas, reflektif, dan sarat akan kedalaman pengetahuan sejarahnya, beliau menekankan pentingnya memahami dan mempelejari sejarah secara konfrehensif.

Mengutip pernyataan Sufyan Ibnu Uyainah, dikatakan bahwa: ”Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam adalah timbangan inti. Maka segala sesuatu ditimbang dengan akhlak, sirah, dan petunjuk beliau. Yang sesuai maka itulah yang benar dan yang berlawanan dengannya maka itulah kebathilan”.

“Salah satu kisah terbaik itu adalah kisah kisah dan berita tentang khatimul anbiya Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyebarkan risalah Rabb-Nya dan apa yang terjadi padanya dan kaumnya. Inilah yang diistilahkan dengan sirah Nabawiyah,” terang Amalia Husna yang karib disapa Bunda Yuyu ini.

Beliau menerangkan, dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 kita diperintahkan untuk melihat dan meneladani Rasulullah. Tentunya, tegasnya, untuk dapat melihat keteladanan dari dalam diri Rasulullah kita harus mempelajari Sirah Nabawiyah.

“Dan siapa yang mempelajari Sirah Nabawiyah maka dia telah melaksanakan perintah Allah dan baginya pahala,” imbuh praktisi pendidikan yang juga mantan Sekretaris Jenderal PP Mushida ini.

Salah seorang peserta kajian dari Balikpapan Timur bernama Nursiah, mengaku bersyukur dapat mengikuti kajian sejarah ini karena bisa mendapatkan tambahan pengetahuan.

“Alhamdulillah, setelah mengikuti kajian Sirah Nabawiyah ini potret  Rasulullah semakin jelas, yang sebelumnya kabur. Saya ingin menularkan spirit cinta Rasul dengan mempelajari sejarah Nabi lebih intens kepada orang orang disekitar saya terutama keluarga,”, tukas Nursiah. (ybh/hio) 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Syabab Hidayatullah Selalu Berdampingan dengan Annisa Hidayatullah”

    “Syabab Hidayatullah Selalu Berdampingan dengan Annisa Hidayatullah”

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BANDUNG – Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah Bandung Ust. Endang Abdurrahman mengatakan Syabab Hidayatullah adalah anak laki-laki dari ormas Hidayatullah yang selalu berdampingan dengan Annisa Hidayatullah. “Oleh karena itu, pemuda ini tidak boleh imferior yang kegagahannya hanya sebatas fisik. Pemuda iitu harus kuat agar jangan sampai menjadi pemuda yang mudah dihancurkan,” kata Ust Endang ketika memberi […]

  • Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat Siap Emban Visi Misi Mushida Pada Rapat Kerja Wilayah

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Mamuju, mushida.org) Momen bersejarah tercipta di Aula Kampus Madya Hidayatullah Mamuju saat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sulawesi Barat (Sulbar) resmi dimulai pada hari Sabtu, 27 Januari 2024. Acara yang diawali dengan semangat tinggi ini menjadi landasan untuk perubahan dan kolaborasi yang lebih erat di wilayah tersebut. Hadir dalam pembukaan Ibu Dra. Hj. […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Dukung Sikap MUI Tolak Normalisasi LGBT

    PP Muslimat Hidayatullah Dukung Sikap MUI Tolak Normalisasi LGBT

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menyatakan dukungannya terhadap sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak normalisasi LGBT serta mendorong pemerintah dan DPR RI menghadirkan regulasi terkait persoalan tersebut. Dukungan tersebut disampaikan PP Mushida melalui pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Muslimat Hidayatullah juga mendukung langkah MUI dalam menyusun naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Pidana Penyimpangan […]

  • PW Mushida Kalimantan Tengah Menyatakan Kesiapan Mengikuti Munas 6 Mushida

    PW Mushida Kalimantan Tengah Menyatakan Kesiapan Mengikuti Munas 6 Mushida

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah akan menggelar agenda lima tahunan yaitu Musyawarah Nasional yang ke-6 pada 27-29 November 2025 di Jakarta. Sebelumnya, telah berlangsung beberapa rangkaian gebyar Pra Munas yang berlangsung mulai bulan Juli lalu, dengan diikuti oleh anggota Mushida se-Indonesia. Di antaranya Seribu Berkah untuk Indonesia, Gerak Jalan Sehat, Webinar Parenting, Lomba Video Interaktif Pembelajaran PAUD Tingkat […]

  • Rantai Kebaikan

    Rantai Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Kicauan burung-burung walet mengangkasa, gelombang ombak pantai Mattirotasi bergulung melambat ke tepian, embusan angin pagi menerpa lembut nan sejuk di wajah. Masih suasana pagi, setelah mengamalkan salah satu nawafil wirid pagi, nada dering telepon seluler bersahut, ternyata dari salah satu tim departemen sosial, mengabarkan bahwa distribusi sedekah Jum’at hari ini sekitar pukul 08.00 WITA. Sebenarnya, […]

  • Benarkah Muslimah Lebih Baik Banyak Diam?

    Benarkah Muslimah Lebih Baik Banyak Diam?

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Diam adalah emas. Ungkapan itu memang benar adanya. Tetapi, apakah seorang Muslimah dituntut diam seribu bahasa, apa pun kondisinya? Imam Suyuthi menulis sebuah kitab bertajuk Hasan As Samat fi As Shumti. Dalam kitab yang merupakan ringkasan As Shumtu wa Adab al-Lisan karya Ibnu Abi Ad Dunya tersebut, Suyuthi menjawab tentu saja tuntunan diam […]

expand_less