light_mode
light_mode

Alumni STIS Hidayatullah Putri Gelar Reuni di Depok

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DEPOK – Memanfaatkan waktu luang di sela rehat acara TOT Grand MBA yang diselenggarakan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Depok, puluhan peserta yang kebetulan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan menggelar reuni yang dipesertai perwakilan alumni angkatan pertama hingga angkatan ketiga belas di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2019) malam.
Reuni tersebut mengundang khusus KH Naspi Arsyad, Lc, yang juga salah satu perintis dan ketua pertama STIS Hidayatullah. Pada kesempatan tersebut Naspi menekankan pentingnya penguatan peran alumni. Hal itu sebagaimana juga telah diamanatkan oleh tujuan pencapaian pendidikan sebagaimana dalam muatan tri dharma perguruan tinggi.
Beliau mengingatkan, peran yang harus dilakukan alumni senafas dengan arah dan langkah yang telah dicanangkan oleh Hidayatullah sebagai al harokah al jihadiyah al islamiyah ‘ala minhajin nubuwah.
“Hidayatullah menitikberatkan gerakannya pada dakwah dan tarbiyah yang bertujuan untuk memajukan dan membangun peradapan Islam,” kata Naspi.
Berkaitan dengan tujuan besar tersebut, Naspi lantas menegaskan bahwa alumni jangan terjebak hanya sibuk menggeluti rutinas harian di amal usaha lembaga namun lupa melakukan dakwah fardhiyah keluar sebagaimana ikrar dalam Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH).
Lebih dari itu, kata beliau, anggota Hidayatullah juga harus aktif di dalam memediasi masyarakat agar ummat bisa merasakan kedahsyatan, keagungan dan kemulyaan Islam.
Beliau pun mengapresasi giat TOT Grand MBA Mushida ini yang menurut beliau merupakan ikhtiar sungguh-sungguh dilakukan Mushida dalam ranga melahirkan daiyah yang siap tandang ke gelanggang.
“Jika kita sebagai anggota, pengurus PD atau PW yang kita ketahui hanya sebatas kampus, pendidikan, pekerjaan dan amal usaha yang kita geluti saja tanpa tidak tahu sama sekali tentang dunia dakwah maka itu merupakan kemerosotan walau kita bilang profesional,” kata beliau.
Ia menyampaikan, kegiatan teknis dan rutinitas harian sering kali menghalangi perjalanan dakwah dan tarbiyah. Padahal mustinya amal usaha seharusnya sebagai pendukung dalam rangka memantapkan fokus utama kita di dakwah dan tarbiyah serta memberikan injeksi asupan spiritual, menggerakkan, membina, mengajak untuk meninggikan Allah SWT, meminimkan fitnah dan kemaksiatan.
“Jangan sampai kita mengambil peran sebagai penghalang, sebagai penghijab kemenangan dan kebesaran Islam. Jangan sampai spirit dakwah dan tarbiyah tumpul, terpapar dan lantas hilang karena aktivitas keseharian kita hanya memikirkan kemajuan amal usaha saja,” kata beliau mengingatkan.
Beliau mengatakan, Hidayatullah lahir dari mimpi besar dan pemikiran-pemikiran yang super. Karena itu, tegas beliau, jangan sampai kita sebagai anggota apalagi pengurus tidak punya idialisme tinggi Allah tujuan utama.
“Sebagai anggota Hidayatullah, jangan sampai kita hanya berfikir ecek ecek, sempit, inferior, dan hanya mementingkan perut dan keluarga,” imbuhnya.
Naspi berpesan untuk terus berupaya memperbaiki diri, meluruskan niat, memantapkan hati serta berusaha maksimal menginternalisasi nilai-nilai kelembagaan dan jatidiri Hidayatullah. 
“Kita mengaku hamba Allah, pendakwah, kader, tetapi kita tidak mengerjakan sesuatu untuk dakwah bahkan sering kali keyakinan kita terhadap Allah SWT sangat kurang. Kita kurang bersandar kepada Allah, kita kurang mengangkat tangan berdoa kepada-Nya,” pungkasnya.*/Ummu Abdullah, peserta  reuni dari Bandung
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KUNCI menjadi seorang Muslim adalah mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat). Yaitu berucap asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyahadu anna muhammadan rasuulullah. Ketika kalimat tauhid telah dilisankan, setelahnya segala konsekuensi syahadat harus dipenuhi oleh orang beriman.Mulai dari implementasi syahadat yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan yang menghalangi suatu jalan hingga berperang di jalan agama (jihad […]

  • Mushida Kalimantan Tengah Diharapkan Menjadi Garda Terdepan Dalam Menguatkan Ketahanan Keluarga

    Mushida Kalimantan Tengah Diharapkan Menjadi Garda Terdepan Dalam Menguatkan Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    (Palangka Raya, Mushida.org) Muslimat Hidayatullah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Musyawarah Wilayah dengan tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas” pada 27-28 Rajab 1447 H/16-17 Januari 2026 di Kampus Madya Hidayatullah Palangka Raya, Kalimantan Tengah.  Musyawarah Wilayah merupakan forum musyawarah terlengkap di tingkat wilayah yang diselenggarakan sekali dalam lima tahun. Musyawarah Wilayah ini […]

  • PP Mushida Adakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah

    PP Mushida Adakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Bidang Organisasi PP Mushida menyelenggarakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah pada 15-27 November 2022/20 Rabiul Akhir-2 Jumadil Awwal 1444 H secara virtual. Monitoring Evaluasi yang disingkat dengan Monev merupakan kegiatan rutin dan terjadwal yang dilakukan Pengurus Pusat dalam hal ini Ketua Bidang dan Ketua Departemen Organisasi untuk mengukur, menilai dan mengumpulkan data […]

  • Optimalkan Ramadhan, PP Mushida Selenggarakan Webinar Pendidikan

    Optimalkan Ramadhan, PP Mushida Selenggarakan Webinar Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Kesiapan guru adalah keseluruhan kondisi guru untuk menanggapi dan mempraktekkan suatu kegiatan. Keadaan tersebut memuat mental, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki dan dipersiapkan selama kegiatan. Hal tersebut disampaikan oleh Rita Sahara, S.Psi., M.Pd pada Webinar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan PP Mushida pada 3 Ramadhan 1444 H. Webinar yang mengangkat tema “Kesiapan Guru […]

  • Kunjungan PP Mushida ke Kalimantan Barat

    Kunjungan PP Mushida ke Kalimantan Barat

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pontianak, Kalimantan Barat – Siti Sarah Zakiyah (Sekjend PP Mushida) dan Fiqhi Ulyana (Kepala Kantor PP Mushida), melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, 1–2 Shafar 1447 H (26–27 Juli 2025), dengan tema “Sinergi Organisasi dan Spirit Juang dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah.” Kunjungan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan semangat kaderisasi dalam dakwah dan […]

  • Kunjungan PP Mushida ke Sulawesi Tengah

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Palu – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah melaksanakan kunjungan wilayah ke Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Ketua Bidang Organisasi, Ustadzah Dede Agustina, A.Md. dan Ketua Departemen Keputrian, Ustadzah Mutia Najwati, S.H.I., M.Pd. di Pondok Pesantren Hidayatullah Palu, Sulawesi Tengah. Ketua PW Mushida Sulawesi Tengah, Ustadzah Khadijah menyambut baik dan merasa bahagia dan terharu dengan adanya momentum […]

expand_less