light_mode
light_mode

Sambut Munas dengan Spirit Dakwah dari Bunda Nunung Nurhayati

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


TULUS
dan tangguh, itulah kata yang terbetik ketika menyimak lika-liku perjuangan daiyah ini. Nunung Nurhayati adalah nama yang tidak asing lagi ketika perbincangan tentang kisah dramatis dakwah Hidayatullah diangkat. 

Beliau telah merajut simpul dakwah dari ujung barat sampai ujung timur negeri. Bukan hanya sibuk sebagai Ibu, Organisatoris, pendakwah dan pendidik, beliau juga aktif mengikuti berbagai kegiatan lain, hingga menjadi juara ke-4 Lomba Menulis Resep Tingkat Nasional 2011.

Memulai dakwahnya pada tahun 1989 di Sulawesi Utara, ibu dari lima anak ini telah berpindah ke Manokwari, Berau, Lhokseumawe, Medan, Banda Aceh, hingga Timika. 

“Ada yang mengatakan Ustadz Haris adalah petugas khusus daerah konflik,” ujarnya, mengingat julukan yang diberikan ke suaminya karena penugasan dakwah di daerah Aceh dan Papua saat konflik memuncak. 

Kondisi itu mengharuskannya banyak tiarap. Hingga pada kehamilannya yang terakhir, pendarahan hebat terjadi saat usia janin masih 8 bulan. Karena ramainya baku tembak sana-sini, tak ada mobil sipil maupun tentara yang bisa mengantarnya ke rumah sakit. 

Suami pun sedang mengisi daurah da’i se-Sumatera, hingga anak laki-lakinya yang berumur 4 tahun harus menguatkan diri untuk mendampingi. Menunggu dari jam 1 malam, akhirnya ia berhasil dibawa ke rumah sakit pada jam 7 pagi. Sesampainya di sana, dokter mengabarkan bahwa janin sudah meninggal.  

Kadar hemoglobin sudah merosot, penglihatan kabur, badan lemah tak ada daya. Jangankan untuk mengeluarkan janin, ia bahkan ragu hidupnya masih bisa berlanjut. Darah yang ditunggu untuk transfusi tak kunjung datang hingga pukul 5 sore, ia pun hilang pengeliatan, nyaris hilang kesadaran. 

“Ya Allah jika memang saya masih bermanfaat untuk agamamu, panjangkan umur saya. Tapi jika memang sudah cukup amalanku untuk menghadapmu, mudahkanlah aku dalam menghadapmu,” begitu doanya saat itu.

Dengan sisa-sisa nafas akhirnya, ia menguras tenaga untuk bersalin. Dengan iringan takbir, bayi itu keluar. Bidan pendamping terheran-heran, karena itu tidak mungkin terjadi tanpa transfusi darah terlebih dahulu. 

Tantangan berupa ancaman pembakaran pondok yang mengharuskan santri mengungsi, pesantren diombrak-ambrik, hingga menyaksikan kolega menjadi sasaran peluru telah menempa beliau dan keluarganya. 

Hal tersebut tidak menjadikan ia dan keluarganya menyudahi dakwah, malah membuat anaknya yakin melanjutkan warisan perjuangan ini. Anak-anaknya kini berpencar di Maluku, Timika, Aceh, Surabaya dan Balikpapan demi kepentingan dakwah. 

Tawaran untuk pindah tugas ke daerah yang lebih kondusif kerap berdatangan, namun keyakinannya kepada taqdir Allah dan kepeduliannya terhadap saudara yang tetap memerlukan cahaya Islam meski di daerah konflik menguatkan pendiriannya. 

Dengan mantap ia dan keluarga bertahan, menjadikan suara ledakan dan tembakan sebagai saksi di jalan dakwahnya. 

“Kita digadai untuk perjuangan dengan nilai surga” ucap kontributor buku “Senandung Mahligai Mubarakah” tersebut, mengenang motivasi terdalamnya yang terinspirasi dari Surah As-Saff ayat 10-11. 

Ia juga mengaku bahwa suaminya tidak hanya mendukung peran dakwahnya, tapi juga menjadi penyulut semangat utama untuk tetap berada di jalan dakwah.

Anggota Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ini berharap agar dakwah Hidayatullah terus berpegang erat pada motto “Beribadah keras, bekerja keras, berdoa keras, syariat kuat.” 

Ia juga menyampaikan salam hangat untuk seluruh peserta Musyawarah Nasional V Muslimat Hidayatullah, di Depok dan di seluruh penjuru Indonesia. Perhelatan akbar ini akan digelar besok, 26-27 Desember 2020 dengan mengusung tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam”.*/Fadhilah AAA

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Ajak Kaum Muslim Peduli Palestina

    • calendar_month Minggu, 15 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Rasulullah ﷺ mengingatkan kepada kita melalui sabda beliau: مَن لَمْ يهتَمَّ بأمرِ المُسلِمينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ “Siapa saja yang tidak mempedulikan urusan kaum Muslim, dia tidaklah termasuk golongan mereka.” (HR. Ath-Thabrani, Al-Mu’jam al-Awsaath, 7/270; Al-Mundziri, At-Targhiib wa at-Tarhiib, 3/35). Hadist di atas lebih dari cukup untuk memanggil kepedulian umat Islam terhadap saudara-saudara di Palestina yang sedang menghadapi serangan […]

  • Mushida Kab. Bekasi Peringati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    Mushida Kab. Bekasi Peringati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Kab. Bekasi, mushida.org) Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Kabupaten Bekasi memperingati Hari Solidaritas Jilbab Sedunia (HSJD) yang merupakan agenda tahunan Pengurus Pusat Mushida. Kegiatan yang berlokasi di depan Rainbow Alamanda Regensi Bekasi pada 29/09/2024 ini dihadiri oleh puluhan muslimah dari berbagai kalangan yang berpartisipasi aktif dalam pembagian jilbab dan berbagai atribut Islami lainnya, seperti masker, […]

  • Halal bi Halal BMIWI: Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi

    Halal bi Halal BMIWI: Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Halal bi Halal pada 26 Mei 2022/25 Syawal 1443 H dengan tema “Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dengan Mempererat Silaturahmi.” Kegiatan tersebut diadakan secara online dan offline. Muslimat Hidayatullah berkesempatan menghadiri kegiatan secara langsung yang bertempat di Sekretariat BMIWI Gedung Nyi Ageng Serang Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. […]

  • Peran Muslimah Dalam Kancah Dakwah Islam Dulu dan Kini

    Peran Muslimah Dalam Kancah Dakwah Islam Dulu dan Kini

    • calendar_month Kamis, 3 Mar 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SEJAK awal, perempuan telah memainkan peran penting dalam kemajuan Dakwah Islam. Mulai dari pengorbanan Sumayyah, hingga peran Aishah dalam penumpulan hadist-hadist, perempuan telah berperan dalam berkembangnya dan menyebarkan dien ini. Sayangnya selama ini, kebangkitan Islam menderita kelemahan dalam personil Muslimah yang berkualitas, karena adanya ‘pembatasan’ kerja dakwah ke grup aktivis, dengan upaya terbatas terkait dakwah […]

  • Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Pengayaan Pra Daurah Marhalah Wustha

    Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Pengayaan Pra Daurah Marhalah Wustha

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Alhamdulillah, berkat izin Allah, Departemen Perkaderan PP Muslimat Hidayatullah dapat kembali menyelenggarakan Pengayaan Pra Daurah Marhalah Wustha yang kedua kalinya yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 2-3 Juli 2022, setelah yang perdana dilaksanakan tahun 2021 yang lalu. Pengayaan Pra Daurah Marhalah Wustha tahun ini mengangkat tema, “Meningkatkan Pemahaman Manhaj Sistematika Wahyu Demi Sukses Tarbiyah.” […]

  • Muslimat Hidayatullah Sumut Gelar Marhalah Wustha

    Muslimat Hidayatullah Sumut Gelar Marhalah Wustha

    • calendar_month Minggu, 3 Nov 2019
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Dalam rangka memenuhi tuntutan organisasi yang terus berkembang dalam menunjang upaya pengembangan dakwah Hidayatullah, Pengurus Pusat Muslimah Hidayatullah kembali menggelar kegiatan Dauroh Marhalah Wustha bagi kader-kader Mushida di wilayah Sumatera Utara, dengan tema “Mengokohkan Jati Diri, Menguatkan kultur Jamaah menuju Terbangunnya Peradaban Islam”, diselenggarakan di kota Medan, Sumatera Utara, 2-5 Rabiul Awwal 1441 H (30 […]

expand_less