light_mode
light_mode

Islam dan Budaya Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Islam bukanlah sekadar agama yang memuat ritual ibadah saja. Islam sebagaimana yang digambarkan oleh Hasan Al Banna adalah keyakinan dan ibadah, negara dan kenegaraan, agama dan pemerintahan, ruhaniyah dan amal, kitab suci dan pedang. Gambaran utuh tentang Islam ini menyebar di semua aspek kehidupan manusia. Pun dalam soal membangun organisasi yang menghimpun berbagai watak manusia, pola pikir, dan model kerja dalam satu langkah mencapai tujuan yang diinginkan.

Dalam mendinamiskan langkah, suatu organisasi perlu membangun budaya organisasi yang baik. Budaya organisasi yang didefinisikan sebagai seperangkat keyakinan atau nilai yang menjadi ciri khas suatu organisasi dan harus dijadikan karakter dan budaya setiap individu yang berada dalam suatu organisasi, sungguh memiliki peran penting dalam organisasi. Baik dan kuatnya budaya yang dibangun dalam suatu organisasi akan memberikan stabilitas pada organisasi, sebaliknya jika budaya organisasi lemah, maka akan memicu lemahnya kinerja yang akan berakibat pada keseimbangan organisasi.

Tentang budaya organisasi, Islam telah memberikan kisi-kisi yang jelas untuk dieksplorasi lalu diterapkan. Beberapa nilai yang harus dimasukkan dalam budaya organisasi Islam antara lain:

  • Ikhlas

Setelah visi organisasi yang dapat digambarkan sebagai niat dijadikan tujuan bersama oleh masing-masing individu yang tergabung dalam suatu organisasi, keikhlasan dalam memberi dan menerima tugas kerja adalah mutlak dimiliki oleh setiap individu. Apalagi organisasi yang dibangun bersama tersebut adalah organisasi dakwah yang notabene mengusung Agama Allah Swt sebagai produk utama. Saat langkah menjajakan produk dakwah dimulai, sungguh perjalanan ibadah menuju Allah Swt sedang dimulai. Allah Swt memerintahkan hamba-Nya yang meniti organisasi besar dakwah Islam ini untuk memurnikan kerjanya hanya untuk-Nya. Allah Swt berfirman,

  وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ 

dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas semata-mata karena menjalankan agama ini….” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Keikhlasan mencakup penerimaan atas segala bentuk konsekuensi yang ada di jalan dakwah. Baik dan buruknya perlakuan orang lain, santun dan kasarnya mad’u, berat dan ringannya ladang dakwah adalah sekelumit dari konsekuensi tersebut.

  • Integritas tinggi

Integritas dapat diartikan kepaduan dan keutuhan pribadi. Menurut Sayyid Quthb, integritas mengandung makna Ash-shidq dan istiqomah, kejujuran dan konsistensi. Dalam tafsir tentang ayat ”Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Shaff: 2-3)

Sayyid Quthb mengatakan bahwa orang yang memiliki integritas adalah orang yang dimensi batinnya sama dengan dimensi lahirnya dan laku perbuatannya sama dengan omongannya. Dengan makna ini, sungguh integritas adalah perilaku yang bernilai tinggi. Jika integritas telah menjadi budaya organisasi, akan terlihat hasil kerja sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Yusuf As saat menjadi Menteri perekonomian Mesir, akan terlihat hasil yang dicontohkan oleh 3 generasi pilihan pembangun peradaban Islam, generasi  sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.

  • Profesional 

Profesional secara umum dapat diartikan sebagai bentuk kerja secara total dan menurut aturan-aturan yang berlaku. Rasulullah Saw telah mengajarkan profesionalitas dalam bekerja. Beliau bersabda dalam hadits,

(إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ). روى الإمام البيهقي رحمه الله عن أم المؤمنين عَائِشَةَ

Sesungguhnya Allah Ta’ala mencintai apabila seseorang mengerjakan suatu pekerjaan lalu dia itqon (profesional) HR. Baihaqi

Contoh profesionalitas kerja dapat kita temukan saat perang Uhud. Kekalahan kaum muslimin di putaran kedua peperangan menjadi bukti bahwa profesionalitas kerja sangat berpengaruh pada hasil yang didapatkan. Begitu juga saat perang Ahzab, profesionalitas dan pengetahun menjadi salah satu sebab kemenangan kaum muslimin dalam perang tersebut. Kegagalan dan keberhasilan dari dua perang yang berbeda di atas, cukuplah menjadi contoh bagi kita bahwa profesionalitas dalam bekerja menjadi hal mutlak yang harus dijadikan budaya organisasi.

  • Musyawarah

“…dan urusan mereka dimusyawarahkan di antara mereka” potongan ayat dari surat Asy Syura ini adalah salah satu ciri orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabb mereka. Musyawarah harus dijadikan budaya dalam organisasi, karena tanpa musyawarah hasil yang didapatkan menjadi hasil pendapat sendiri, bukan organisasi. Betapa banyak peristiwa yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad Saw dalam mengambil keputusan dengan bermusyawarah. Walaupun setiap individu dalam suatu organisasi merasa bahwa keputusan dari hasil musyawarah membutuhkan waktu yang lama, musyawarah tidak boleh ditinggalkan. Musyawarah juga menjadi adab dalam pengambilan keputusan dalam sebuah kerja bersama (‘amal jama’i)

  • Memberikan manfaat

Asas selanjutnya yang harus dijadikan sebagai budaya organisasi adalah manfaat. Kerja-kerja yang diciptakan sebuah organisasi harus mengandung maslahat/kebermanfaatan untuk pelaku organisasi dan juga orang lain. Dari Abu Hurairah, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

Budaya “ihrish ‘alaa maa yanfa’uka” harus ditanamkan dalam setiap individu agar tujuan-tujuan kebaikan yang diusung organisasi dapat dicapai dengan mudah.

  • Keseimbangan

Keseimbangan (tawazun) antara kepentingan umum dan khusus, pribadi dan jama’ah (anggota organisasi) menjadi hal penting dalam menjalankan kerja organisasi. Tawazun dalam segala hal dicontohkan oleh Allah dan Rasulullah. keselarasaan dalam penciptaan semesta alam menunjukkan keseimbangan yang dijaga oleh Allah. Rasulullah juga menunjukkan bagaimana beliau mengatur kerja-kerja dakwah tanpa mengabaikan hak pribadi dan keluarga.

Sesungguhnya keterbatasan ruang dan waktu untuk membahas nilai-nilai yang menjadi budaya organisasi dakwah bukanlah batasan bahwa nilai-nilai kebaikan pribadi dan jama’ah hanya 6 hal ini. Masih banyak nilai-nilai dan contoh-contoh yang telah diberikan oleh Islam untuk dijadikan pegangan dalam membangun sebuah organisasi ideal. Wallahu a’lam.

*/Sarah Zakiyah
Sekretaris Jenderal PP Mushida

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Hadiri World Peace Forum di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida.org – Deklarasi berdirinya Global Forum of Muslim Women (GFMW) menjadi salah satu capaian bersejarah dari perhelatan World Peace Forum (WPF) ke-9 yang diselenggarakan pada 9–11 November 2025 di Jakarta. Organisasi internasional ini lahir sebagai wadah kolaboratif perempuan Muslim dunia untuk berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam global melalui pemberdayaan, pendidikan, dan kemanusiaan. Ketua Majelis […]

  • Rakernas Mushida Diharapkan Menghasilkan Program Bermanfaat Bagi Umat

    Rakernas Mushida Diharapkan Menghasilkan Program Bermanfaat Bagi Umat

    • calendar_month Rabu, 2 Mar 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    PP Muslimat Hidayatullah akan menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional pada 2-3 Sya’ban 1443 H/5-6 Maret 2022 di Jakarta, dengan tema, “Konsolidasi Jati Diri, Wawasan dan Organisasi Demi Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik.” Allah berfirman, وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan […]

  • Amalan Wanita Haid di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Allah menjanjikan pahala yang berlipat pada setiap ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yang melewatkan hari-hari selama bulan Ramadhan dengan aktivitas yang sia-sia. Meski wanita yang sedang haid tidak menjalankan puasa dan shalat, bukan berarti ia kehilangan kesempatan meraih pahala. Islam adalah agama yang […]

  • Ketum DPP Hidayatullah Tegaskan Peran Besar Organisasi di Masyarakat Pada Pembukaan Munas

    Ketum DPP Hidayatullah Tegaskan Peran Besar Organisasi di Masyarakat Pada Pembukaan Munas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis, 6 Jumadil Akhir 1447 (27/11/2025). Dalam sambutannya, KH. Naspi Arsyad mengangkat isu yang menyentuh jantung persoalan keluarga Indonesia berkenaan dengan ketahanan keluarga dan keamanan ruang hidup anak di […]

  • PW Mushida DIY Jateng Bagsel Siap Implementasikan Jati Diri Hidayatullah

    PW Mushida DIY Jateng Bagsel Siap Implementasikan Jati Diri Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    PW Muslimat Hidayatullah DI Yogyakarta Jawa Tengah Bagian Selatan (DIY Jateng Bagsel) mengadakan Musyawarah Wilayah di Grha Mutiara Dsn. Nglanjaran, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah IstimewaYogyakarta pada 12-13 Februari 2021/30 Jumadil Akhir-01 Rajab 1442 H. Acara yang diselenggarakan secara virtual tersebut dihadiri oleh perwakilan PP Muslimat Hidayatullah, istri dari ketua-ketua DPD Hidayatullah DIY Jateng Bagsel, PW […]

  • Mengutamakan Tamu Silatnas dari Jauh, Kafilah Sangatta Kontrak Rumah

    Mengutamakan Tamu Silatnas dari Jauh, Kafilah Sangatta Kontrak Rumah

    • calendar_month Jumat, 23 Nov 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SETELAH pertemuan bersama Bapak Pimpinan Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, masing-masing peserta kafilan Silatnas Hidayatullah dari berbagai daerah di Indonesia menyebar mencari posisi wenak di pinggir empang (pe-em). Saat tim Warta Mushida melihat-lihat ternyata ada beberapa halaqoh bercengkrama bersama dengan peserta lainnya seraya menikmati makan siang bersama. Kami pun menghampiri dan berkenalan, berbincang-bincang dengan halaqoh Sangatta. […]

expand_less