light_mode
light_mode

Ketua Umum PP Mushida Serukan Peran Strategis Muslimat Hidayatullah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Jakarta, mushid.org) Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah (Mushida) resmi dibuka di Gedung DPR RI, Kamis, 6 Jumadil Akhir 1447 (27/11/2025) dengan kehadiran pengurus dari 37 provinsi dan ratusan pengurus daerah (PD) yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Mushida, Ustadzah Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menyampaikan berbagai refleksi strategis mengenai posisi, peran, dan arah gerakan perempuan dalam organisasi. Hani memulai sambutannya dengan menyampaikan perkembangan struktur organisasi Mushida yang kini telah hadir di 277 Pengurus Daerah.

Ia menegaskan bahwa kehadiran jaringan yang luas ini memperlihatkan komitmen kuat Muslimat Hidayatullah dalam mengokohkan peran keluarga dan mendukung gerakan induk Hidayatullah.

Hani menyampaikan bahwa identitas Mushida bukanlah organisasi otonom. Ia menekankan bahwa Muslimat Hidayatullah berperan sebagai penopang gerakan dakwah melalui kontribusi perempuan dalam ketahanan keluarga, pendidikan anak, dan pembinaan masyarakat.

“Kami hadir untuk mendampingi para bapak-bapak. Kami adalah organisasi pendukung, bukan organisasi otonom. Kami selalu mendapatkan pengarahan dan pengawalan yang sangat ketat karena kita adalah ummun wa rabbatul bait, ibu dan ratu rumah tangga,” terangnya.

Istilah Arab “ummun wa rabbatul bait” menjadi penegas tesis utama Hani bahwa perempuan memiliki peran fundamental dalam rumah tangga, bukan sebagai subordinat, tetapi sebagai pusat pendidikan moral dan keseimbangan emosional keluarga.

Dia menegaskan peran domestik perempuan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan keluarga sebagai fondasi bangsa. Hani memperdalam penjelasannya dengan menegaskan bahwa karier bukanlah indikator utama keberdayaan perempuan dalam perspektif Mushida. Ia menekankan bahwa perempuan tetap dapat berkiprah melalui perannya dalam keluarga tanpa kehilangan kontribusi sosial dan keagamaannya.

“Jangan sampai salah itu, biasanya kita jenjang karir yang diinginkan. Kita yakin bahwa berkiprah dalam rumah sebagaimana meneguhkan peran kita dalam ketahanan keluarga bahwa kita menyambung sifat Allah yang Maha Rahim dan itulah muslimat meneruskan melahirkan generasi penerus,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Hani juga menyampaikan rasa terima kasih kepada organisasi induk Hidayatullah yang selama ini memberikan pengarahan dan penjagaan agar Muslimat Hidayatullah tetap bergerak sesuai koridor yang benar. Baginya, pendampingan itu bukan batasan, tetapi bentuk perlindungan nilai dan jati diri organisasi.

“Maka terima kasih lagi kepada induk Hidayatullah yang sudah mengawal kami agar tidak melenceng dari qodratinya. Karena, kalau ibu-ibu dikasih peluang, itu juga bisa lebih melejit daripada bapak-bapak,” katanya. Setelah menekankan hubungan internal organisasi, Hani mengalihkan fokus kepada pentingnya sinergi dengan negara, terutama dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Ia menyebut bahwa Mushida aktif memberikan pelayanan dan masukan kepada masyarakat, namun memerlukan dukungan pemerintah agar program dapat berjalan lebih luas dan efektif.

“Kami memberikan masukan dan pelayanan di masyarakat. Maka sinergi Muslimat Hidayatullah adalah kami butuh dukungan pemerintah yang dalam hal ini Kemen PPPA,” katanya.

Dalam bagian penutup sambutannya, Hani menyoroti simbolisme tempat berlangsungnya Munas, yaitu Gedung DPR RI. Ia memandang bahwa forum ini membawa harapan agar doa dan aspirasi para perempuan Muslim sampai kepada para pemangku kebijakan di republik ini. Hani kemudian membacakan doa yang lazim dipanjatkan dalam berbagai majelis Mushida.

“Semoga doa para ibu-ibu yang datang dari jauh sampai ke ‘arasy untuk para pengambil kebijakan yang ada di tempat ini yang biasanya kami bacakan di setiap akhir majelis: Allahumma laa tusallith ‘alaina bidzunuubinaa—man laa yakhaafuKa walaa yarhamunaa. Ya Allah janganlah berikan kepada kami pemimpin yang tidak menyayangi kami,” katanya.

Hani kemudian menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dimaksud bukan hanya pemimpin negara, tetapi juga pemimpin di semua lini kehidupan.

“Pemimpin di sini bukan hanya pemimpin negara tapi juga pemimpin dalam semua lini termasuk organisasi terutama dalam memimpin diri sendiri,” katanya.

Sebagai penutup, Hani menegaskan komitmen Mushida bahwa seluruh hasil Munas akan dijadikan sarana memperkuat dakwah dan kontribusi bagi bangsa.

Pada pembukaan Munas VI Mushida itu Hani juga menegaskan kembali peran perempuan sebagai pilar keluarga, mitra negara, dan penopang gerakan dakwah.

“Semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia ini. Kami yang ada di sini akan membawa pulang seluruh yang didapatkan dalam Munas kali ini semata untuk li i’lai kalimatillah hiyal ulya,” tandasnya.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keutamaan Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Bulan Ramadhan merupakan bulan yang utama dan memiliki keistimewaan dari 11 bulan lainnya. Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman dalam buku yang berjudul Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah menyebutkan beberapa keistimewaan. Bulan Diturunkannya al-Qur’an   “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk […]

  • KB-RA Terpadu Yaa Bunayya Kebumen Mengadakan Penggalangan Dana Palestina

    KB-RA Terpadu Yaa Bunayya Kebumen Mengadakan Penggalangan Dana Palestina

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Gaza Diserang Habis-habisan, Jangan Biarkan Saudara kita di Palestina Berjuang Sendirian Sahabat, sejak Sabtu (7/10) lalu, konflik hebat terjadi di jalur Gaza. Masyarakat pejuang Palestina melakukan perjuangan, Israel melakukan invasi dengan melancarkan serangan. Serangan bom dari udara menyasar pemukiman warga, meruntuhkan rumah-rumah saudara kita, membuat lebih dari 300  jiwa syahid dan hampir 2.000 jiwa mengalami […]

  • Berpulangnya Sang Guru, yang Petuahnya Selalu Ditunggu

    Berpulangnya Sang Guru, yang Petuahnya Selalu Ditunggu

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ustadz Asih Subagyo dalam Kenangan Satu bulan yang lalu, 16 November 2024, kami bersama beberapa Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menjenguk di beliau di salah satu ruang Wisma Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang, Jakarta, saat acara Leadership Training Muslimat Hidayatullah. Sambil berbaring di atas tempat tidur, suaranya terdengar bersemangat menceritakan proses perjalanan beliau saat berobat ke […]

  • Sambut Munas dengan Spirit Dakwah dari Bunda Nunung Nurhayati

    Sambut Munas dengan Spirit Dakwah dari Bunda Nunung Nurhayati

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    TULUS dan tangguh, itulah kata yang terbetik ketika menyimak lika-liku perjuangan daiyah ini. Nunung Nurhayati adalah nama yang tidak asing lagi ketika perbincangan tentang kisah dramatis dakwah Hidayatullah diangkat.  Beliau telah merajut simpul dakwah dari ujung barat sampai ujung timur negeri. Bukan hanya sibuk sebagai Ibu, Organisatoris, pendakwah dan pendidik, beliau juga aktif mengikuti berbagai […]

  • Seminar Negeri Serumpun, Tokoh Wanita Malaysia Berbagi Kiat Menjadi Wanita Bahagia

    Seminar Negeri Serumpun, Tokoh Wanita Malaysia Berbagi Kiat Menjadi Wanita Bahagia

    • calendar_month Minggu, 29 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Norsaleha Mohd Salleh menjadi narasumber dalam acara Seminar Negeri Serumpun yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah di Auditorium Lantai II Perpusnas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Ahad (29/07/2018). Dalam perbentangannya, Norsaleha mengajak para muslimah untuk menikmati perannya sebagai wanita yang  selaras dengan kodratnya sebagai manusia. […]

  • Muslimat Hidayatullah Protes Keras Gelaran Miss World 2013

    Muslimat Hidayatullah Protes Keras Gelaran Miss World 2013

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUHIDA.ORG — Sekretaris Jenderal Muslimat Hidayatullah (Mushida), Ir. Amalia Husna Bahar, M.Pd.I, menegaskan bahwa dari sis ide penyelenggeraan Miss World 2013 yang akan digelar di Indonesia bulan September mendatang sudah tertolak, apalagi pelaksanaannya. “Secara ide saja Miss World itu kita tolak, secara fisik atau pelaksanaannya pun kita tegas mengecam agar tidak digelar,” kata Amalia Husna […]

expand_less