Rakerwil Mushida Bangka Belitung Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bangka Belitung, mushida.org — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Bangka Belitung diselenggarakan pada 22–23 Mei 2026/5–6 Dzulhijjah 1447 H. Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” diharapkan menjadi forum strategis dalam rangka konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja, serta penguatan arah gerak Muslimat Hidayatullah Bangka Belitung ke depan.
Allah berfirman
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakkal.”
(QS. Ali Imran: 159)
Mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Ketua Bidang Organisasi PP Muslimat Hidayatullah, Wulan Sari, A.Md., menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan forum tertinggi di lingkungan Mushida yang memiliki nilai penting dalam melakukan konsolidasi jati diri organisasi.
Menurutnya, jati diri Hidayatullah berakar pada landasan tauhid, risalah kenabian, serta komitmen terhadap amar ma’ruf nahi munkar.
“Sejak awal berdiri, Hidayatullah menekankan pembinaan aqidah dan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai sarana pembentukan kader. Karena itu, konsolidasi jati diri harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan jati diri menjadi fondasi penting agar organisasi tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi organisasi di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang berlangsung sangat cepat.
Muslimat Hidayatullah memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat sehingga transformasi organisasi harus memberi ruang bagi muslimah untuk tampil sebagai aktor mandiri tanpa kehilangan kultur dan jati diri organisasi.
“Kemandirian organisasi harus dibangun melalui penguatan kapasitas finansial, intelektual, dan jaringan sosial yang kuat, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan dan pemberdayaan umat,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Bangka Belitung, Ismail Zalukhu, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan fungsi manajemen dalam menjalankan organisasi agar program kerja dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Proses organisasi dimulai dari planning atau perencanaan yang menghasilkan tujuan dan program kerja yang akan dilaksanakan. Selanjutnya program tersebut diterjemahkan melalui organizing dengan pembagian tugas, struktur, dan sumber daya yang tepat.
“Setelah organisasi tertata, dilakukan actuating untuk menggerakkan seluruh pengurus dan kader menjalankan program. Kemudian dilakukan controlling untuk mengukur capaian, mengevaluasi kekurangan, dan memastikan kesesuaian dengan target,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penyempurnaan dalam perencanaan berikutnya sehingga tercipta siklus peningkatan mutu organisasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) menjadi instrumen utama dalam transformasi organisasi. Perencanaan memberikan arah, pengorganisasian membangun sistem, pelaksanaan menggerakkan potensi, dan pengawasan menjamin kualitas serta keberlanjutan program.
“Keterpaduan keempat fungsi tersebut akan memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan profesionalisme pengurus, serta mewujudkan Muslimat Hidayatullah yang mandiri, berpengaruh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban,” tuturnya.
Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Bangka Belitung diharapkan semakin solid dalam menjalankan dakwah, pembinaan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan umat, serta mampu menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak bagi masyarakat luas.
- person


Saat ini belum ada komentar