light_mode
light_mode

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Bali Perkuat Konsolidasi dan Kemandirian Organisasi

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Denpasar, mushida.org) — PW Muslimat Hidayatullah Bali menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu, 2 Mei 2026/14 Dzulqa’dah 1447 H di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Bali, Majelis Murobbiyah Wilayah, dan Pengurus Daerah. Rakerwil menjadi forum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan jati diri Muslimat Hidayatullah di tengah tantangan dakwah dan perkembangan zaman.

Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh”, kegiatan ini menegaskan pentingnya arah gerak organisasi yang selaras dengan nilai-nilai tauhid dan visi perjuangan dakwah.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Bali, Ustadzah Hadinda, S.H.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerwil dilaksanakan untuk menetapkan arah kerja organisasi selama satu tahun ke depan agar lebih terarah, terukur, dan berjalan sesuai perencanaan.

Menurutnya, terdapat tiga tujuan utama pelaksanaan Rakerwil, yaitu evaluasi, konsolidasi, dan perencanaan program kerja.

“Melalui evaluasi, kita meninjau program kerja sebelumnya, mengidentifikasi keberhasilan dan kendala, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi diperlukan untuk menyelaraskan visi dan misi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, sementara perencanaan dilakukan untuk menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia berharap Rakerwil tidak hanya menghasilkan dokumen program kerja, tetapi juga melahirkan gerak bersama yang terkoordinasi dalam satu komando sehingga setiap program dapat dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.

Teguhkan Iman Untuk Jawab Tantangan Zaman

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Bali, Ustadz Didik Khoiruddin, S.Pd.I., dalam arahannya menyampaikan bahwa Hidayatullah ibarat sebuah kapal di tengah lautan yang menjadi sarana untuk meraih pertolongan Allah SWT. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan organisasi sebagai wadah perjuangan yang dijalankan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7:

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

“Setiap amal kebaikan sekecil apa pun memiliki nilai di sisi Allah dan akan dipertanggungjawabkan kelak. Kita juga harus memperhatikan pesan dalam Surah As-Sajdah ayat 12 tentang pentingnya memanfaatkan waktu di dunia untuk memperbanyak amal saleh sebelum datang penyesalan di akhirat,” ujarnya.

“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan.” (QS. As-Sajdah: 12)

Lebih lanjut, ia mengingatkan Surah Al-‘Ashr ayat 1–3 yang menegaskan pentingnya iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)

“Tantangan perjuangan terkadang datang dari lingkungan terdekat, baik keluarga, anak, maupun pergaulan. Karena itu, setiap kader diharapkan mampu menjaga keteguhan iman dan istiqamah dalam perjuangan dakwah,” pungkasnya.

Pada kegiatan penutupan Rakerwil, Ketua Departemen Ekonomi PP Mushida, Ustadzah Ina Sriwahyuni, S.Pd., memberikan penguatan terkait pentingnya membangun organisasi yang mandiri.

Ia menjelaskan bahwa kemandirian Mushida harus dibangun dalam tiga aspek utama, yaitu ekonomi, kebijakan, dan pengembangan organisasi.

“Pertama, mandiri secara ekonomi. Mushida harus membangun kekuatan ekonomi organisasi melalui pemberdayaan usaha muslimah, penguatan ekonomi keluarga, koperasi, dan berbagai unit produktif,” jelasnya.

Menurutnya, organisasi yang kuat memerlukan daya dukung finansial yang sehat agar mampu menjalankan program secara berkelanjutan.

Selain itu, Mushida juga harus mandiri dalam menetapkan kebijakan yang selaras dengan jati diri Hidayatullah tanpa intervensi yang menyimpang dari prinsip perjuangan.

Ia juga menekankan pentingnya kemandirian dalam pengembangan organisasi melalui pembinaan dan kaderisasi internal.

“Mushida harus mampu menyiapkan kader-kader internalnya sendiri untuk menjadi penggerak, pelatih, dan pemimpin tanpa selalu bergantung pada pihak luar,” tuturnya.

Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Bali diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, serta mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan organisasi.*/PW Mushida Bali

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rois ‘Aam Hidayatullah Tekankan Kemuliaan Syura dalam Rangakaian Munas VI Mushida

    Rois ‘Aam Hidayatullah Tekankan Kemuliaan Syura dalam Rangakaian Munas VI Mushida

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida — Rangkaian Musyawarah Nasional Muslimat Hidayatullah (Munas Mushida) mendapatkan penguatan ruhiyah yang sangat mendalam melalui tausyiah Rois ‘Aam Hidayatullah, K.H. Abdurrahman Muhammad pada 28 November 2025 di Hotel Grand Dafam Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan urgensi syura sebagai fondasi kepemimpinan dan sistem pengokoh gerakan dakwah Hidayatullah. Di hadapan para peserta Munas, Rois […]

  • Ketika “Cieee” Tak Semata Candaan

    Ketika “Cieee” Tak Semata Candaan

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KATA “cieee” adalah frasa yang sudah terbilang mainstream dan sangat populer di masyarakat saat ini. Kata ini telah familiar dituturkan tidak saja anak muda, mahasiswa, pelajar, aktivis, tetapi juga sering terdengar di sudut-sudut dusun. Entah siapa memulainya, yang jelas kata “cieee” telah menjadi semacam selorohan untuk menggoda, bercanda, usil menjahili, atau sekedar ingin memuji. Namun, terkadang, yang […]

  • Departemen Ekonomi PP Mushida Selenggarakan Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah

    Departemen Ekonomi PP Mushida Selenggarakan Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah mempersembahkan “Seminar Halal, Thoyyib, dan Berkah” pada 06/08/2022 di Gedung Dakwah, Cipinang, Jakarta. Seminar ini disiarkan melalui kanal YouTube Mushida Official, dihadiri oleh peserta offline dan online yaitu peserta Daurah Murobbiyah Wustha Nasional II, Pengurus PP, PW, PD, dan Umum. Gaya hidup merupakan cara seseorang menjalani hidupnya sehari-hari yang dipengaruhi […]

  • Dari Papua Barat Daya, Muslimat Hidayatullah Diharapkan Menjadi Pilar Ketahanan Keluarga

    Dari Papua Barat Daya, Muslimat Hidayatullah Diharapkan Menjadi Pilar Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Papua Barat Daya – Ketahanan keluarga adalah pondasi utama dalam membentuk masyarakat yang berakhlak dan memiliki daya saing di tengah dinamika pembangunan nasional. Demikian penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) I Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya yang digelar di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Jum’at, 13 Rajab 1447 (2/1/2026). Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) […]

  • Orientasi Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    (Jakarta, Mushida.org) Orientasi Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah diselenggarakan di Aula Orny Loebis, Kantor DPP Hidayatullah, Cipinang, Jakarta, pada 12 Sya’ban 1447 H / 31 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta dari Pengurus Tingkat Pusat Muslimat Hidayatullah yang terdiri dari Majelis Penasihat, Majelis Mudzakarah, Majelis Murabbiyah Pusat, dan Pengurus Pusat. Orientasi mengusung tema […]

  • Padatnya Kegiatan Ramadhan Muslimat Hidayatullah di Berbagai Daerah

    Padatnya Kegiatan Ramadhan Muslimat Hidayatullah di Berbagai Daerah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jun 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan dan limpahan pahala, tak hanya disambut dengan suka cita. Berbagai kegiatan baik yang bersifat ruhaniyah dan insaniyyah(sosial) digelar oleh pengurus Muslimat Hidayatullah (Mushida) di berbagai daerah. Berita selengkapnyaFoto Selengkapnya

expand_less