Mabit Keputrian Surabaya Tanamkan Nilai, Tumbuhkan Karakter, dan Hadirkan Manfaat bagi Umat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mojokerto — Muslimat Hidayatullah Surabaya bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al Hakim dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT) Keputrian pada 26–27 Juni 2026 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Hidayatullah Seloliman, Trawas, Mojokerto.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi ini bertujuan memperkuat spiritualitas, membangun karakter kepemimpinan, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengembangan diri secara berkelanjutan. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembinaan spiritual, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan.
Ketua Panitia, Mirda, mahasiswi tingkat akhir STAI Luqman Al Hakim, menyampaikan bahwa MABIT Keputrian diharapkan menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan muslimah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kepedulian sosial, serta karakter kepemimpinan yang kuat.
“Kami berharap MABIT Keputrian menjadi wadah pembinaan yang mampu melahirkan muslimah yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, peduli terhadap sesama, dan siap menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.
Mengusung tema “Tumbuh dengan Konsisten, Berkembang dengan Kesadaran”, kegiatan ini menghadirkan sesi kajian motivasi yang disampaikan oleh Ustadzah Qurrotu A’yun selaku pendamping dan murabbiyah Keputrian Surabaya.
Dalam materinya, ia mengajak peserta memahami bahwa proses bertumbuh merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, keistiqamahan, dan kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter muslimah yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman dengan berpedoman pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.
“Bertumbuh bukanlah perubahan besar yang terjadi secara instan. Bertumbuh membutuhkan proses yang dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara istiqamah dan penuh komitmen. Jangan menyepelekan perubahan kecil, karena perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan perubahan besar dalam diri kita,” pesannya.
Selain mengikuti pembinaan, para peserta juga melaksanakan kegiatan sosial berupa penyaluran Al-Qur’an kepada masyarakat sekitar Pusdiklat Hidayatullah Seloliman sebagai bentuk dukungan terhadap syiar Islam dan upaya meningkatkan semangat membaca serta mempelajari Al-Qur’an.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, seluruh peserta turut berpartisipasi dalam penanaman bibit pohon di kawasan Pusdiklat. Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen muslimah sebagai khalifah di muka bumi untuk menjaga kelestarian alam sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.
Rangkaian MABIT ditutup dengan kegiatan rihlah ke Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempererat ukhuwah antarpeserta.
Salah seorang peserta, Naila Izzah Salsabilah, mahasiswi semester dua Program Studi Ekonomi Syariah STAI Luqman Al Hakim, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
“MABIT pertama saya selama kuliah di STAI Luqman Al Hakim benar-benar seru. Bukan hanya healing, tetapi kami juga mendapatkan banyak ilmu, pengalaman pengabdian kepada masyarakat, dan ukhuwah yang semakin erat, terutama bagi kami yang baru satu tahun merantau di Surabaya,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan. Suasana alam Pusdiklat Hidayatullah Seloliman yang sejuk, dipadukan dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan inspiratif, menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun kesadaran untuk terus bertumbuh menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat.
Melalui sinergi antara Mushida Surabaya, STAI Luqman Al Hakim, dan GMH Jawa Timur, kegiatan ini diharapkan menjadi program pembinaan yang berkelanjutan dalam mencetak kader-kader muslimah yang berakhlak mulia, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan terwujudnya peradaban Islam.
- person
- Penulis: Qurrotu A’yunin, Jawa Timur

Saat ini belum ada komentar