Mushida Depok Gelar Halaqah Gabungan dan Lepas Kader Terbaik Untuk Tugas Dakwah di Lombok

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depok — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Depok menyelenggarakan Halaqah Gabungan di Aula Abdullah Said, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jum’at (26/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh murabbiyah, pengurus, dan anggota Mushida Kota Depok sebagai ajang mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan keislaman.
Mengusung tema “Makna dan Implementasi Hijrah dalam Kehidupan Manusia”, halaqah ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menguatkan semangat hijrah sebagai budaya perjuangan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Hidayatullah selama lebih dari lima dekade.
Dalam materinya, Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd., menjelaskan bahwa budaya hijrah di lingkungan Hidayatullah merupakan implementasi dari perjalanan dakwah Rasulullah SAW dalam membangun peradaban Islam.
Menurutnya, dengan visi “Membangun Peradaban Islam”, Hidayatullah berupaya meneladani langkah-langkah Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat Islam, mulai dari Makkah hingga Madinah.
“Hijrah bukan hanya berpindah tempat. Meninggalkan sesuatu yang tidak pada tempatnya juga merupakan bentuk hijrah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan tantangan hijrah di era digital yang salah satunya berkaitan dengan penggunaan telepon genggam.
“Tantangan hijrah zaman sekarang adalah handphone. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ‘berhala modern’. Ada dua syarat agar handphone tidak menjadi berhala bagi kita, yaitu tidak mengganggu halaqah rutin dan tidak mengganggu pelaksanaan Gerakan Nawafil Harian (GNH),” jelasnya.
Setelah sesi kajian, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasan salah satu kader terbaik Mushida Depok, Ustadzah Neny Setiawaty, S.S., M.Pd., yang mendapat amanah baru untuk mendampingi suami melanjutkan dakwah di Pesantren Hidayatullah Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Suasana haru dan penuh rasa syukur mewarnai prosesi pelepasan yang ditandai dengan penyerahan cenderamata serta doa bersama untuk kelancaran tugas dakwah di tempat yang baru.
Ketua Pengurus Daerah Mushida Depok, Siti Ratna Sari Hulu, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ustadzah Neny Setiawaty selama mengabdi di Depok.
“Kader yang kita lepas hari ini adalah aset dakwah yang sangat berharga. Semoga ilmu, pengalaman, dan tarbiyah yang telah dijalani di Depok menjadi amal jariyah, serta Allah memberikan kemudahan dalam menjalankan amanah di tempat yang baru,” tuturnya.
Salah seorang peserta halaqah juga mengaku memperoleh banyak pelajaran dari kajian tersebut.
“Kajian ini sangat menyentuh. Ada satu kalimat yang sangat saya ingat, yaitu ‘Iman membutuhkan keikhlasan, hijrah membutuhkan perubahan, dan jihad membutuhkan pengorbanan’,” ungkapnya.
Melalui Halaqah Gabungan ini, Mushida Depok berharap semangat hijrah terus tumbuh dalam diri setiap kader sehingga mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kapasitas keilmuan dan kontribusi dalam perjuangan dakwah.
- person
- Penulis: Aida H.M

Saat ini belum ada komentar