Perkuat Kompetensi SDM, PP Muslimat Hidayatullah Gelar Knowledge Sharing dan Coaching

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menggelar kegiatan Knowledge Sharing dan Coaching di Kantor PP Mushida pada 30 Juni 2026/15 Muharram 1448 H. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Nikmatul Afiyah dan diikuti oleh jajaran pengurus harian PP Mushida sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas kepemimpinan organisasi.
Dalam arahannya, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, M.Pd., mengajak seluruh pengurus untuk mensyukuri kesempatan bermusyawarah sebagai salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
“Sharing session ini merupakan bagian dari musyawarah karena di dalamnya kita saling mendengar, berbagi pengalaman, dan memberikan masukan. Di mana pun ilmu itu berada, ambillah karena itu adalah milik orang Islam yang hilang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia masih memberikan ruang yang luas bagi umat Islam untuk beribadah dan berdakwah sehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Dalam sesi materi, Dr. Nikmatul Afiyah memperkenalkan dirinya sebagai aparatur sipil negara di Kementerian Agama yang saat ini sedang mengikuti proses menjadi widyaiswara, yaitu pelatih yang bertugas meningkatkan kompetensi para guru di lingkungan Kementerian Agama. Sejak mutasi ke Bali pada awal 2026, ia bergabung dengan Hidayatullah Bali dan mengaku merasakan kebahagiaan dapat menjadi bagian dari Muslimat Hidayatullah.
“Berada di lingkungan Mushida membuat kita saling menguatkan ketika iman sedang turun. Ukhuwah seperti ini adalah nikmat yang sangat membahagiakan,” ungkapnya.
Ia juga berbagi pengalaman merintis halaqah di Bali sejak 2012 yang hingga kini masih berjalan aktif. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan organisasi.
“SDM yang unggul akan menghasilkan kinerja organisasi yang unggul. Setiap kita harus memiliki personal branding dan terus mengembangkan kompetensi di mana pun kita ditugaskan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam organisasi bukanlah beban yang menghambat aktivitas utama, melainkan ruang untuk memperluas wawasan sekaligus memberikan kontribusi sebagai mujahidah Hidayatullah.
Pada sesi coaching, Dr. Nikmatul Afiyah memperkenalkan pendekatan komunikasi yang berorientasi pada pemberdayaan. Menurutnya, seorang coach tidak seharusnya langsung memberi solusi atau menggunakan kalimat “sebaiknya”, tetapi membantu lawan bicara menemukan jawabannya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif.
“Dalam coaching, tugas kita adalah memvalidasi, memfasilitasi, dan memfrase ulang. Kepuasan seorang coach bukan ketika ia memberi jawaban, tetapi ketika orang yang didampingi berhasil menemukan solusi atas persoalannya sendiri,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa coaching lebih bersifat personal, sedangkan konseling dapat dilakukan baik secara personal maupun kelompok. Pengalaman mendampingi pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kementerian Agama memperkaya perspektifnya dalam membangun komunikasi yang efektif.
Selain itu, Dr. Nikmatul juga memperkenalkan konsep eko-teologi, yaitu upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan serta memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari tanggung jawab seorang muslim terhadap alam.
Melalui kegiatan Knowledge Sharing dan Coaching ini, PP Muslimat Hidayatullah berharap para pengurus semakin bertumbuh menjadi pemimpin yang adaptif, mampu mengembangkan potensi diri dan orang lain, serta terus memperkuat budaya belajar sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang profesional, mandiri, dan berpengaruh.
- person

Saat ini belum ada komentar