PP Mushida Perkuat Ukhuwah dan Budaya Bersama Al-Qur’an Melalui Mabit dan Tasmi’ Juz’iyyah
- Berita Pengurus Pusat
- calendar_month 8 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan kegiatan Mabit dan Tasmi’ Juz’iyyah sebagai ikhtiar memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas ruhiyah, serta meneguhkan komitmen para pengurus dalam menjaga dan murajaah hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini dilaksanakan pada 24-25 Juli 2026/9-10 Safar 1448 H di Kantor PP Muslimat Hidayatullah, Cipinang, Jakarta Timur.
Kegiatan yang diawali dengan shalat Maghrib berjamaah ini dilanjutkan dengan pembukaan, tausyiah Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, serta pelaksanaan tasmi’ juz’iyyah secara berkelompok. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri atas lima orang. Dalam setiap kelompok, peserta secara bergantian menyetorkan hafalan satu juz dalam sekali duduk sesuai juz yang telah dipilih, yaitu juz 28, 29, 30, 1, atau 2, sementara anggota kelompok lainnya menyimak dan saling mengoreksi hafalan.
Rangkaian kegiatan berlangsung hingga keesokan pagi dengan diisi shalat Isya berjamaah, qiyamul lail, shalat Subuh berjamaah, wirid bersama, olahraga, serta sarapan bersama. Kebersamaan dalam ibadah dan interaksi yang terbangun selama mabit menjadi sarana mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus dalam mengemban amanah organisasi.
Dalam tausiyah pembukaan, Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah mengajak seluruh peserta untuk menjadikan aktivitas menghafal dan murajaah Al-Qur’an sebagai jalan meraih kemuliaan di sisi Allah SWT. Beliau mengawali penyampaiannya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 9:
”…Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9)
Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut menggunakan gaya bahasa retoris (istifham inkari) yang menegaskan bahwa kedudukan orang yang berilmu tidak mungkin disamakan dengan orang yang tidak berilmu. Kemuliaan ilmu merupakan salah satu jalan yang mengangkat martabat seorang hamba di hadapan Allah SWT.
Selanjutnya, beliau mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Mengutip penjelasan para ulama, beliau menyampaikan bahwa kemuliaan tersebut menunjukkan betapa tinggi kedudukan ilmu di sisi Allah. Karena itu, setiap proses menghafal, menjaga, dan memperbaiki hafalan Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus meningkatkan kualitas diri di hadapan-Nya.
“Semakin kita menjaga hafalan melalui murajaah dan semakin baik kualitas hafalan kita, maka semakin tinggi pula derajat yang Allah anugerahkan,” pesan beliau, seraya mengingatkan bahwa kemuliaan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus istiqamah bersama Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ’anhu:
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama.” (Muttafaq ’alaih)
Beliau menegaskan bahwa memahami agama merupakan tanda kebaikan yang Allah kehendaki bagi seorang hamba. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa memohon kepada Allah agar dianugerahi pemahaman agama yang benar dan ilmu yang bermanfaat, sebagaimana doa yang beliau panjatkan bersama peserta, “Allāhumma faqqihnā fid-dīn wa ’allimnā fid-dīn” (Ya Allah, berilah kami pemahaman yang mendalam tentang agama dan ajarkanlah kepada kami ilmu agama).
Melalui kegiatan Mabit dan Tasmi’ Juz’iyyah ini, PP Muslimat Hidayatullah berharap semakin tumbuh budaya murajaah dan tasmi’ di kalangan pengurus, sehingga Al-Qur’an tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi pedoman hidup, sumber kekuatan ruhiyah, serta inspirasi dalam menjalankan amanah dakwah dan organisasi. Semangat kebersamaan yang terbangun selama mabit diharapkan menjadi modal penting untuk terus menghadirkan Muslimat Hidayatullah yang semakin Qur’ani, kokoh dalam ukhuwah, dan istiqamah dalam perjuangan.
- person
- Penulis: Zahratun Nahdhah

Saat ini belum ada komentar