light_mode
light_mode

Webinar Pendidikan Muslimat Hidayatullah Tegaskan Tujuan Pendidikan Islam Lahirkan Insan Kamil

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta — Departemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) PP Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar Konsep Pendidikan Hidayatullah pada Sabtu, 12 September 2026/30 Rabiu Awwal 1448 H. Kegiatan yang diikuti oleh 410 partisipan yang terdiri dari guru dan kader Muslimat Hidayatullah se-Indonesia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang landasan dan paradigma pendidikan Hidayatullah yang berasaskan tauhid.

Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., dalam sambutannya mengajak peserta untuk mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu serta berupaya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

“Semoga Allah memberikan hidayah agar kita dapat mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan. Konsep pendidikan Hidayatullah adalah iman, ilmu, amal. Kita perbaiki niat untuk mendapatkan ilmu,” tuturnya.

Materi webinar disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Syura Hidayatullah, K.H. Nashirul Haq, L.c., M.A., yang menguraikan paradigma pendidikan Islam, sumber ilmu, metode memperoleh ilmu, serta konsep pendidikan Hidayatullah.

Dalam pemaparannya, K.H. Nashirul Haq menegaskan bahwa pendidikan harus ditata berasaskan tauhid, yaitu menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya sumber ilmu.

“Pendidikan harus ditata berasaskan tauhid. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang, maka hal itu akan menjadikannya semakin bertambah keimanan dan ketakwaannya,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencerdaskan manusia secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang utuh atau insan kamil. Menurutnya, insan kamil merupakan manusia yang berkembang secara menyeluruh dalam lima dimensi utama, yakni ruhiyah, aqliyah, jismiyah, nafsiyah, dan ijtimaiyah.

“Pendidikan Islam diarahkan untuk melahirkan insan kamil yang memadukan lima dimensi, yaitu ruhiyah, aqliyah, jismiyah, nafsiyah, dan ijtimaiyah,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan sumber ilmu yang terdiri atas ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah meliputi Al-Qur’an, hadis, dan khabar shadiq. Sementara itu, ayat kauniyah dipahami melalui saluran ilmu berupa persepsi indra, akal sehat, dan intuisi hati.

“Dalam Islam, sumber ilmu mencakup ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Keduanya menjadi landasan bagi manusia dalam memahami ilmu dan mengenali kebesaran Allah SWT,” ungkapnya.

K.H. Nashirul Haq juga menjelaskan pembagian ilmu menjadi ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Selain itu, terdapat tiga metode memperoleh ilmu, yaitu bayani, burhani, dan irfani.

“Metode bayani bertitik tolak pada teks atau nash. Metode burhani berbasis pada akal, penelitian, dan eksperimen. Adapun metode irfani bertitik tolak pada ilmu hudhuri dan mengandalkan ketajaman intuisi batin,” jelasnya.

Dalam pembahasan mengenai konsep pendidikan Hidayatullah, ia menerangkan bahwa istilah tarbiyah digunakan untuk menggambarkan proses pendidikan yang berlangsung secara bertahap dan menyeluruh.

“Hidayatullah memilih istilah tarbiyah, yaitu penumbuhkembangan manusia secara bertahap pada segala aspeknya dalam rangka mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sesuai dengan metode Islami,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan Islam diarahkan untuk membentuk insan rabbani, yakni sosok yang memiliki kedalaman ilmu, ketundukan kepada Allah, serta kemampuan menjadi rujukan dalam berbagai bidang kehidupan, baik urusan agama maupun dunia.

“Target output dari pendidikan Islam adalah manusia yang insan kamil, yang terasah dari setiap aspeknya,” tegasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, proses pendidikan mencakup sejumlah aspek pembangunan, antara lain pembangunan intelektual (intellectual building), keimanan (faith building), ibadah (worship building), karakter (character building), profesionalitas (professional building), dan fisik (physical building).

Selain itu, dipaparkan pula karakteristik pendidikan Islam yang meliputi rabbaniyah, syumuliyah, tawazun, tsabat wa murunah, waqi’iyah, dan tadarrujiyah. Karakteristik tersebut menegaskan bahwa pendidikan Islam harus berlandaskan nilai ketuhanan, menyeluruh, seimbang, kokoh dalam prinsip namun fleksibel dalam penerapan, realistis, serta dilaksanakan secara bertahap.

Melalui webinar ini, Departemen PAUD PP Muslimat Hidayatullah diharapkan semakin memahami konsep pendidikan Hidayatullah dan mampu menerapkannya dalam proses pembinaan serta pendidikan anak. Dengan demikian, pendidikan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan generasi yang beriman, berilmu, beramal, dan berkarakter rabbani.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sadari, Sebelum Ia Beranjak Pergi

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Dia yang katanya istimewa, kabar akan kedatangannya sudah ku dengar bahkan jauh-jauh hari. Mengapa aku hanya biasa saja menanggapinya, seolah yang datang tidaklah istimewa di hati. Hingga hari kedatangannya pun tiba, euforia malah nampak dari orang-orang di sekelilingku, tapi tidak denganku. Pintu pun akhirnya kubuka, tampak senyum yang terkembang seraya berkata, “Izinkan aku menemanimu sementara […]

  • PD Muslimat Hidayatullah Surabaya Gelar Tarhib Ramadhan 1437 Hijriyah

    PD Muslimat Hidayatullah Surabaya Gelar Tarhib Ramadhan 1437 Hijriyah

    • calendar_month Jumat, 27 Mei 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Genderang menyambut bulan suci Ramadhan semakin bergaung di seantero dunia. Berbagai cara dilakukan oleh setiap kelompok maupun individu untuk menyambut kedatangan tamu agung ini. Demikian halnya dengan Muslimat Hidayatullah Surabaya. Pada tanggal 16 sya’ban 1437 H / 24 mei 2016, Pengurus Daerah (PD) Muslimat Hidayatullah Surabaya menggelar acara Targhib Ramadhan bersama masyarakat sekitar Kejawan Putih […]

  • Rois ‘Aam Hidayatullah Tekankan Kemuliaan Syura dalam Rangakaian Munas VI Mushida

    Rois ‘Aam Hidayatullah Tekankan Kemuliaan Syura dalam Rangakaian Munas VI Mushida

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida — Rangkaian Musyawarah Nasional Muslimat Hidayatullah (Munas Mushida) mendapatkan penguatan ruhiyah yang sangat mendalam melalui tausyiah Rois ‘Aam Hidayatullah, K.H. Abdurrahman Muhammad pada 28 November 2025 di Hotel Grand Dafam Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan urgensi syura sebagai fondasi kepemimpinan dan sistem pengokoh gerakan dakwah Hidayatullah. Di hadapan para peserta Munas, Rois […]

  • Kepergian Sang Pejuang

    Kepergian Sang Pejuang

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Ahad, 1 Dzulhijjah 1442 H Pukul 05.33 WIB Pagi itu, terdengar suara handphone berdering. Siapa yang menelepon sepagi ini. Handphone baru saja dicharge. Setelah saya selesai menuntaskan pekerjaan di lapotp pukul 23.10 malam, data internet sengaja dimatikan, hingga belum sempat lagi melihat pesan whatsapp. Bertambah kaget lagi ketika tau siapa yang menelepon, ternyata Ustadzah Neny (Kabid Pelayanan […]

  • Sambut Munas dengan Spirit Dakwah dari Bunda Nunung Nurhayati

    Sambut Munas dengan Spirit Dakwah dari Bunda Nunung Nurhayati

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    TULUS dan tangguh, itulah kata yang terbetik ketika menyimak lika-liku perjuangan daiyah ini. Nunung Nurhayati adalah nama yang tidak asing lagi ketika perbincangan tentang kisah dramatis dakwah Hidayatullah diangkat.  Beliau telah merajut simpul dakwah dari ujung barat sampai ujung timur negeri. Bukan hanya sibuk sebagai Ibu, Organisatoris, pendakwah dan pendidik, beliau juga aktif mengikuti berbagai […]

  • Peran “Madrasatul Uula”  dan Kebangkitan Generasi  Zaman Now

    Peran “Madrasatul Uula” dan Kebangkitan Generasi Zaman Now

    • calendar_month Jumat, 23 Mar 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Nurfaiqoh* BUKANLAH suatu kebetulan bahwa Al-Qur’an menginformasikan kita di dalam surat Al-Qashash mengenai konflik antara Nabi Musa dan Firaun, lalu menjadikan wanita sebagai fokus titik tolak kebangkitan. Allah menyatakan, “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (Al-Qashash […]

expand_less