light_mode
light_mode

Peduli Terhadap Ketahanan Keluarga, Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah Adakan Webinar Ketahanan Keluarga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Keluarga adalah miniatur peradaban. Untuk itu, diperlukan kiat agar keluarga memiliki ketahanan hingga menghasilkan keluarga yang berkualitas. Generasi yang berkualitas akan menentukan kualitas suatu negeri.

Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar Ketahanan Keluarga dengan tema “Mengokohkan Keluarga Indonesia dalam Mendidik Generasi untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Mandiri” pada Sabtu, 25 Februari 2023.

Webinar kali ini diikuti oleh Pengurus Tingkat Pusat, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, kader Muslimat Hidayatullah, dan tamu undangan dari Organisasi Wanita Islam seperti Wanita PUI, PB Wanita Al-Irsyad, Muslimat Al-Washliyah, BMIWI, Salimah, Muslimah Centre, AILA, Teras Quran Al-Quds.

Keluarga berketahanan penentu pembangunan manusia beradab. Ketahanan keluarga seperti sebuah bangunan rumah.

“Kita memiliki tantangan yang besar dalam membangun generasi yang beradab. Orang yang memiliki adab walaupun kurang berilmu, lebih mulia daripada yang berilmu tetapi kurang beradab,” ungkap narasumber pertama, Guru Besar IPB Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M. Si.

Menurutnya, ilmu dan adab seharusnya bisa selaras. Dengan ilmu, maka seseorang bisa memperbaiki adabnya. Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk melahirkan seseorang yang bertakwa dan berakhlak mulia.

Mengapa kondisi manusia saat ini kurang beradab?

“Kurang adab dan sifat buruk seseorang bukan berasal dari fitrah. Tetapi karena kurangnya penanaman adab sejak dini di lingkungan keluarga,” imbuh Ketua Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia ini.

Efektivitas internalisasi adab di keluarga dapat diikhtiarkan melalui penguasaan lingkup pengasuhan, metode yang memadai dan konsistensi.

“Dalam membangun keluarga, kita harus meneladani keluarga anbiya’ yang menyeru kepada tauhid. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang selalu mengokohkan tauhid,” sebut narasumber ke dua, Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Dr. Shabriati Aziz, M.Pd.I.

Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim)

“Ajarilah mereka adab dan ilmu,” jelasnya dalam mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib dalam kitab Ibnu Katsir.

Menurutnya, keluarga yang kokoh adalah keluarga yang memiliki tauhid, sakinah mawaddah wa rahmah dan terhindar dari api neraka.

Dalam pemaparannya, beliau mengurai konsep Sistematika Wahyu (SW) sebagai manhaj Hidayatullah yang bersifat ijtihadi melalui wahyu-wahyu pertama yang turun pada masa awal kenabian dan kerasulan Rasulullah. Sistematika Wahyu (SW) terdiri atas 5 surat yang di antaranya Al-Alaq ayat 1-5, Al-Qolam ayat 1-7, Al-Muzamil ayat 1-10, Al-Mudadatstsir ayat 1-7, dan Al-Fatihah ayat 1-7.

“Sistematika wahyu sebagai pola pembangunan keluarga yang memiliki ketahanan sehingga dapat menghasilkan output keluarga yang muwahid, muslim, muttaqin, mujahid, shalih,” pungkasnya.

Sedangkan narasumber ke tiga, seorang ibu dari 10 anak penghafal Al-Quran, Dra. Wirianingsih, M.Si. mengutip perkataan Imam Suyuti, “Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak merupakan salah satu pilar dari pilar-pilar Islam sehingga mereka bisa tumbuh di atas fitrah dan cahaya hikmah yang akan terlebih dahulu memasuki jiwanya sebelum hawa nafsu menjelajahinya dan sebelum ternodai oleh kemaksiatan dan kesesatan.” 

“Orang tua harus mengupayakan dalam mengarahkan anak pada sebuah keyakinan bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb mereka dan Al-Qur’an adalah firman-Nya. Agar ruh Al-Qur’an dapat bersemayam pada jiwa mereka, cahayanya bersinar dalam pikiran mereka, intelektualitas dan indra mereka,” tuturnya.

Menurutnya, membangun keluarga dengan mendidik anak dapat dilakukan dengan mempelakukan seorang anak bagaikan raja pada tujuh tahun pertama, memperlakukannya bagaikan tawanan pada tujuh tahun ke dua, dan memperlakukannya bagaikan sahabat pada tujuh tahun ke tiga.

“Guru dan sekolah merupakan mitra strategis dalam proses pendidikan anak. Namun tanggung jawab dan arah pendidikan tetap ada pada orang tua,” tegasnya.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sebagaimana perkataan yang masyhur, bahwa wanita (ummahat) menjadi pondasi dasar terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut. Jika ingin melihat kekuatan dan ketahanan suatu umat dan bangsa, maka lihatlah kualitas ummahat yang ada. Jika kualitas ummahat mereka baik, insya Allah maka  kekuatan negara mereka juga baik dan sulit untuk dipengaruhi oleh ideologi […]

  • Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    Membangun Karakter Diri Muslimah dan Teladan Mulia Keluarga Ibrahim Alaihissalam

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Masih dalam rangkaian acara Persidangan Wanita Antarbangsa (Perwanis) 2016 yang berlangsung tanggal 26-27 April lalu di Malaysia lalu, Sekretaris Majelis Penasehat Muslimat Hidayatullah, Irawati Istadi, memaparkan pidatonya pada sidang plenary. Dalam pidatonya Irawati menegaskan bahwa menjadi ibu bagi muslimat adalah menjadi sebuah keutamaan, walaupun setelah itu seorang muslimat bisa memilih untuk juga menjadi guru, dokter, […]

  • Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak Menggelar Daurah Shalat

    Muslimat Hidayatullah Gunung Tembak Menggelar Daurah Shalat

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BALIKPAPAN – Departemen Dakwah Muslimat Hidayatullah Wilayah Khusus Gunung Tembak menggelar acara pelatihan (daurah) shalat. Acara ini mengangkat tema “ Shallu Kama Raaitumuuni Ushalli”. Acara ini diselenggarakan di Aula Prasmanan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan yang beralamat di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Ahad (10/07/2017). Dalam kegiatan ini menghadirkan pembicara Anggota Majelis Mudzakarah […]

  • Mushida Jawa Timur Gelar Kajian Parenting dan Training Kader

    Mushida Jawa Timur Gelar Kajian Parenting dan Training Kader

    • calendar_month Minggu, 18 Des 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Puluhan muslimat memadati Aula PG-RA Yaa Bunayya Srengat, Blitar, Jawa Timur, dalam acara kajian parenting dan Daurah Marhalah Ula yang digelar oleh Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Timur. Pelatihan yang bekerjasama dengan Pengurus Daerah (PD) Mushida Blitar ini menghadirkan Ustadz Arifin selaku ketua Departemen Organisasi Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Ustadz Arifin dalam arahannya […]

  • Terapkan Protokol Kesehatan, PW Mushida Kepri Siap Sambut Munas

    Terapkan Protokol Kesehatan, PW Mushida Kepri Siap Sambut Munas

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BATAM — Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau (Kepri) Yusmillah mengatakan bahwa banyak persiapan yang dilakukan dalam menyambut pergelaran Munas V Mushida.  Salah satunya yaitu menyiapkan tiga titik kumpul untuk menyaksikan Munas virtual Mushida, di antaranya yaitu di Pengurus Daerah (PD) Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, dan Bintan.   “Setiap titik kumpul diikuti […]

  • Mushida Gelar Lomba Kebersihan Rumah Sambut Munas

    Mushida Gelar Lomba Kebersihan Rumah Sambut Munas

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Guna mensukseskan Munas Hidayatullah ke-4, Muslimat Hidayatullah (Mushida) Gunung Tembak, Balikpapan mengadakan lomba kebersihan rumah di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Balikpapan, Ahad (25/10/2015). Lomba yang diprakarsai oleh Departemen Sosial Mushida ini melibatkan seluruh ibu-ibu yang mendiami Ponpes Hidayatullah kampus Gunung Tembak. Diketahui, dengan luas areal sekitar 120 hektar lebih, warga Ponpes Hidayatullah saat ini […]

expand_less