light_mode
light_mode

Muslimat Hidayatullah Riau Siap Bertransformasi dan Perkuat Jati Diri

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI — Muslimat Hidayatullah Riau menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada 16 Mei 2026/ 28 Dzulqa’dah 1447 H di Kampus Madya Hidayatullah Dumai, Riau.

Rakerwil ini menjadi forum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan arah perjuangan, serta merumuskan program kerja yang adaptif terhadap tantangan zaman. Mengusung semangat penguatan jati diri dan transformasi organisasi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah nyata bagi kemajuan dakwah dan pemberdayaan umat.

Mewakili Ketua Umum PP Mushida, Ketua Departemen Keputrian PP Mushida, Mutiah Najwati, S.H.I., M.Pd., dalam arahannya menyampaikan bahwa Rakerwil merupakan forum tertinggi di lingkungan Mushida yang memiliki nilai penting dalam melakukan konsolidasi jati diri organisasi.

“Sejak awal berdiri, Hidayatullah menekankan pembinaan aqidah dan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai sarana pembentukan kader. Karena itu, konsolidasi jati diri harus terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi tidak hanya menyangkut identitas organisasi, tetapi juga penguatan tradisi tarbiyah dan kepemimpinan berbasis keteladanan Rasulullah SAW.

Selain itu, ia menekankan pentingnya transformasi organisasi di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan budaya yang berlangsung sangat cepat.

Muslimat Hidayatullah memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat sehingga transformasi organisasi harus memberi ruang bagi muslimah untuk tampil sebagai aktor mandiri tanpa kehilangan kultur dan jati diri organisasi.

“Kemandirian organisasi harus dibangun melalui penguatan kapasitas finansial, intelektual, dan jaringan sosial yang kuat, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan dan pemberdayaan umat,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Riau, Marhamah, S.Pd.I., dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus untuk tidak meremehkan amanah sekecil apa pun dalam organisasi.

Ia berharap seluruh program yang disusun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam penguatan keluarga sesuai visi perjuangan Mushida.

“Amanah ini jangan dianggap sebagai beban, karena amanah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Dengan amanah, Allah memberi peluang kepada kita untuk terus meminta pertolongan-Nya agar setiap kerja dakwah bernilai pahala dan keberkahan,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk meneladani pengorbanan Khadijah binti Khuwailid dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW.

“Pengorbanan kita di jalan dakwah ini belum seberapa. Mari belajar dari istri Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwailid, yang hingga akhir hayatnya menyerahkan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama Allah SWT,” ujarnya.

Dalam pantun, ia turut menyampaikan pesan budaya Melayu yang menjunjung tinggi nilai agama dan adab sebagai kekuatan dalam perjuangan dakwah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Riau, Suheri Abdullah, M.M., menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja secara nyata dan terukur.

“Seluruh program yang telah disusun oleh departemen harus dilaksanakan, tidak hanya ditulis. Tulis apa yang mau dikerjakan, kerjakan apa yang ditulis, sehingga program lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jati diri adalah inti dari identitas seseorang yang mencakup nilai-nilai, keyakinan, karakter, bakat, hingga tujuan hidup.

“Tetap istiqamah karena kita sudah berada dijalur yg benar. Dengan tetap istiqomah, Allah tidak tinggal diam, Dia menurunkan malaikat untuk terus mendapingi kita yg terus mendoakan kita untuk tidak takut dan bersedih dalam gerakan perjuangan ini karena surga menanti kita,” ujarnya.

Ketua Departemen Sosial dan Kesehatan PP Mushida, Saidah Abdullah Said, pada penutupan acara menyampaikan penguatan mengenai pentingnya membangun organisasi yang mandiri dalam tiga aspek utama.

Pertama, mandiri secara ekonomi melalui pemberdayaan usaha muslimah, penguatan ekonomi keluarga, koperasi, dan unit-unit produktif organisasi.

“Kedua, mandiri secara kebijakan dengan menjaga setiap keputusan organisasi agar tetap selaras dengan jati diri Hidayatullah dan kebutuhan umat tanpa intervensi yang menyimpang dari prinsip perjuangan,” urainya.

Ketiga, mandiri dalam pengembangan organisasi melalui pembinaan dan kaderisasi internal agar mampu melahirkan kader-kader penggerak secara berkelanjutan.

“Jika suatu wilayah membutuhkan penguatan kepemimpinan, maka Mushida harus mampu menyiapkan kader internalnya sendiri tanpa selalu bergantung pada pihak luar,” jelasnya.

Melalui Rakerwil ini, Muslimat Hidayatullah Riau diharapkan semakin solid dalam memperkuat dakwah, pembinaan keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan umat, serta mampu menjadi organisasi muslimah yang mandiri dan berpengaruh di tengah masyarakat.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ideasi Berbasis Design Thinking Leadership Training Talenta Muda Muslimat Hidayatullah

    Ideasi Berbasis Design Thinking Leadership Training Talenta Muda Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Ideasi adalah tahapan penting untuk menghasilkan dan mengembangkan ide-ide kreatif. Ideasi memanfaatkan pengetahuan, pengalaman, dan kreativitas kolektif individu di semua tingkatan organisasi. Melihat kondisi lingkungan buruk, dan banyaknya sampah di mana-mana. Untuk itu, harus ada solusi dalam menangani masalah tersebut. Salah satunya dengan cara menginstegrasikan aspek sosial dalam design thinking. Design thinking ialah […]

  • PP Muslimat Hidayatullah Hadiri Hari Lahir PII Wati ke-58 Tahun: PII Wati sebagai Identitas Perempuan Berkarya dan Berdampak

    PP Muslimat Hidayatullah Hadiri Hari Lahir PII Wati ke-58 Tahun: PII Wati sebagai Identitas Perempuan Berkarya dan Berdampak

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) PII Wati adalah Badan Otonom PII yang didirikan di Yogyakarta pada 1947 yang khusus melakukan pembinaan pelajar putri. Pada awalnya gagasan Korps PII Wati lahir di Training Centre (TC) Keputerian PII se-Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 20-28 Juli 1963 di Surabaya. Dalam perkembangan selanjutnya, Korps PII Wati semakin mandiri. Pengurus Korps PII wati tidak lagi […]

  • Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Muslimat Hidayatullah mendukung pernyataan penolakan DPP Hidayatullah tentang Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Hal tersebut ditegaskan dalam pernyataan resmi Hidayatullah bertajuk “Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah Terkait Terbitnya PP No. 28/2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan”, di […]

  • Pertemuan Perdana Menteri Malaysia dan Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2023
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim yang sedang berada di Jakarta untuk menghadiri ASEAN Summit, Senin, 18 Shafar 1445 (4/9/2023) bertemu dengan Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah, Dr. Hj. Sabriati Aziz, M.Pd.I. Dalam kesempatan forum dialog, Sabriati menyampaikan koneksi antara konsep Wawasan Negara Madani yang digagas oleh Anwar Ibrahim dengan visi membangun […]

  • Mushida Bontang Gelar Training An Nisa untuk Remaja Putri

    Mushida Bontang Gelar Training An Nisa untuk Remaja Putri

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Pimpinan Daerah Muslimat Hidayutullah Kota Bontang menggelar training skala nasional meliputi Training Of Trainer (TOT), Training An Nisa, dan Training Aqidah, beberapa waktu lalu. Pelaksanaan training dipusatkan di Komplek Pesantren Hidayutullah Jl Imam Bonjol Bontang hingga 3 Juli 2008. Acara ini diikuti 400 peserta terdiri seluruh pengurus An Nisa tingkat daerah dan wilayah […]

  • Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Part II Harri Ash Shiddiqie, dalam bukunya yang berjudul “Fanshob, Jangan Hanya Diam”, mengklasifikasi beberapa jenis sikap manusia terkait rasa syukur. Ada yang mengerti ilmu bersyukur dan mau bersyukur. Ada yang mengerti ilmu bersyukur tapi menunda bersyukur. Ada yang faham ilmu bersyukur tapi tidak mau bersyukur. Ada yang tak pernah bersyukur tapi merasa telah banyak […]

expand_less