light_mode
light_mode

Wangimu Silatnas

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Bunda Cinta

Kutulis catatan ini. Saat suara khas penuh kharisma bapak pimpinan sedang mendayu di mesjid agung Ar Riyadh.

Kutulis bait demi bait menggambarkan pikiran jiwaku saat itu. Saat bapak pimpinan mengatakan satu kata untuk Silatnas adalah tercerahkan.

Maka kutulis. Kedatangan kita disilatnas bukan sekedar bertemu teman lama. Mengenang masa lalu yang penuh sejuta cerita.

Reuni dan bercanda ria dengan teman almamater. Melepas kangen dengan sanak keluarga.
Bukan sekedar ingin mencium kembali aroma wangi Gutem tercinta.

Bukan hanya sekedar itu. Namun ada yang lebih besar dari itu.

Kita datang ke Gutem dalam rangka Silatnas, adalah untuk mengecas kembali jiwa-jiwa yg haus akan semangat. Mencerahkan hati-hati yang layu di tempat tugas.  Membangkitan kembali ruh perjuangan yang hampir redup.  Membakar kembali raga-raga yg hampir padam akan beratnya rutinitas di tempat tugas.

Maka semua diatur panitia dan tuan rumah dengan segenap kegiatan-kegiatan berbobot dan bermutu.
Meminta kita yang antrian panjang mandi bergegas tak tertinggal tausiyah pagi dan maghrib.

Mengambil spirit perjuangan dari para asatidz yang tak pernah lelah dalam perjuangan mereka. Walau lelah mengelilingi tempat tempat yang jauh dari halaqoh kita.

Dari bapak pimpinan bahwa anak kambing akan dimakan serigala saat terlepas dari jamaah. Sungguh tak ada yang boleh berlepas diri dari jamaah, kebersamaan dan persaudaraan. Walau sekecil apapun bentuknya.

Belum lagi tausiyah Ustadz Abah Anwari yang membahas mengenai bahwa ritme dan jantung Hidayatullah sebagai gerakan berislam yang selaras dengan spirit Nubuwwah. Insya Allah menguatkan kepercayaan dan semangat kita dalam berjuang di lembaga kita Hidayatullah.

Belum lagi semangat yang ditularkan oleh ustadz terviral di zaman kita, Ust Naspi Arsyad, yang mengatakan yang muda yang harus bergerak dan melangkah cepat, tak boleh kalah dengan prestasi para pendahulu kita dalam memberi konstribusi buat Islam.

Belum lagi tausiyah di sesi-sesi yang lain. Masya Allah, sangat membakar semangat kita.

Buat kawan perjuangan…
Yang masih asyik dengan say hallo dengan kawan tak peduli program.
Mumpung masih ada waktu tuk mengenyam
Semua tausyiah dari materi yang pagi maupun malam
Ayooo kuatkan kaki dan jangan lupa makan.

Perjuangan kita di daerah sangatlah rapuh tanpa spirit perjuangan
Pertahanan kita didaerah akan bobol tanpa adanaya garis komando
Pertahanan kita didaerah akan patah tanpa barisan ukhuwah dan kepercayaan kita pada lembaga ini.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Muslimat Hidayatullah Gelar Lokakarya Kurikulum Pendidikan PAUD

    PP Muslimat Hidayatullah Gelar Lokakarya Kurikulum Pendidikan PAUD

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar acara lokakarya pendidikan yang mengangkat tema “Mengembangkan Visi dan Kurikulum PAUD Hidayatullah yang Terintegrasi Tauhid”. Acara yang berlangsung intensif selama 3 hari ini diselenggarakan di Meeting Room Pusdiklat Hidayatullah, Komplek Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, yang dibuka pada Selasa (4/10/2016). Lokakarya ini diikuti oleh pengurus inti PP Mushdia, Pokja […]

  • PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    PP Mushida Gelar Pelatihan Kepala Sekolah dan Guru Tahap I

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Yogyakarta,mushida.org) Muslimat Hidayatullah mengelola lebih dari 200 PAUD yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya setelah Rakernas II 2022 Muslimat Hidayatullah, Departemen Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah melalui Badan Pengembangan Mutu PAUD Muslimat Hidayatullah (BPM-PAUD MUSHIDA) mengadakan pelatihan Kepala Sekolah dan guru secara luring. Acara yang merupakan pelatihan tahap I untuk kepala sekolah […]

  • Muslimat Hidayatullah Aceh Canangkan Program dan Aksi Nyata untuk Masyarakat

    Muslimat Hidayatullah Aceh Canangkan Program dan Aksi Nyata untuk Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    ACEH UTARA – Semangat konsolidasi dan penguatan peran organisasi terus digaungkan oleh Muslimat Hidayatullah Aceh melalui pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang digelar pada 14–15 Mei 2026/27–28 Dzulqaidah 1447 H. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari Pengurus Daerah, di antaranya PD Aceh Besar, PD Aceh Utara, dan PD Aceh Tenggara. Rakerwil tersebut menjadi forum […]

  • Gempuran Pornografi Dalam Perspektif Dari Kota Singa

    Gempuran Pornografi Dalam Perspektif Dari Kota Singa

    • calendar_month Minggu, 1 Mei 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Puan Suriati Abdullah, tokoh muslimah dari Singapura menjadi salah satu pembicara di ajang Perwanis 2016 di Malaysia. Beliau berbicara panjang lebar mengenai kondisi pornografi di Singapura, dan bagaimana upaya membentengi keluarga muslim Singapura dari tantangan tersebut. Berikut adalah ulasan dari presentasi beliau. Budaya pornografi atau ‘porn culture’ adalah budaya yang lumrah ditemui di Barat, termasuk […]

  • Bahaya Fitnah dan Kewajiban untuk Menghindarinya

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Di sebuah perkampungan kecil yang dipenuhi dengan kedamaian, tinggallah keluarga bahagia di sana meski hidup sederhana dan pas pasan. Namun, kedamaian itu hancur ketika kampung itu diguncang oleh fitnah keji yang menghantam keluarga itu. Tanpa bukti yang kuat, mulut busuk penyebar fitnah telah menghancurkan reputasi dan kehormatan sang kepala keluarga. Dia menjadi terisolasi, diselimuti oleh […]

  • Apakah Cantik itu Harus Putih?

    Apakah Cantik itu Harus Putih?

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2008
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    C-A-N-T-I-K. Satu kata yang terdiri dari enam huruf ini, begitu memesona kaum perempuan. Yup, perempuan mana yang tidak ingin disebut cantik? Cantik identik dengan sesuatu yang enak dilihat atau dipandang. Cantik dalam pengertian awam yang kemudian didoktrinisasi kaum kapitalis adalah perempuan yang bertubuh langsing, rambut hitam lurus berkilauan, hidung mancung, bibir seperti delima merekah, mata […]

expand_less