light_mode
light_mode

Momentum Ramadhan dan Penghormatan kepada Pemilik-Nya

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Reni Susilowati*

IQRA’ bismi Rabbikalladzii Khalaq, ayat pertama yang sudah kita pahami makna dan esensinya. Yakni perintah membaca apa yang telah diturunkan Allah SWT (Al Qur’an), menyelami yang diilhamkan kepada Rasulullah (Al Hadits) dan yang diciptakan (antara langit dan humi), serta apa yang diperjalankan (kejadian dan peristiwa). Semua hanya karena kebesaran Allah, keagungan dan karunia-Nya.

Membaca di sini adalah dengan indera baca fisik dan pembacaan dengan hati (metafisik) untuk mewujudkan hasil bacaan yang terus menerus, konsisten, berkesinambungan: Billah, Lillah dan Fillah.

“Ke mana pun kalian berpaling, di sanalah wajah Allah” (Q.S. Al Baqarah: 115).

Dari berbagai tafsir para ulama dapat disimpulkan, bahwa kemampuan kita memandang kekuasaan Allah harus senantiasa melahirkan sikap Wa Rabbukal Akram. Pengagungan akan kekuasaan Allah dalam sistem kesadaran ber-Tuhan bahwa dirinya adalah seorang hamba yang hina, lemah, bodoh.

Dengan ilmunya, Iqra bismi Rabbik melahirkan kesadaran iman wa rabbukkal akram. Jika sudah sampai tahapan Iqra wa rabbukal akram, akan semakin meningkatkan ilmu Tauhid dan imannya. Mereka memalingkan wajah dari segala sesuatu selain Allah. Bagi mereka kiamat telah nampak dan hadir.

“Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya” (Q.S. Al Hijr: 21).

Tidak ada apapun, kebaikan atau keburukan, melainkan khazanahnya telah ditentukan oleh Sang Maha Pemilik segala sesuatu. Bagaimana khazanah itu menjadi hikmah kehidupan, tergantung bagaimana kita memurojaahnya.

Hikmah tersebut ibarat air hujan. Ia turun sesuai maslahatannya, turun pada musimnya dan dengan ukuran yang sesuai, banyak atau sedikit. Namun dari sumbernya, air itu tidak terbatas. Hikmah itu tidak akan menghampiri jika kita tidak mencari dan berusaha menggalinya.

Lantas, bagaimana kita menelaah hikmah diperjalankannya Ramadhan untuk diri kita di tahun ini, bagaimana kita membaca hikmah Ramadhan dan merengkuhnya spiritnya?.

Motivasi dari para ulama, yang harus kita renungkan, seandainya para ahli kubur dihidupkan lagi, walaupun sesaat yang sekejap, mereka tidak akan mensia-siakan waktu Ramadhan, walaupun sekedipan mata, untuk menyempurnakan eksistensi Tuhan dan Pengagungan Rabb sebenar benar pengagungan yang menjadi hak-Nya dalam Dzatnya.

Bismillahirrahmanirrahiim, dengan nama Allah yang Memiliki sifat sifat yang sempurna dalam Ismun dan Af’alnya, dengan kesempurnaan nama dan perbuatnnya, kita mengagungkan Ramadhan ini karena keagungan bulan yg disempurnakan karena karuniaNya.

Kita melampaui Ramadhan ini dengan seluruh sifat dan pebuatan-Nya untuk menunjukkan Keagungan-Nya dalam diri kita, karena Keagungan dan Karunia-Nya untuk memuliakan hamba hambanya yang beriman, dilimpahkan barokah Ramadhan bagi yang berkenan memungutnya, mengumpulkannya dan menggenggamnya dengan erat, agar waktu tidak terlepas dengan sia-sia tanpa kemuliaan.

Mari kita mengumpulkan hikmah Ramadhan dengan menyempurnakan penghormatan kepada Pemilik-Nya. Kita sempurnakan penghormatan dengan menyempurnakan persangkaan baik kita kepada Rabb, dengan doa-doa yang kita dawamkan pada setiap tatapan mata ketika melihat, setiap desiran bunyi yang terdengar, setiap bersitan hati yang terpikir.

Kita sempurnakan persangkaan baik kita akan terkabulnya semua lantunan munajat pada setiap denyutan nadi yang berdetak. Yang lebih baik dari orang orang yang beriman adalah yang paling baik persangkaannya kepada Allah.

“Aku tergantung apa sangka hamba-Ku kepada-Ku.” Setiap hamba memiliki gambaran dan bayangan tentang diri-Ku. Dalam gambaran apa pun yang dibayangkan tentang-Ku, di situlah Aku ada. Aku takkan memedulikan hakikat di mana tidak ada Aku. Karena itu, bersihkanlah bayang bayangmu, wahai hamba-KU, sebab disitulah tempat tinggal-Ku. (Jalaludin rumi, ketika menjelaskaan tentang Aku tergantung apa sangka hamba-Ku). 

Hasil dari tatapan mata adalah Keagungan Rabb, pikiran dan mata hati kita mengagungkan-Nya, diiringi doa, agar diberi  petunjuk mampu mengagungkan-Nya dengan sebenar benar Pengagungan dan penghambaan.

Kita memohon diberi petunjuk kepada pengagungan yang dapat mengantarkan kita pada penghambaan yang sempurna, sehingga kita termasuk golongan yang dimampukan dalam memberi penghormatan yang sempurna dalam keagungan-Nya.

Setiap bunyi yang terdengar tertuju semata akan kekuasaan Allah, dengan bunyi yang sampai ke telinga kita, kita menyempurnakan pujian hanya untuk-Nya.

Kesempurnaan pujian untuk-Nya diiring doa doa agar kita diberi petunjuk untuk dikuasakan dalam memuji-Nya dalam Kemaha-Sucian-Nya, sehingga dengan pujian yang ikhlas untuk-Nya, kita diberi petunjuk untuk beristghfar dengan sebenar benar istighfar, sepanjang istighfar kita, sepanjang telinga kita mendengar.

Hasil dari bersitan hati yang terpikir hanyalah Kemuliaan Allah. Kemuliaan akan seluruh kesempurnaan ciptaan-Nya. Dalam kemuliaan-Nya yang selalu tertoreh di hati, kita iringi dengan doa agar diberi petunjuk dalam kesempurnaan mencintai-Nya, bermakrifat kepada-Nya, sehingga kesempurnaan keridhoan-Nya adalah kasih-sayang-Nya untuk diberikan kepada kita.

Kita insya Allah akan memetik barokah Ramadhan tahun ini dengan kesempurnaan prasangka baik kita pada Rabb, bahwa malam seribu bulan disiapkan untuk kita, mari kita gunakan mata untuk berdialog dengan hati supaya memahami. Kita gunakan telinga untuk bersenandung dalam dzikir orang orang yang kehausan makna hakiki.

Kita gunakan pikiran untuk memuaskan hasrat fitrah kita untuk ber-Tuhan, senantiasa memuliakanm dan membesarkan-Nya. Dalam Ramadhan ini, kemuliaan dan keberkahan disiapkan untuk kita semua yang berkenan memanfaatkan.

_______
*)RENY SUSILOWATI, penulis adalah Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerwil Mushida Bengkulu Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi

    Rakerwil Mushida Bengkulu Perkuat Konsolidasi dan Transformasi Organisasi

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    BENGKULU — Muslimat Hidayatullah memiliki posisi strategis sebagai subjek utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Penegasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Bengkulu yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Bengkulu pada Kamis (14/5/2026). Kegiatan ini diikuti 25 peserta dari sejumlah Pengurus Daerah, di antaranya PD Benteng, PD Kepahiang, PD Rejang Lebong, PD […]

  • Peradaban Islam di Indonesia dengan Penguatan Peran Muslimat

    Peradaban Islam di Indonesia dengan Penguatan Peran Muslimat

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menyimpan potensi kekuatan besar, yang cukup ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Bahkan, dalam sebuah dokumen rahasia milik kaum Yahudi, diketemukan bahwa Indonesia dianggap negara yang akan mengancam kekuatan Israel. Itu sebabnya akan dimusnahkan oleh Israel sebelum tahun 2025. Demikianlah pemaparan disampaikan Irawati Istadi, sekretaris Majelis Penasehat Muslimat […]

  • Menuai Keuntungan Dalam Berdagang

    Menuai Keuntungan Dalam Berdagang

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi)

  • Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan realisasi program kerja yang diantaranya mencakup program ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan. Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik secara domestik juga di ranah […]

  • Webinar Pendidikan Muslimat Hidayatullah: Stimulasi Perkembang Anak Melalui Kegiatan yang Kreatif

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Anak bukan sekadar karunia, tetapi anak adalah amanah. Untuk dapat menjalankan amanah mendidik anak, maka perlu diikuti dengan ilmu yang tepat agar bisa memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak sesuai dengan kebutuhannya. Hal tersebut diungkapkan oleh drh. Luluk Mariyam Fatcuhrrohmah dalam webinar pendidikan yang diadakan oleh Bidang Pendidikan PP Muslimat Hidayatullah dengan tema “Stimulasi Perkembang Anak […]

  • Melahirkan Kader

    Melahirkan Kader

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh: Sarah Zakiyah (Sekretaris Jendral PP Mushida) Kader, menurut KBBI V adalah orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam pemerintahan, organisasi, atau semisalnya. Menurut PDO Muslimat Hidayatullah, kader adalah penggerak inti organisasi. Apapun istilah yang lahir dari kata ini, saya tidak ingin berpanjang kata untuk mengungkapkannya. Lumrah bagi seorang pemimpin yang melahirkan ideologi untuk […]

expand_less