light_mode
light_mode

Sederhana Dalam Berbuka

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beli es buah, bakso, gorengan, somay, cilok, dan fried chicken. Mungkin itu adalah sederet keinginan ketika kita ditempa rasa haus dan rasa lapar yang sangat, waktu siang hari pada bulan Ramadhan. “Aku nanti mau makan ini, aku mau minum itu, aku mau beli ini itu,” kata-kata itu menjadi rencana dalam benak seseorang ketika dia sedang berpuasa. Biasanya anak-anak kecil yang belum kuat berpuasa sehari mengutarakan keinginannya untuk makan ini dan itu untuk berbuka nanti. Tapi tidak jarang orang dewasa juga mengendapkan keinginan tersebut dalam hatinya pada siang hari.

Akhirnya pada waktu sore, pergilah berburu takjil di pinggir jalan. Semua jenis makanan dia borong, segala jenis minuman dia beli. Puas telah memborong makanan, dia pun pulang kembali ke rumah. Apa yang terjadi ketika waktu berbuka? Hanya satu porsi somay dan seseruput es buah yang berhasil dia makan dari semua makanan yang dibeli. Karena kekenyangan, makanan itu tidak ada yang makan. Mungkin kejadian ini kerap terjadi di antara kita.

Keinginan untuk membeli ini itu sebenarnya adalah godaan hawa nafsu semata. Atau kadang orang menyebutnya dengan lapar mata. Perut kita tidak akan sanggup menampung makanan yang banyak setelah kurang lebih 13 jam berpuasa. Lalu bagaimana seharusnya adab berbuka puasa sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi? Bolehkah kita berlebih-lebihan dalam berbuka?

Tiga amalan dalam berbuka di antaranya adalah berdoa sebelum berbuka, menyegerakan waktu berbuka, dan berbuka dengan kurma. Sambil menunggu waktu berbuka, maka alangkah baiknya kita memohon doa terbaik kepada Allah. Allah akan mengabulkan doa orang yang berpuasa. Untuk itu jangan sia-siakan kesempatan ini. Diriwayatkan dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak; orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (H.R Tirmidzi)

Jika adzan Maghrib telah berkumandang, maka jangan menundanya dan segerakan waktu untuk berbuka. Rasulullah bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama ia menyegerakan berbuka.” (H.R Bukhari Muslim)

Menyebut nama Allah dan membaca doa saat berbuka.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullah adalah teladan yang patut dicontoh dalam berbuka puasa. Beliau tidak pernah membiarkan perutnya kekenyangan. Beliau selalu makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Demikian halnya ketika berbuka puasa. Kurma dan air putih adalah makanan yang beliau konsumsi saat berbuka.

Dari Anas bin Malik, ia berkata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum shalat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air“ (H.R Abu Dawud)

Imam Ibnu Qayim Al-Jauziyyah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, beliau berpendapat bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbuka puasa dengan kurma atau air, mengandung hikmah yang sangat mendalam. Karena saat berpuasa lambung kosong dari makanan apapun. Sehingga tidak ada sesuatu yang amat sesuai dengan liver atau hati yang dapat disuplai langsung ke seluruh organ tubuh serta langsung menjadi energi, selain kurma dan air. 

Menurut beberapa sumber, karbohidrat yang ada dalam kurma lebih mudah sampai ke lambung dan lebih cocok dengan kondisi organ tersebut. Terutama kurma masak yang masih segar. Lambung akan lebih mudah menerimanya sehingga amat berguna bagi organ ini, sekaligus juga dapat langsung diproses menjadi energi. 

Seorang muslim yang baik adalah yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Dengan mengikuti hadits Nabi, maka hal tersebut akan menjadi bukti cinta kita kepada beliau. Rasulullah tidak pernah bermewah-mewah dalam berbuka, maka kita juga harus mengikutinya dengan selalu sederhana dalam berbuka. 

Kurma dan air putih adalah makanan yang utama untuk mengawali buka puasa. Selain mengamalkan sunnah Rasul, hikmahnya juga sangat baik untuk kesehatan dalam tubuh kita. Sederhana dalam berbuka juga akan menghindarkan kita dari sifat tabdzir atau mubazir. Sikap yang berlebih-lebihan ini adalah perbuatan syaitan yang dibenci oleh Allah. Wallahu a’lam. */Arsyis Musyahadah 

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Mushida Papua Tengah Selenggarakan Training Pranikah

    PW Mushida Papua Tengah Selenggarakan Training Pranikah

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Departemen Keputrian PW Mushida Papua Tengah menyelenggarakan Training Pranikah pada 11-12 Oktober 2024 di Aula Iskandar Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Jln. Poros Mapuru Jaya KM.09 Timika Papua, diikuti oleh 44 peserta.  Kegiatan dengan tema “Meraih Pernikahan Barokah dengan Takwa ini” dibawakan oleh instruktur Nur Lailatul Jannah, Khaerati, dan Siti Fajriyah. Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini yaitu […]

  • Pengayaan Alumni Daurah Marhalah Wustha, Mushida Perkuat Jati Diri dan Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah

    Pengayaan Alumni Daurah Marhalah Wustha, Mushida Perkuat Jati Diri dan Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta — Bidang Rekrutmen, Pembinaan, Anggota, dan Perkaderan (RPAP) Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Pengayaan Alumni Daurah Marhalah Wustha dengan tema pendalaman materi Jati Diri dan Ahlus Sunnah wal Jamaah, Ahad, 23 Agustus 2026/10 Rabiul Awwal 1448 H. Kegiatan ini diikuti oleh 469 anggota Muslimat Hidayatullah, alumni Daurah Marhalah Wustha di berbagai provinsi di Indonesia, […]

  • Mushida Serukan Muslimah Terus Berkarya di Segala Bidang

    Mushida Serukan Muslimah Terus Berkarya di Segala Bidang

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2013
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Peran kaum muslimah dalam memajukan peradaban Islam saat ini dinilai masih minim. Untuk itu Muslimat Hidayatullah (Mushida) sebagai salah satu organisasi muslimah di Indonesia berencana mendorong peran kaum muslimah di masa mendatang. ”Sesuai dengan tema munas dan kongres kali ini, kami ingin memulai upaya bagaimana memberdayakan kaum muslimah dalam memajukan peradaban Islam,” ujar […]

  • Rantai Kebaikan

    Rantai Kebaikan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Kicauan burung-burung walet mengangkasa, gelombang ombak pantai Mattirotasi bergulung melambat ke tepian, embusan angin pagi menerpa lembut nan sejuk di wajah. Masih suasana pagi, setelah mengamalkan salah satu nawafil wirid pagi, nada dering telepon seluler bersahut, ternyata dari salah satu tim departemen sosial, mengabarkan bahwa distribusi sedekah Jum’at hari ini sekitar pukul 08.00 WITA. Sebenarnya, […]

  • Rakerda Mushida Tobelo: Menjawab Tantangan di Tengah Minoritas dengan Program yang Berdampak

    Rakerda Mushida Tobelo: Menjawab Tantangan di Tengah Minoritas dengan Program yang Berdampak

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Mariyatul Qibtiyah, Maluku Utara
    • 0Komentar

    Tobelo, Maluku Utara — Semangat pengabdian tak pernah diukur dari banyaknya jumlah anggota. Spirit itulah yang terasa mewarnai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pengurus Daerah Halmahera Utara yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah Togoliua, Tobelo, Selasa (30/6/2026). Di tengah wilayah dengan mayoritas penduduk non-Muslim, kader Muslimat Hidayatullah berkumpul untuk merumuskan langkah-langkah dakwah dan […]

  • Profil TK Yaa Bunayya Depok

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Nama: Paud Integral Yaa Bunayya Hidayatullah Depok Alamat: Jl. Raya Kalimulya Rt 01 Rw 05 Kel. Kalimulya Kec. Cilodong, Kota Depok. Visi: Terwujudnya lembaga pendidikan unggul yang melahirkan peserta didik bertauhid, berakhlak mulia, cerdas dan mandiri Misi: 1. Menyelenggarakan lembaga pendidikan anak usia dini dengan profesional. 2. Mengenalkan Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an 3. Mengenalkan dan membiasakan […]

expand_less