light_mode
light_mode

Bahaya Fitnah dan Kewajiban untuk Menghindarinya

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sebuah perkampungan kecil yang dipenuhi dengan kedamaian, tinggallah keluarga bahagia di sana meski hidup sederhana dan pas pasan. Namun, kedamaian itu hancur ketika kampung itu diguncang oleh fitnah keji yang menghantam keluarga itu.

Tanpa bukti yang kuat, mulut busuk penyebar fitnah telah menghancurkan reputasi dan kehormatan sang kepala keluarga. Dia menjadi terisolasi, diselimuti oleh kegelapan dan kesepian yang dalam.

Setiap detik, waktu kepala keluarga ini diwarnai oleh tekanan dan kesedihan yang tak tertahankan. Meskipun ia bersumpah untuk membela kebenaran, namun bayang-bayang fitnah itu terus menghantui, memudarkan sinar harapnya.

Fitnah keji yang telah tersebar itu semakin merembet hingga membuat sang kepala kampung harus turun tangan. Rapat akhirnya digelar. Sang kepala keluarga disidang ramai ramai. Warga kampung pun makin kasak kusuk.

Keputusan akhirnya diambil. Dengan arahan dari para petinggi dan pemangku adat setempat, keluarga ini pun diminta harus meninggalkan tempat itu agar tidak menimbulkan citra buruk terhadap kampung.

Apalagi, semakin ramai omongan orang bahwa keluarga ini telah mencoreng nama baik kampung. Meski berbagai penjelasan telah diberikan, fitnah itu sudah terlanjur meluas. Bahkan kesiapan keluarga untuk membuktikan bersama berbagai tudingan itu tak pernah diindahkan.

Tak menunggu lama, keluarga ini pun dengan berat hati memilih pergi. Tidak ada pilihan lain, keputusan petinggi kampung sudah bulat. Kendati berbagai fitanah keji yang dialamatkan padanya tak pernah terbukti sampai ia meninggal dunia.

Mengerikannya Fitnah

Demikianlah gambaran tentang betapa mengerikan yang namanya fitnah. Meski hanya satu orang yang diserang fitnah, tetapi bisa berdampak pada semua anggota keluarga. Karena alasan itulah, Islam amat melarang perilaku memfitnah.

Saking bahayanya fitnah, Allah Ta’ala sampai memperingatkan bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, sebagaimana potongan makna dalam Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 191.

Kenapa demikian? Karena fitnah tidak saja membunuh karakter satu orang, tetapi akan “membunuh” semua anggota keluarganya dengan berbagai sematan keji yang menyakitkan dan melekat selamanya. Itulah kenapa fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

وَٱلْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۚ

Kata “Wal-fitnatu asyaddu minal-qatl“, maksudnya ujian yang menjadi sumber fitnah manusia seperti terusir dari tanah air lebih berat dibandingkan dengan pembunuhan, sebab langgengnya rasa payah dan menetapnya rasa sakit karenanya.” (Nawawi Al-Bantani, Marah Labid, juz I, halaman 45)

Fitnah sangat berbahaya karena dapat menghancurkan reputasi, kehormatan, dan kehidupan seseorang tanpa alasan yang jelas atau bukti yang kuat. Dampak fitnah yang timbul juga bisa sangat merusak baik secara emosional maupun sosial, bahkan bisa berujung pada konsekuensi hukum yang serius.

Dalam Islam, fitnah diletakkan sebagai perbuatan yang sangat tercela karena bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan, kebenaran, dan kasih sayang. Allah SWT telah melarang keras umat-Nya untuk menyebarkan fitnah dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah SAW.

Hal ini karena fitnah tidak hanya merusak hubungan antarindividu, tetapi juga mengganggu ketertiban sosial dan moral dalam masyarakat. Menebarkan fitnah merupakan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan kedamaian yang dianut dalam ajaran Islam.

Ibrah Kehidupan

Sekelumit cerita awal di atas memberikan pelajaran penting bagi kita dalam mengarungi kehidupan bahwa fitnah merupakan perkara yang tidak sederhana namun masih sering dianggap enteng. Padahal, efeknya amat luar biasa.

Dengan memahami perkara ini, diharapkan bisa menjadikan kita khususnya para muslimah untuk lebih berhati hati dengan perkara fitnah. Allah Ta’ala pun sudah mewanti wanti kita untuk tidak menyemburkan fitnah pada orang lain.

Statemen tersebut pasti benar. Sebab, ayat al Qur’an tidak ada sedikitpun keraguan di dalamnya. Hanya saja tidak semua orang mampu menghayatinya. Tak jarang yang menyemburkan fitnah tak sadar sedang memfitnah, sementara ada pihak yang lain yang sedang jatuh dan terluka karena fitnahnya. Oleh karena itu, disinilah pentingnya mawas diri.

Ada pesan mendalam dari peribahasa lampau bahwa orang yang dibunuh menangggung beban berat, akan tetapi jauh berat lagi adalah tatkala merasakan sedang difitnah.

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَتَنُوا۟ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا۟ فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ ٱلْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan fitnah kepada orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam, dan bagi mereka azab neraka yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10)

Demikianlah hikmah singkat seputar perbuatan fitnah. Di mata manusia dosa memfitnah mungkin tak termaafkan karena menyebabkan sakit yang perih, pengucilan, pembunuhan, pengusiran, dan lain sebagainya. Namun Allah Ta’ala selalu membentangkan keluasan maafnya bagi siapapun yang mau memohon ampun. */Fiqhi Ulyana (Kepala Kantor PP Mushida)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Perkuat Implementasi GNH Melalui Sosialisasi Monev dan Bedah Buku 60 Jadwal Bayani

    PW Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah Perkuat Implementasi GNH Melalui Sosialisasi Monev dan Bedah Buku 60 Jadwal Bayani

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Lilis Budiarsih
    • 0Komentar

    Jawa Tengah – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah menggelar rapat daring bertajuk Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi GNH serta Bedah Buku 60 Jadwal Bayani pada Sabtu, 25 Juli 2026, melalui Google Meet. Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas Majelis Murobiyyah Wilayah (MMW), Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, serta para […]

  • Meraih Ketaatan Dengan Sifat Malu

    Meraih Ketaatan Dengan Sifat Malu

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Adalah Rasulullah itu orangnya sangat pemalu, bahkan lebih pemalu daripada perawan dalam kamarnya. Apabila beliau tidak menyukai sesuatu kami tau itu dari muka beliau.” (HR. Bukhari)

  • Kunjungan PP Mushida ke Kalimantan Barat

    Kunjungan PP Mushida ke Kalimantan Barat

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Pontianak, Kalimantan Barat – Siti Sarah Zakiyah (Sekjend PP Mushida) dan Fiqhi Ulyana (Kepala Kantor PP Mushida), melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Barat, 1–2 Shafar 1447 H (26–27 Juli 2025), dengan tema “Sinergi Organisasi dan Spirit Juang dalam Bingkai Ukhuwah Islamiyah.” Kunjungan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan semangat kaderisasi dalam dakwah dan […]

  • Peringati HSJD: Mushida Luwu Utara Bagikan Jilbab Untuk Muslimah Muallaf

    Peringati HSJD: Mushida Luwu Utara Bagikan Jilbab Untuk Muslimah Muallaf

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Hari Solidaritas Jilbab Dunia (HSJD) yang diperingati setiap bulan September merupakan hari di mana kita sebagai umat Islam menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas kepada saudara seiman kita di belahan bumi lain yang mendapatkan perlakuan tidak baik karena menggunakan dan mempertahankan hijabnya. Selain itu, sebagai bentuk kebanggaan dan kesatuan umat Islam, khususnya muslimah di dunia. Salah […]

  • Training Leadership Talenta Muda Muslimat Hidayatullah Kenalkan Desain Organisasi Hidayatullah

    Training Leadership Talenta Muda Muslimat Hidayatullah Kenalkan Desain Organisasi Hidayatullah

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Tugas kepemimpinan hirasatud diin wa siyasatuddunya, sebagai pengganti kenabian dalam melindungi agama, dan politik dunia mengatur kemaslahatan hidup dan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekjend I DPP Hidayatullah, Ustadz Abdul Ghofar Hadi dalam pemaparan materinya pada kegiatan Training Leadership Talenta Muda Muslimat Hidayatullah pada 15 November 2024/13 Jumadil Ula 1446 H. […]

  • Rapat Kerja Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat

    Rapat Kerja Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat

    • calendar_month Jumat, 23 Mar 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    BANDUNG – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Wilayah dengan mengusung tema, “Bersama Mushida Membangun Keluarga Qurani Menuju Peradaban Islam” yang digelar intensif sehari di Kota Bandung, Jumat (23/03/2018). Rakerwil turut dihadiri oleh perwakilan PP Mushida Hidayatullah yaitu Ketua Bidang Organisasi dan Annisa Sarah Zakiyah, S.Pd.I dan Anggota Departemen Pendidikan PP Mushida […]

expand_less