light_mode
light_mode

Bersama Keluarga Qur’ani Tinggikan Martabat Bangsa

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PRESS ROOM – Musyawarah Nasional ke-IV Muslimat Hidayatullah mengusung tema “Bersama Keluarga Qur’ani Tinggikan Martabat Bangsa”. Munas ini digelar di Kampus Arrohmah Putri Pesantren Hidayatullah Batu, Kota Malang, Jawa Timur selama 3 hari (7-9/01/2016).

Tema tersebut dipilih sekaligus untuk meneguhkan concern gerakan Muslimat Hidayatullah sebagai penopang pembangunan umat menuju bangsa yang bermartabat.

Ketua Steering Committee Munas IV Mushida, Leny Syahnidar Djamil, mengatakan perilaku permisif yang belakangan kian menggejala khususnya di kalangan wanita, perlu diluruskan. Seperti mulai dipinggirkannya peran-peran kepengasuhan dan kerumahtanggan.

Kaum ibu di era keterbukaan ini, kata Leny, hendaknya tak terjebak pada situasi dimana melalui beragam celah mereka dicekoki informasi sumir tentang egalitarian (kesederajatan) antar laki-laki dan perempuan yang arahnya justru mengagung-agungkan kesetaraan gender. Ironisnya, seringkali narasi yang sampai ke audiens dibuat melenakan sehingga terkesan faktual.

“Karenanya, tema ini dinilai sangat tepat sebagai upaya pengarusutamaan narasi dalam rangka meneguhkan peran ibu dan kemuslimatan untuk perannya membanun dan meninggikan martabat bangsa,” kata Leny.

Leny menilai, selama ini wanita dalam peran publik selalu menjadi pendekatan dalam mengindentifikas isu gender yang hasil telaahannya tak lepas dari sentimen tertentu. Sementara peran-peran domestik seringkali dikucilkan dianggap sebagai biang keladi pengucilan gender.

Karena massifnya media korporasi mengungkit terbelakang dan nistanya peran domestik yang sangat fundamental itu, akhirnya tidak sedikit masyarakat khususnya kaum ibu pun terbawa pada persepsi negatif tentang patriarki dan relasi antar keduanya yang sejatinya terkonstruksi secara kolaboratif, bukan ajang kontestasi dan upaya saling unjuk gigi.

“Wanita dalam Islam tentu saja tidak menegasikan peran publik, melainkan ada pertautan yang sangat adil dan beradab dalam menempatkan secara proporsional sesuai ajaran Islam antar kiprah-kiprah publik dan kiprah domestik,” kata Leny.

Menurut Leny, peran domestik yang paling fundamental adalah kepengasuhan dan pendidikan keluarga. Dan dalam hal ini, tegas Leny, seorang ibu adalah pemain kuncinya.

Dia berharap tema Munas IV Muslimat Hidayatullah kali ini akan turut menumbuhkan spirit ber-Qur’an bagi masyarakat luas khususnya umat Islam. Dengan kembali kepada nilai-nilai kehidupan yang Qur’anik, diharapkan bangsa Indonesia akan semakin utuh, kukuh, dan maju, yang berlandaskan pada asas Islami yang menghargai keberagaman dan berkasih sayang.  

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Hadiri Focus Group Discussion KNPK Indonesia

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK Indonesia) bekerja sama dengan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Focus Group Discussion “Perlindungan Keluarga Dari Ancaman Gerakan Global Penyimpangan Seksual”, dalam rangka HUT ke-3 sekaligus memperingati Hari Ibu, pada hari Kamis, 14 Desember 2023 di GSG Kompleks DPR Kalibata, Jakarta. Dalam FGD yang dihadiri sejumlah […]

  • Momen Maulid Nabi, PP Muslimat Hidayatullah dan Muslimah Wahdah Islamiyah Siap Jalin Sinergi

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Allah berfirman dalam Al-Qur’an “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujuraat: 10) Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan saling bergantung satu sama lain. Salah satu kewajiban yang harus dilakukan sebagai umat […]

  • Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    Mencetak Walijah Melalui Halaqah

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    KUNCI menjadi seorang Muslim adalah mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat). Yaitu berucap asyhadu an laa ilaaha illallaah wa asyahadu anna muhammadan rasuulullah. Ketika kalimat tauhid telah dilisankan, setelahnya segala konsekuensi syahadat harus dipenuhi oleh orang beriman.Mulai dari implementasi syahadat yang paling ringan yaitu menyingkirkan gangguan yang menghalangi suatu jalan hingga berperang di jalan agama (jihad […]

  • Tentang Halaqoh dan Setangkup Rindu Part 2

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle zahratunahdhah
    • 0Komentar

    Dulu, kini, dan nanti. Halaqoh selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanku. Kegiatan halaqoh selalu menjadi momen yang kurindukan. Terasa ada yang hilang, ketika selama beberapa bulan halaqoh terpaksa diliburkan sementara waktu tersebab pandemi.

  • Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Gerak Jalan Sehat

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Jalan sehat olahraga cukup ringan dan mudah, bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Semua orang bisa melakukannya setiap hari dan merasakan manfaat kesehatannya. Jalan kaki memiliki beragam manfaat bagi tubuh. Aktivitas ini mendorong sirkulasi darah sehingga jantung menjadi lebih kuat. Rasulullah bersabda, “Orang beriman yang kuat lebih dicintai Allah, daripada orang beriman yang […]

  • Demi Melanjutkan Misi Kenabian, Hidayatullah Siap Maksimalkan Perjuangan

    Demi Melanjutkan Misi Kenabian, Hidayatullah Siap Maksimalkan Perjuangan

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Hidayatullah telah berumur 47 tahun. Umur yang sudah cukup dewasa dan matang. Tetapi dibandingkan ormas lain, Hidayatullah masih terhitung seumur jagung. Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pimpinan Umum (DPP) Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, Lc. MA dalam kegiatan Pencerahan Kader ba’da Penutupan Muswil Muslimat Hidayatullah Lampung di Pondok Pesantren Hidayatullah Lampung pada 21 Februari 2021. “Alhamdulillah, […]

expand_less