light_mode
light_mode

Tentang Halaqoh dan Setangkup Rindu Part 2

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Zahratun Nahdhah

Dulu, kini, dan nanti. Halaqoh selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanku. Kegiatan halaqoh selalu menjadi momen yang kurindukan. Terasa ada yang hilang, ketika selama beberapa bulan halaqoh terpaksa diliburkan sementara waktu tersebab pandemi.

Rindu, itulah yang kurasakan jika tak berhalaqoh selama beberapa waktu. Karena ruhiyah ini butuh untuk di-recharge selalu. Halaqoh bukan sekadar kewajiban, tetapi ia adalah kebutuhan ruhani dan kalbu.

Untuk berdiri tegar di jalan dakwah, diri ini butuh genggaman tangan menguatkan. Dekapan ukhuwah yang mengokohkan. Nasihat dan motivasi yang meneguhkan. Tazkirah dan tausyiah saling mengingatkan.

Kebutuhan berhalaqoh semakin meningkat setelah aku didapuk menjadi salah satu murabbi, dengan mad’u mahasiswi. Setelah sekian tahun menikmati halaqoh sebagai mutarabbi.

Sungguh, diri ini bukan siapa-siapa. Hanya seorang dengan keterbatasan ilmu, tak punya kemampuan public speaking yang mumpuni, apalagi qaulan tsaqiila yang menggugah jiwa. Tanpa ma’unah Allah dan penguatan dari kawan-kawan seperjuangan, aku bisa apa?

Maka halaqoh murabbiyah, menjadi tempat kami sesama murabbiyah saling berbagi. Berbagi kisah dan kesah, suka dan duka, kendala dan problematika yang dihadapi, dalam rangka mencari solusi. Juga kesempatan untuk mengupgrade pemahaman dan wawasan manhaji, yang nantinya akan kami teruskan ke mutarabbi.

Di atas itu semua, dan yang paling penting, halaqoh adalah momen untuk mentarbiyah dan mengisi ulang kebutuhan ruhani, yang mungkin telah banyak terkorosi kesibukan sehari-hari. Faaqidusy syai’ laa yu’thii, orang yang tidak memiliki tak kan bisa memberi. Bagaimana bisa seorang murabbi menguatkan ruhiyah para mutarabbi, jika ruhiyahnya sendiri kosong tak berisi? Maka halaqoh murobbi adalah harga mati.

Lingkaran cinta dalam ikatan jama’ah, itulah halaqoh. Bukan sekadar mempertemukan raga secara fisik, tetapi juga menyatukan hati dan rasa dalam dekap ukhuwah. Beragam orang dengan latar belakang, suku, daerah asal, budaya dan karakter  yang berbeda, berkumpul dalam satu lingkaran atas nama cinta lillah, fillah dan demi menggapai mardhatillah.

“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Anfal: 63)

Dari lingkaran-lingkaran kecil halaqoh, cahaya cinta itu meluas, membesar, saling berjalin dan berkelindan menjadi lingkaran yang lebih besar lagi, bernama jama’ah.

 ***

Azan maghrib telah usai berkumandang, saat aku tiba di rumah sepulang halaqoh. Rupanya gadis kecilku sudah bangun tidur. Ia memekik gembira menyambut kedatanganku.

“Mami dari mana? Mami nih pergi diam-diam,” rajuknya manja.

“Mami tadi pergi halaqoh, Sayangku. Tadi Mami mau ajak Cila, tapi Cila lagi tidur sih,” ujarku, sambil memeluknya erat.

“Mami halaqoh di mana?” cecarnya lagi.

“Halaqoh di rumah teman Mami.”

“Cila juga mau halaqoh sama teman-teman Cila,” rengek putri kecilku sembari menarik-narik jilbabku.

“Nanti ya, Sayang. Pekan depan Mami ajak Cila ikut halaqoh ya. Makanya Cila jangan tidur sore,” pungkasku sambil mendaratkan kecupan lembut ke pipinya.

Qaddarallahu wa maa syaa-a fa’ala, janji mengajak Cila ke halaqoh belum bisa kutunaikan. Pekan depannya, pandemi Covid-19 yang semakin merajalela di kota Depok, hingga kini menyebar di seluruh kota di Indonesia membuat halaqoh terpaksa diliburkan. Entah sampai kapan. Semoga bumi ini segera pulih kembali.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca Syarat Mutlak Syahadat

    Membaca Syarat Mutlak Syahadat

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5) GEMETAR tubuh beliau menuruni bukit Tsur. Dekapan kuat malaikat Jibril yang menyerupai manusia masih beliau rasakan. Ayat-ayat suci kalam Allah yang baru diterimanya melalui malaikat Jibril memerintahkannya untuk membaca. Beliau […]

  • Bidang Pelayanan Umat PP Mushida Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi dan Pelayanan kepada Umat

    Bidang Pelayanan Umat PP Mushida Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Sinergi dan Pelayanan kepada Umat

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jakarta – Bidang Pelayanan Umat Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menyelenggarakan Rapat Koordinasi pada secara online pada 23 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman tugas dan fungsi, serta meningkatkan sinergi antar-departemen dalam menjalankan program pelayanan kepada umat. Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pelayanan Umat PP Mushida, Sudaryani, S.Ag., S.E., menegaskan […]

  • Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    Muslimat Hidayatullah Dukung Pernyataan Penolakan DPP Hidayatullah Tentang Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Jakarta, mushida.org) Muslimat Hidayatullah mendukung pernyataan penolakan DPP Hidayatullah tentang Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Hal tersebut ditegaskan dalam pernyataan resmi Hidayatullah bertajuk “Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah Terkait Terbitnya PP No. 28/2024 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan”, di […]

  • Mushida Jabodebek Gelar Daurah Marhalah Ula

    Mushida Jabodebek Gelar Daurah Marhalah Ula

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) Jabodebek menggelar acara pelatihan bina aqidah kekaderan atau daurah Marhalah Ula yang berlangsung selama 3 hari di Kampus Hidayatullah Depok, Jawa Barat, belum lama ini. Acara yang diikuti oleh segenap perwakilan Muslimat Hidayatullah dari daerah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi yang berlangsung penih kekhidmatan yang mendalam dengan […]

  • Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Ketahanan Bangsa

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak merupakan bagian dari interaksi sosial sehari-hari. Kemajuan teknologi informasi yang terjadi saat ini menyebabkan keluarga dalam perubahan revolusi. Sehingga keluarga harus memiliki kesiapan dan menjadi bagian dari era 5.0. Society 5.0 adalah suatu konsep sosial yang berpusat pada […]

  • Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SAAT ini begitu banyak orangtua yang sudah melek syariat. Mereka banyak mendapat kajian itu baik melalui majelis taklim, halakah-halakah, tablig akbar, seminar, bahkan melalui media online semisal youtube yang menyiarkan kajian para dai kondang yang bertebaran di media sosial. Hal ini membuat para orang tua makin sadar betapa pentingnya penerapan syariat ini pada putraputri mereka. […]

expand_less