light_mode
light_mode

Webinar Internasional Muslimat Hidayatullah Tekankan Peran Strategis Muslimah dalam Membangun Generasi Pejuang

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muslimah memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga dan peradaban. Dalam Islam, posisi ibu begitu dimuliakan karena menjadi madrasah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Dari asuhan seorang ibu yang beriman, lahir generasi pejuang yang mampu menjaga kebenaran dan membangun peradaban unggul.

Dalam rangka menyemarakkan Musyawarah Nasional, Muslimat Hidayatullah menyelenggarakan Webinar Internasional bertema “Muslimah Pencetak Generasi Pejuang Peradaban” pada 15 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh Muslimah dunia yang memaparkan konsep pendidikan ruhiyah, mental, dan karakter untuk membentuk generasi mujahid yang tangguh.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Euis Sunarti, Guru Besar Ketahanan Keluarga IPB Bogor. Ia menguraikan bagaimana pemuda di masa kejayaan Islam tumbuh sebagai pribadi pemberani dan berkomitmen pada dakwah. Contohnya ialah Ali bin Abi Thalib, yang di usia muda telah bersyahadat dan menyerahkan hidupnya untuk Islam. Ada pula Arqam bin Abi Arqam, yang pada usia sekitar enam belas tahun menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah di Mekkah.

“Jika tokoh-tokoh pemuda seperti mereka menjadi idola bagi anak-anak dan remaja saat ini, maka berbagai ancaman moral yang terjadi dapat ditekan,” jelasnya.

Sayangnya, realitas menunjukkan banyak permasalahan belum terselesaikan, mulai dari bullying, kriminalitas, hingga kesehatan mental. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat bahwa 61% anak mengalami depresi, dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan penanganan efektif.

Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia ini menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah fil ardh seharusnya mampu meminimalisir kerusakan, karena seorang khalifah mempersembahkan hidup dan mati hanya untuk Allah.

“Generasi yang dibutuhkan masyarakat, bangsa, dan negara adalah generasi yang tumbuh sehat, cerdas, beradab, serta memiliki kecakapan spiritual dan intelektual,” ujarnya.

Ia menutup materi dengan pesan kuat bahwa pendidikan bukan hanya membuat anak knowing the good, tetapi juga mengawal anak untuk loving the good. Proses ini tidak instan, namun menuntut konsistensi yang panjang.

Pendidikan Tauhid sebagai Pondasi Generasi Pejuang

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Azizan Baharudin, Penasihat Pusat Dialog Peradaban Universiti Malaya memaparkan strategi membentuk generasi mujahid melalui pendidikan iman, akhlak, jati diri, kecerdasan intelektual, serta sosialisasi kepemimpinan sejak dini.

Ia menekankan bahwa ibu adalah teladan dan madrasah pertama bagi anak. Menanamkan tauhid, membangun hubungan erat dengan Allah, dan menumbuhkan akhlak mulia adalah langkah utama dalam membentuk generasi pejuang. “Kita harus memiliki iman, ilmu, dan amal,” imbuhnya.

Ia menyebutkan teladan ibunda Imam Syafi’i, yang kesabarannya dalam mendidik anak, dapat menjadikan Imam Syafi’i menjadi ulama besar. Bendahari Kehormat, Pergerakan Puteri Islam Malaysia (PPIM) ini juga mengingatkan hadits tentang kemuliaan ibu.

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

“Anak akan berbuat seperti apa yang ibunya lakukan. Keteladanan bukan dengan kata-kata, melainkan dengan tindakan,” tegasnya.

Narasumber ketiga, Hind Hasan Ahmad ‘Umairah, MA, menghadirkan kisah inspiratif penuh pengorbanan. Ia bercerita tentang suaminya, Ramadhan ‘Ied Ramadhan Masyahira, yang menghabiskan sepuluh tahun dalam penjara Zionis dan selama itu menyusun karya monumental berjudul “Mushaf Al-Huffadz.”

Hind menikah pada usia 17 tahun. Setahun kemudian, suaminya ditangkap, dan anak pertama mereka baru berusia dua tahun ketika ayahnya dibebaskan. “Inilah harga yang harus dibayar. Ini perjalanan janji setia di jalan Allah,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan yang menyangga keluarganya bukan berasal dari kemampuan manusia, tetapi dari keyakinan total kepada Allah.

“Perbanyaklah doa. Angkat tanganmu tinggi-tinggi dan luaskan permintaanmu, mintalah hal yang mustahil sekalipun. Karena kita meminta kepada Rabb yang mampu mengabulkan apa yang tampak mustahil di mata manusia,” pesannya.

Tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah. Sebagaimana kisah Ibunda Hajar yang mengajarkan bahwa tidak ada keputusasaan dalam hidup. Ketiaka ia berlari tujuh putaran, lalu datanglah pertolong setelah usaha dan upaya.

Hind menutup materinya dengan kalimat sarat makna: “Kesabaran saya adalah buah dari keyakinan mutlak kepada Allah. Dengan karunia-Nya, kami merasakan manisnya kesabaran.”

Webinar yang dihadiri oleh 247 orang di seluruh provinsi di Indonesia ini diharapkan mampu menguatkan peran Muslimah sebagai pilar utama pembentukan generasi pejuang. Dengan menghadirkan narasumber dari tokoh Muslimah dunia, kegiatan ini akan menjadi inspirasi dan penggerak bagi Muslimah Indonesia dalam membangun peradaban mulia yang dimulai dari pendidikan di rumah.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Gerak Jalan Sehat

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Jalan sehat olahraga cukup ringan dan mudah, bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Semua orang bisa melakukannya setiap hari dan merasakan manfaat kesehatannya. Jalan kaki memiliki beragam manfaat bagi tubuh. Aktivitas ini mendorong sirkulasi darah sehingga jantung menjadi lebih kuat. Rasulullah bersabda, “Orang beriman yang kuat lebih dicintai Allah, daripada orang beriman yang […]

  • Muslimat Hidayatullah Selenggarakan Workshop Kewirausahaan

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Balikpapan, mushida.org) Untuk membantu mengembangkan keterampilan bisnis dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan muslimah, Departemen Ekonomi Muslimat Hidayatullah mengadakan Workshop Kewirausahaan dengan tema “Pemberdayaan Muslimat Menuju Kemandirian dan Ketahanan Keluarga.” Workshop Kewirausahaan yang merupakan bagian dari rangkaian Silaturahmi Nasional Hidayatullah, diadakan pada 25/11/2023 di Masjid Nurul Mukhlisin yang dihadiri ribuan peserta Silatnas. Sebagai informasi, strategi digital marketing […]

  • Ketum PP Mushida: Sistematika Wahyu sebagai Pijakan Ketahanan Keluarga

    Ketum PP Mushida: Sistematika Wahyu sebagai Pijakan Ketahanan Keluarga

    • calendar_month Minggu, 29 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dalam rangka membangun ketahanan keluarga dalam rangka membangun peradaban bangsa, Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (Mushida) Dra Reni Susilawati mengatakan Sistematika Wahyu yang merupakan manhaj dakwah Hidayatullah bisa menjadi solusinya. “Sistematika Wahyu yang memuat lima surah Al Qur’an yang pertama kali turun merupakan pijakan sistemik yang menjadi paradigma  dasar membangun ketahanan keluarga […]

  • Perubahan yang Tepat Ialah yang Mengantar Pada Pencapaian Visi Organisasi

    Perubahan yang Tepat Ialah yang Mengantar Pada Pencapaian Visi Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Seorang pemimpin harus bersikap visioner dan melihat jauh ke depan. Ia harus melihat dan mendengar dari berbagai sisi, tidak boleh mendengar dari satu sisi saja.  Hal ini dikatakan oleh Direktur Hidayatullah Institute, Ust. Muzakkir Usman, M.Ed., dalam Training Leadership pada rangkaian acara Rakernas Muslimat Hidayatullah pada Sabtu, 27/03/2021 yang digelar secara virtual dengan pusat kegiatan […]

  • PP Mushida Selenggarakan Upgrading dan Training of Trainer Pranikah

    PP Mushida Selenggarakan Upgrading dan Training of Trainer Pranikah

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Di era akhir zaman yang penuh dengan tantangan, baik dari faktor internal maupun faktor eksternal yang semakin menggerus akhlak serta moral generasi melalui media sosial, pergaulan bebas, serta pengaruh pemahaman negatif seperti feminisme, yang secara tak langsung mempengaruhi pola pikir serta gaya hidup generasi muda. Tentu saja hal demikian juga akan mempengaruhi kehidupan dalam biduk […]

  • Muslimat Hidayatullah Bali Selenggarakan Seminar Parenting

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    (Bali, mushida.org) Muslimat Hidayatullah Denpasar mengadakan Seminar Parenting Keluarga dengan tema “Pola Asuh yang Tepat Di Era Digital” pada hari Jum’at, 13 Desember 2024, dengan narasumber Bunda Agus Binti Khairiyah, S.Psi, M.Si di Musholla Madya Hidayatullah, Denpasar. Seminar ini terbuka untuk umum dan diikuti lebih dari 50 yang terdiri dari guru, wali murid, dan komite […]

expand_less