light_mode
light_mode

Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah PW Jawa Barat Diharapkan Dapat Memaksimalkan Peran Dakwah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka…” (QS. Asy-Syura: 38)

PW Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) pada 16–17 Rajab 1447 H/5–6 Januari 2026 di Posters Hotel MICE, Kota Bandung dengan tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas.”

Musyawarah Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Barat dihadiri oleh Ustadzah Zahratun Nahdhah (Sekjend PP Mushida), Ustadzah Wulan Sari (Ketua Bidang Organisasi PP Mushida), Ustadzah Hapseni (Ketua Bidang Pendidikan PP Mushida), dan diikuti oleh 54 peserta Pengurus Daerah se-Jawa Barat.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Maghfur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Mushida yang selama ini konsisten mengawal program organisasi di daerah.

“Mushida itu identik dengan kompak, semangat, dan disiplin. Saya mengapresiasi Mushida yang terus konsisten mengawal program-program di daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ada tiga hal yang harus dipersiapkan secara organisatoris agar Mushida dapat tumbuh dan berkembang.

“Pertama adalah mindset kita tentang organisasi. Berorganisasi itu bukan sekadar menjalankan struktur, tetapi berjuang dan berkhidmat,” tegasnya.

Menurutnya, Mushida juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Seorang muslimah harus menjadi pembelajar agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan cerdas dalam menyelesaikan persoalan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menguatkan semangat kebersamaan dalam organisasi.

“Tagline Organisasiku Keluargaku harus benar-benar kita hidupkan,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa program parenting perlu menjadi prioritas Mushida ke depan dan turut mengajak untuk memperkuat sinergi antara organisasi induk dan Mushida.

“Mushida harus menjadi wadah belajar tentang keluarga, sehingga organisasi ini terasa sebagai rumah kedua bagi anggotanya. Selain itu perlu ada sinergi yang lebih kuat, salah satunya dengan mengusung kegiatan halaqah usrah akbar,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua PW Mushida Jawa Barat periode sebelumnya, Ustadzah Rahmawati, menyampaikan harapannya agar Mushida semakin menguatkan peran dakwah.

“Saya berharap ke depan Mushida dapat lebih memaksimalkan peran dakwah serta meluaskan sinergi dengan lembaga eksternal maupun organisasi muslimah sahabat di Jawa Barat,” ungkapnya.

Dalam Musyawarah Wilayah ini ditetapkan kepengurusan baru. Ustadzah Yushi Nurul Fatwa, S.Pd.I., ditetapkan sebagai Ketua PW Mushida Jawa Barat. Adapun Ustadzah Rahmawati, S.Pd.I., dipercaya sebagai Ketua Majelis Musyawarah Wilayah (MMW) Mushida Jawa Barat.

Musyawarah Wilayah ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran Mushida Jawa Barat dalam dakwah keluarga dan pemberdayaan muslimah yang berkelanjutan.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keyakinan yang Menepis Segala Keraguan

    Keyakinan yang Menepis Segala Keraguan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2015
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Oleh Sarah Zakiyah* PERJALANAN manusia mencari tuhan telah dimulai sejak manusia itu ada, sama lamanya dengan pencarian jati diri manusia itu sendiri. Kajian tentang manusia dan tuhan mungkin terus berlanjut hingga berakhirnya kehidupan dunia. Persepsi tentang tuhan yang dihadirkan pun bermacam-macam. Tengoklah misalnya pendapat sarjana barat Karen Armstrong, penulis buku Sejarah Tuhan, yang menyebut tuhan […]

  • Momentum Ramadhan,  Mushida Sleman Gelar Gemar Berbagi

    Momentum Ramadhan, Mushida Sleman Gelar Gemar Berbagi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA — Mengisi Ramadhan 1441 H dan dalam suasana pandemi  Covid-19,  Muslimat Hidayatullah (Mushida) DIY menggelar program Mushida Gemar Berbagi. Program Mushida Gemar Berbagi ini berlangsung dari 17-21 Ramadhan 1441 H/10-14 Mei 2020. “Program ini mengajak semua pihak, terutama unsur Mushida untuk benar-benar semangat bersedekah agar mendatangkan keberkahan dari Allah di bulan Ramadhan,” terang Koordinator […]

  • Muslimat Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan Berpartisipasi Aktif dalam FGD dan Musyawarah Wilayah LBH Hidayatullah

    Muslimat Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan Berpartisipasi Aktif dalam FGD dan Musyawarah Wilayah LBH Hidayatullah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Roidatun Nahdhah
    • 0Komentar

    Sleman – Muslimat Hidayatullah (Mushida) DIY–Jateng Bagian Selatan turut berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Wilayah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah DIY–Jateng Bagian Selatan yang diselenggarakan pada Rabu, 21 Safar 1448 H / 5 Agustus 2026, bertempat di Graha HTC Sleman, mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB. Mengusung tema “Optimalisasi […]

  • Muslimat Hidayatullah Harus Terus Berperan di Semua Sektor

    Muslimat Hidayatullah Harus Terus Berperan di Semua Sektor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    MUSHIDA.ORG — Dalam aktivitasnya, Hidayatullah maupun Muslimat Hidayatullah (Mushida) menekankan pada kegiatan di bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Pemprov Kaltim mengharapkan agar semua bidang dan program kerja yang menjadi perhatian organisasi keagamaan ini. “Hidayatullah maupun Muslimat Hidayatullah yang ada, agar terus ditingkatkan dan dikembangkan dengan baik. Tidak terkecuali bidang yang menyangkut peningkatan sumber daya manusia […]

  • Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    Daurah Marhalah Uulaa Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Sebagaimana perkataan yang masyhur, bahwa wanita (ummahat) menjadi pondasi dasar terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut. Jika ingin melihat kekuatan dan ketahanan suatu umat dan bangsa, maka lihatlah kualitas ummahat yang ada. Jika kualitas ummahat mereka baik, insya Allah maka  kekuatan negara mereka juga baik dan sulit untuk dipengaruhi oleh ideologi […]

  • Tentang Halaqoh dan Setangkup Rindu Part 2

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle zahratunahdhah
    • 0Komentar

    Dulu, kini, dan nanti. Halaqoh selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupanku. Kegiatan halaqoh selalu menjadi momen yang kurindukan. Terasa ada yang hilang, ketika selama beberapa bulan halaqoh terpaksa diliburkan sementara waktu tersebab pandemi.

expand_less