Pemadaman Listrik di Wilayah Sumatera, Tak Padamkan Semangat Mushida Gelar Rakerwil

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Deli Serdang, mushida.org – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara diselenggarakan pada 23 Mei 2026 bertepatan dengan 6 Dzulhijjah 1447 H di Pondok Pesantren Hidayatullah Deli Serdang. Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh,” kegiatan ini menjadi momentum memperkuat semangat dan konsolidasi organisasi dalam menjalankan program kerja Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara ke depan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (selama) kamu menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”
(QS. Ali Imran: 110)
“…dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.” (QS. Ali Imran: 159)
Pelaksanaan Rakerwil berlangsung di tengah pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam (22/5). Gangguan tersebut disebabkan oleh masalah pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.
Meski suasana ruangan terasa panas dan gelap akibat padamnya listrik, kondisi tersebut tidak memadamkan semangat para peserta Rakerwil. Sebelum mendapatkan bantuan genset sebagai sumber tenaga listrik tambahan, kegiatan tetap berlangsung secara sederhana tanpa pengeras suara, proyektor, maupun fasilitas pendukung lainnya.
“Walaupun listrik padam dan fasilitas sangat terbatas, alhamdulillah semangat ibu-ibu Muslimat tetap menyala untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ujar salah seorang panitia kegiatan.
Pemadaman listrik terjadi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun alhamdulillah, walaupun listrik padam sejak pukul 19.15 WIB hingga sekitar pukul 18.10 WIB dan dilanjutkan pemadaman bergilir pada hari berikutnya, seluruh rangkaian kegiatan Rakerwil tetap berjalan hingga selesai dengan penuh antusias, semangat, dan kerja sama yang baik dari seluruh peserta.
Kondisi blackout juga menyebabkan sinyal dan jaringan internet melemah bahkan hilang total. Akibatnya, amanat Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah yang sedianya disampaikan melalui Zoom oleh Bendahara Umum PP Muslimat Hidayatullah, Rahmah El-Halimiyah, tidak dapat terlaksana. Penyampaian amanat akhirnya diwakilkan oleh Ketua PW Mushida Sumatera Utara, Ariyati Fathonah.
Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Rakerwil merupakan salah satu forum tertinggi di lingkungan Mushida yang memiliki nilai penting dalam melakukan konsolidasi jati diri, organisasi, dan wawasan.
“Rakerwil bukan hanya forum menyusun program kerja, tetapi juga momentum menguatkan jati diri dan arah perjuangan Muslimat Hidayatullah agar tetap berada di jalur visi kenabian,” ujar Ariyati Fathonah saat membacakan amanat Ketua Umum PP Mushida.
Disebutkan pula bahwa dalam perkembangan organisasi, konsolidasi jati diri menjadi fondasi penting agar arah perjuangan tetap selaras dengan visi kenabian. Jati diri Hidayatullah berakar pada aqidah yang shahih, risalah kenabian, serta komitmen terhadap amar ma’ruf nahi munkar.
Sejak awal berdirinya, Hidayatullah menekankan pembinaan aqidah dan pendidikan berbasis Al-Qur’an sebagai sarana pembentukan kader. Muslimah juga memiliki peran sentral dalam keluarga, pendidikan, dan masyarakat. Karena itu, transformasi organisasi harus memberi ruang bagi Muslimat Hidayatullah untuk tampil sebagai aktor yang mandiri dalam mengelola organisasi dengan tetap menjaga kultur dan jati diri Hidayatullah.
“Muslimah harus mampu menjadi pribadi yang mandiri dan berpengaruh, baik dalam pendidikan, dakwah, maupun pemberdayaan umat,” lanjutnya.
Sementara itu, sambutan DPW Hidayatullah Sumatera yang diwakili Ketua DMW Hidayatullah Sumatera Utara, Ustadz Ali Hermawan, menekankan pentingnya meningkatkan konsolidasi jati diri, organisasi, dan wawasan untuk mewujudkan kolektivitas sikap.
“Konsolidasi jati diri, organisasi, dan wawasan harus terus ditingkatkan untuk mewujudkan kolektivitas sikap dalam perjuangan dakwah,” tegasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa setiap unit maupun individu harus totalitas dan sungguh-sungguh menyadari bahwa Hidayatullah merupakan lembaga pergerakan yang memiliki arah dan tujuan jelas dalam membangun peradaban Islam.
Menurut beliau, mainstream pergerakan Hidayatullah memiliki dua fokus utama, yaitu tarbiyah atau taklim yang berorientasi pada kaderisasi, dan dakwah dan tabligh yang berorientasi pada rekrutmen.
“Setiap target program kerja membutuhkan pengorbanan dan kesungguhan yang tidak boleh setengah-setengah,” tambahnya.
Melalui Rapat Kerja Wilayah ini, Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara diharapkan mampu mempererat ukhuwah, menyatukan visi, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat dan berdampak bagi perkembangan organisasi Mushida Sumatera Utara khususnya dan masyarakat pada umumnya.
- person
- Penulis: Miftahul Husna
- Editor: Arsyis M


Saat ini belum ada komentar