Buletin Amanah Siapkan Transformasi Digital, Tunggu Karya Anak Muda

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Grobogan, Jawa Tengah — Tim Redaksi dan Pengurus Harian Buletin Amanah Purwodadi menggelar rapat pra-pembubaran kepengurusan periode 2025–2026 pada Selasa, 5 Juli 2026, di Warung Mbah Sum, Krangganharjo, Toroh, Grobogan. Pertemuan ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penyusunan langkah strategis menuju kepengurusan baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan media.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Yayasan, Ahmad Miftahussurur, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Redaksi Buletin Amanah, Wiwid Prasetyo, S.Sos.I., serta jajaran pengurus dan redaksi, yakni Fitrian Immaddudin, S.Sos.I., Sriyati, S.Pd., Sulastri, S.Pd., dan Lilis Budiarsih, S.Pd.
Selain mengevaluasi capaian selama satu tahun terakhir, rapat juga membahas agenda pembubaran kepengurusan lama serta persiapan pelantikan pengurus dan tim redaksi periode berikutnya.
Dalam arahannya, Ahmad Miftahussurur menekankan pentingnya transformasi Buletin Amanah agar tidak hanya hadir sebagai media cetak, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.
“Untuk ke depannya, Buletin Amanah tidak hanya menjadi media cetak, tetapi harus terintegrasi dengan website, media sosial, bahkan dikembangkan dalam bentuk video pendek seperti reels. Dengan demikian, jangkauan dakwah dan edukasinya tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Redaksi Buletin Amanah, Wiwid Prasetyo, menyampaikan bahwa buletin yang semula berfungsi sebagai majalah sekolah dan media informasi kegiatan harus berkembang menjadi sarana peningkatan budaya literasi bagi siswa maupun orang tua.
“Kepengurusan mendatang perlu menghadirkan program dan rubrik yang lebih menarik bagi siswa. Dengan begitu, mereka tidak hanya gemar membaca, tetapi juga terdorong untuk berpikir kritis melalui berbagai tulisan yang disajikan,” katanya.
Sementara itu, salah satu redaktur, Lilis Budiarsih, mengungkapkan bahwa selama ini karya-karya kreatif siswa menjadi rubrik yang paling diminati pembaca.
“Anak-anak sangat antusias membaca karya teman-temannya, seperti cerpen, puisi, maupun mengerjakan teka-teki silang. Namun, minat mereka terhadap artikel kajian, motivasi, berita, dan tulisan pengetahuan masih perlu terus ditingkatkan,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengurus baru untuk menghadirkan konten yang lebih kreatif, edukatif, dan sesuai dengan minat generasi muda tanpa mengurangi nilai-nilai pembinaan yang menjadi ruh Buletin Amanah.
Rapat ditutup dengan pembacaan hasil musyawarah mengenai rencana waktu dan tempat pelaksanaan pembubaran pengurus lama serta pelantikan kepengurusan baru. Seluruh peserta berharap kepengurusan berikutnya mampu membawa Buletin Amanah menjadi media literasi yang semakin inovatif, adaptif terhadap perkembangan digital, serta memberi manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
Dengan semangat transformasi tersebut, Buletin Amanah diharapkan tidak hanya menjadi ruang dokumentasi kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi wadah lahirnya karya-karya terbaik generasi muda yang mampu menginspirasi dan memperkuat budaya literasi di era digital.
- person
- Penulis: Lilis Budiarsih

Saat ini belum ada komentar