Menguatkan Dakwah bil Qolam, PP Mushida Gelar Webinar Writing Class

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar Webinar Mushida Writing Class pada 16 Juni 2026/1 Muharram 1448 H. Mengusung tema “Menguatkan Dakwah, Mengabarkan Kebaikan Melalui Tulisan”, kegiatan ini diikuti oleh 46 peserta yang merupakan perwakilan Muslimat Hidayatullah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam bidang kepenulisan sekaligus memperkuat publikasi program dan aktivitas dakwah Muslimat Hidayatullah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP Mushida, Zahratun Nahdhah, M.Pd., menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap kader. Menurutnya, menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai Islam dan kebaikan kepada masyarakat.
“Dakwah tidak harus dilakukan di atas mimbar. Kita juga dapat berdakwah melalui tulisan atau dakwah bil qalam. Dengan publikasi yang baik, program dan kontribusi Mushida untuk umat dapat diketahui secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebuah tulisan dapat menjadi sumber inspirasi, bahkan menjadi jalan terbukanya pintu hidayah bagi seseorang. Oleh karena itu, dokumentasi dan publikasi kegiatan organisasi memiliki peran strategis dalam menunjukkan kehadiran Mushida sebagai organisasi yang aktif bergerak dan memberi manfaat bagi umat.
Materi webinar disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PP Mushida, Arsyis Musyahadah, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya publikasi dalam membangun citra positif dan kepercayaan publik terhadap organisasi.
“Publik akan lebih percaya kepada organisasi yang aktif menyampaikan informasi secara terbuka, teratur, dan profesional melalui berita, artikel, maupun berbagai bentuk publikasi lainnya,” jelasnya.
Mengutip ungkapan Imam Al-Ghazali, ia menyampaikan, “Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis.” Kutipan tersebut menjadi motivasi bagi peserta untuk menjadikan menulis sebagai sarana kontribusi dan perjuangan dalam dakwah.
Pada sesi materi, peserta dibekali berbagai teknik dasar penulisan berita, mulai dari proses reportase melalui observasi, riset data, dan wawancara. Selain itu, dijelaskan pula unsur-unsur penting dalam penulisan berita yang harus memuat unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, how).
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara membuat judul yang menarik, menyusun lead atau paragraf pembuka yang kuat, serta menuliskan kutipan langsung yang efektif untuk melengkapi isi berita.
Dalam kesempatan tersebut, pemateri menekankan bahwa kemampuan menulis tidak diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, konsistensi, serta motivasi yang kuat. Menulis merupakan proses pembelajaran yang harus terus dilatih agar semakin berkembang.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam Islam, menulis bukan hanya keterampilan teknis, melainkan bagian dari perjuangan dakwah. Setiap aktivitas dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan umat perlu didokumentasikan dalam bentuk tulisan agar menjadi jejak perjuangan, media inspirasi, sekaligus sarana penyebaran nilai-nilai Islam kepada masyarakat yang lebih luas.
Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Cici Kurnianingsih, peserta Mushida Writing Class asal Bengkulu.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat dan menyenangkan. Materi yang disampaikan mudah dipahami, penyampaian narasumber jelas, serta memberikan banyak wawasan baru tentang teknik menulis yang baik dan benar. Kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri saya dalam menuangkan ide dan gagasan ke dalam tulisan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Writing Class dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan materi yang semakin beragam dan menarik sehingga dapat mendukung peningkatan kapasitas kader Mushida di bidang kepenulisan dan publikasi.
Pada momen tahun baru Islam ini, PP Mushida berharap semakin banyak kader yang mampu mendokumentasikan berbagai aktivitas dakwah dan pengabdian kepada umat dalam bentuk tulisan yang informatif, inspiratif, dan bernilai manfaat bagi masyarakat luas.
- person

Saat ini belum ada komentar