Melalui Rakerwil, Muslimat Hidayatullah Kalimantan Selatan Siap Menjadi Organisasi yang Mandiri dan Berpengaruh

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjarbaru, mushida.org — Muslimat Hidayatullah Kalimantan Selatan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu, 23 Mei 2026/6 Dzulhijjah 1447 H, di Pondok Pesantren Hidayatullah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.”
Rakerwil adalah momentum penting untuk memperkuat arah gerak organisasi sekaligus membangun sinergi antarpengurus dalam menjalankan amanah dakwah dan pelayanan umat.
Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Selatan, Muhammad Irsyad Istoyo, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan jati diri agar Muslimat Hidayatullah mampu tumbuh menjadi organisasi yang profesional, mandiri, dan berpengaruh di tengah masyarakat.
“Organisasi yang kuat lahir dari sinergi, loyalitas terhadap keputusan bersama, serta kesungguhan dalam menjalankan amanah perjuangan. Muslimat Hidayatullah memiliki peran strategis dalam membantu menjalankan visi dan misi organisasi induk secara terarah dan terkoordinasi,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa seluruh pengurus dan anggota harus memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari perjuangan organisasi. Menurutnya, penguatan sinergi dengan amal usaha dan lembaga di bawah Hidayatullah perlu terus dibangun agar gerakan dakwah dan pembinaan umat berjalan lebih efektif.
“Setiap struktur organisasi harus berjalan secara efektif, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai perjuangan Islam. Dengan begitu, organisasi akan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Kalimantan Selatan, Ma’rifaturrohmi, S.H.I., mengajak seluruh peserta untuk menjaga ruh perjuangan organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Transformasi organisasi tidak hanya tentang program kerja, tetapi juga tentang bagaimana menjaga nilai, visi, dan semangat perjuangan agar tetap hidup dalam setiap gerak langkah organisasi,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap tanggung jawab organisasi merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena itu, seluruh pengurus diharapkan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, kesungguhan, dan semangat melayani umat.
Selain pemaparan program kerja, Rakerwil ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang terbuka, evaluasi organisasi, penguatan halaqah dan pembinaan ruhiyah, serta kepedulian terhadap kondisi umat Islam. Seluruh peserta didorong untuk membangun budaya organisasi yang tertib dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program.
Program yang baik adalah program yang direncanakan dengan matang, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, lalu dievaluasi agar terus berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui semangat konsolidasi, penguatan jati diri, dan transformasi organisasi, Muslimat Hidayatullah Kalimantan Selatan diharapkan terus tumbuh menjadi organisasi perempuan Islam yang solid, amanah, mandiri, dan berpengaruh dalam membangun umat serta peradaban Islam yang lebih baik.
- person
- Penulis: Mariam Jamilah
- Editor: Arsyis M

Saat ini belum ada komentar