Perkuat Ketahanan Keluarga, Muslimat Hidayatullah Hadiri Expert Meeting KNPK Indonesia 2026
- Uncategorized
- calendar_month 2 jam yang lalu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga (KNPK) Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional di tengah perubahan demografi yang semakin kompleks. Pesan tersebut mengemuka dalam Expert Meeting KNPK Indonesia 2026 yang digelar di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta, Sabtu (27/6).
Ketua Umum KNPK Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., menjelaskan bahwa berbagai fenomena seperti menurunnya angka fertilitas, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, bergesernya nilai-nilai perkawinan, hingga munculnya tren childfree menjadi tantangan yang harus direspons melalui penguatan keluarga sebagai ekosistem utama pembangunan.
Menurutnya, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai unit sosial terkecil, tetapi juga menjadi ruang pertama dalam pembentukan karakter, perlindungan anak, penguatan ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas antargenerasi.
Dalam forum tersebut, Ketua Majelis Penasihat Muslimat Hidayatullah sekaligus Pengurus KNPK Bidang Kelembagaan dan Jejaring, Dr. Sabriati Aziz, M.Pd.I., bersama Anggota Majelis Murabbiyah Pusat Muslimat Hidayatullah, Siti Sarah Zakiyah, M.Pd., turut hadir mengikuti diskusi bersama para pakar.
Dr. Sabriati Aziz menegaskan bahwa ketahanan keluarga harus dibangun di atas fondasi akidah dan nilai-nilai Islam. Menurutnya, keluarga yang memiliki landasan keimanan yang kuat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
“Akidah dan nilai-nilai Islam merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan keluarga. Selain itu, keluarga juga perlu memiliki kesadaran dalam bermedia sosial. Saat ini begitu banyak konten di media sosial yang memengaruhi pola pikir generasi muda, termasuk munculnya kekhawatiran terhadap pernikahan (marriage anxiety) hingga berkembangnya pilihan hidup childfree,” ujarnya.
Forum ini juga menghadirkan akademisi dari Korea Selatan dan Malaysia yang berbagi pengalaman mengenai rendahnya angka kelahiran, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia, serta fenomena kesepian pada lansia. Pengalaman kedua negara tersebut menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia dalam menyusun strategi menghadapi perubahan demografi di masa mendatang.
Melalui forum ini, KNPK Indonesia mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih ramah keluarga, sehingga Indonesia mampu menghadapi tantangan demografi sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional melalui penguatan institusi keluarga.
- person

Saat ini belum ada komentar