light_mode
light_mode

KNPK Indonesia Desak Pemerintah Untuk Kendalikan Media Sosial dan Promosikan Gerakan Global Penyimpangan Seksual

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Jakarta, mushida.org) Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK Indonesia) bekerja sama dengan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Focus Group Discussion “Perlindungan Keluarga Dari Ancaman Gerakan Global Penyimpangan Seksual”, dalam rangka HUT ke-3 sekaligus memperingati Hari Ibu, pada hari Kamis, 14 Desember 2023 di GSG Kompleks DPR Kalibata, Jakarta.

Dalam FGD yang dihadiri sejumlah narasumber dan peserta dari berbagai unsur masyarakat, Ketua KNPK Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si, guru besar IPB University bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, menyampaikan kajiannya mengenai upayanya perlindungan keluarga dari Gerakan Global Penyimpangan Seksual yang kini semakin meradang di masyarakat Indonesia.

Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah mendesak Pemerintah untuk mengendalikan media sosial dan melakukan sensor terhadap produk-produk hiburan yang bermuatan promosi dan sosialisasi penyimpangan seksual global. Kondisi ini semakin urgen, jika tidak maka bukan tidak mungkin, gerakan global penyimpangan seksual ini akan merusak dan menjangkiti generasi penerus Bangsa Indonesia. Untuk itu, sangat urgen bagi pemerintah untuk melakukan berbagai langkah tegas dalam mengawasi media sosial dan sensor lebih ketat dan produk hiburan yang tidak sesuai dengan nilai jati diri bangsa.

Dalam FGD KNPK Indonesia, bertindak sebagai keynote speaker Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si selaku Ketua KNPK Indonesia. Pada sesi 1, narasumber pertama, Rita Soebagio, M.Si. membawakan topik mengenai “Kronologi Gerakan Global Penyimpangan Seksual dan Tantangan Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Seksual Komprehensif (CSE)”. Narasumber kedua, Bunda Neng Djubaedah, S.H., M.H., Ph.D., membawakan topik mengenai “Menghadirkan Produk Perundangan yang Melindungi Rakyat dari Ancaman Gerakan Penyimpangan Seksual Global.” Adapun moderator pada sesi 1, Nurul Hidayati, S.S., MBA. 

Sesi ke 2 dimoderatori oleh Dr. Wido Supraha, M,Si. Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., sebagai narasumber pertama membawakan topik mengenai “Peran Lembaga dan Organisasi Kemasyarakatan untuk pencegahan penyebaran penyimpangan seksual.” Narasumber kedua, Muhammad Iqbal, Ph.D., membawakan topik mengenai “Peran Pemerintah, Masyarakat, Swasta, dan Keluarga, dalam upaya Pencegahan dan Rehabilitasi Penyimpangan Seksual.” Narasumber ketiga, K.H. Fahmi Salim, M.A. yang membawakan topik “Proses Tazkiyatunnafs dalam Meningkatkan Kontrol Diri, Menguatkan Individu dari Ancaman Penyimpangan Seksual.”

Kegiatan FGD ini dihadiri pimpinan, pengurus, anggota KNPK Indonesia, pimpinan dan anggota BMIWI, juga mengundang tokoh dan praktisi keluarga, serta organisasi yang memiliki concern terhadap percepatan pembangunan ketahanan keluarga Indonesia, sejumlah kurang lebih 200 orang.

KNPK Indonesia adalah wadah musyawarah yang bersifat independen, yang dibentuk dalam rangka mempercepat pembangunan, koordinasi strategi dan program Ketahanan Keluarga secara nasional, sedangkan BMIWI adalah Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia yang  merupakan organisasi federasi beranggotakan 35 ormas perempuan tingkat nasional.

Focus Group Discussion KNPK Menghasilkan Sembilan Rekomendasi

Sembilan rekomendasi hasil FGD lainnya adalah sebagai berikut :

1. Menuntut PBB dan Organisasi-Organisasi Internasional agar berhenti mempromosikan dan mengadvokasi isu global dan nilai-nilai yang tidak universal, terutama terkait penyimpangan seksual. Oleh karena itu PBB dan INGO hendaknya menghargai sikap negara-negara yang menolak gerakan global penyimpangan seksual sebagai bentuk ‘margin of appreciation’ dan penghormatan terhadap kedaulatan negara tersebut.

2. Meminta Pemerintah dan Lembaga Legislatif untuk menerbitkan produk perundangan yang melindungi individu, keluarga dan masyarakat dari keterpaparan ancaman gerakan global penyimpangan seksual. Jika belum ada produk perundangan yang memadai, mendorong dan atau mendukung masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap KUHP pasal 414.

3. Mendesak Pemerintah dan Penegak Hukum untuk melarang promosi dan aksi gerakan global penyimpangan seksual di tengah masyarakat dalam berbagai bentuknya.

4. Mendesak Pemerintah serta mendorong Swasta dan Masyarakat untuk melakukan pencegahan dan upaya-upaya rehabilitasi penyimpangan seksual.

5. Mendorong lembaga pendidikan serta tokoh-tokohnya untuk menghadirkan kurikulum pendidikan seksual yang sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia serta menolak kurikulum  yang tidak sesuai dengan nikai-nilai Pancasila.

6. Mendorong keluarga Indonesia untuk ketahanannya dengan menjalankan peran, fungsi dan tugasnya dengan baik.

7. Mengokohkan masyarakat Indonesia, untuk menjadi komponen bangsa yang  memiliki kekuatan  kontrol diri  melalui proses pensucian jiwa.

8. Mendorong sektor bisnis untuk memiliki dan atau mengimplementasikan Kebijakan dan program perlindungan keluarga  dari ancaman gerakan global penyimpangan seksual. Hal ini dapat mencakup peningkatan pengawasan terhadap konten yang dihasilkan atau disebarkan oleh perusahaan, serta memberikan edukasi kepada karyawan mengenai dampak negatif dari penyimpangan seksual.

9. Mendorong dan memperkuat kerjasama antara lembaga pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam membentuk forum diskusi, pelatihan, menyediakan layanan penanganan dan pemulihan terkait penyimpangan seksual, dan kampanye edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya gerakan global penyimpangan seksual.

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Departemen Perkaderan PP Mushida Selenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Syahadat adalah salah satu rukun Islam. Syahadat bukan sekadar ucapan formalitas seseorang saat menyatakan diri sebagai muslim. Syahadat adalah pernyataan sikap, keyakinan, dan pendirian mengenai sesuatu yang sangat prinsip. Syahadat yang benar adalah syahadat yang melahirkan bangunan kokoh yang saling menguatkan dan saling menopang. Departemen Perkaderan PP Mushida menyelenggarakan Webinar Pengayaan Manhaj Kajian Surah Al-‘Alaq: […]

  • Mushida Maluku Utara Tanamkan Semangat Berhijab Kepada Ratusan Siswi SMPN 3 Ternate

    Mushida Maluku Utara Tanamkan Semangat Berhijab Kepada Ratusan Siswi SMPN 3 Ternate

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Lellyanarf
    • 0Komentar

    Ternate — Ada yang berbeda di SMP Negeri 3 Kota Ternate. Sebanyak 150 siswi mengikuti kegiatan Hari Solidaritas Jilbab Sedunia yang digelar oleh Muslimat Hidayatullah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para siswi untuk belajar, berbagi, dan mengenal lebih dekat makna hijab dalam kehidupan seorang muslimah. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah Mushida Maluku […]

  • Temu Silaturrahim Kader Muda Annisa Hidayatullah Yogyakarta

    Temu Silaturrahim Kader Muda Annisa Hidayatullah Yogyakarta

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2017
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    PW Mushida DI Yogyakarta menggelar acara pertemuan kader muda Muslimat Hiadyatullah se-Yogyakarta. Acara tersebut terselenggara di akhir Ramadhan lalu. Pada kesempatan tersebut hadir kader-kader muda dari Annisa Hidayatullah. 

  • Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Tegaskan Transformasi Organisasi yang Mandiri dan Berpengaruh

    Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Tegaskan Transformasi Organisasi yang Mandiri dan Berpengaruh

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Sebanyak 37 Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah se-Indonesia melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sepanjang bulan Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat konsolidasi jati diri sekaligus mendorong transformasi organisasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh. Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Hani Akbar, S.Sos.I., M.Pd., menegaskan bahwa Rakerwil merupakan salah satu […]

  • Muslimat Hidayatullah Depok Bagikan 120 Bingkisan Lebaran untuk Dhuafa

    Muslimat Hidayatullah Depok Bagikan 120 Bingkisan Lebaran untuk Dhuafa

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Depok menggelar bakti sosial dengan membagikan bingkisan lebaran Idul Fitri 1439 untuk 120 keluarga dhuafa dan janda. Acara yang digelar bekerjasama dengan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok ini diselenggarakan di halaman TKA Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Selasa (12/6/2018). Acara didahului dengan taushiah agama oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah […]

  • Tamu Istimewa dari Sang Pencipta

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    “Sesungguhnya hartamu dan anak- anakmu hanyalah cobaan bagimu dan di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. At.Thagabun: 15) Jika kita mendapatkan tugas dari sebuah perusahaan, sebuah organisasi, sebuah proyek penting atau sekolah atau apa saja, apa yang akan kita lakukan? Bukankah kita akan membuat sesuatu yang tertulis dengan jelas. Kita akan membuat rencana sebuah pekerjaan […]

expand_less