Halaqah Keputrian Mushida Bontang: Kuatkan Komitmen Dakwah

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bontang — Sebanyak 14 anggota halaqah keputrian mengikuti agenda halaqah yang diselenggarakan oleh Departemen Keputrian Mushida Kota Bontang pada Jumat, 7 Agustus 2026. Para peserta merupakan alumni Perguruan Tinggi di Kalimantan Timur serta alumni santri yang kini menjadi bagian dari proses pembinaan keputrian Mushida Kota Bontang.
“Alhamdulillah, dengan diadakannya kegiatan ini menjadi pupuk baru dalam mengembalikan semangat beribadah, juga sebagai wadah untuk terus belajar bersama,” ungkap Putri, salah satu anggota Keputrian.
Berbeda dari biasanya, halaqah kali ini dilaksanakan di sebuah kafe di salah satu sudut Kota Bontang. Gagasan tersebut menjadi bentuk kreativitas para peserta dalam menghadirkan suasana pembinaan yang lebih dekat dengan keseharian generasi muda.
Halaqah merupakan bagian penting dalam pembinaan di kelembagaan Hidayatullah. Setiap individu yang bergabung dalam kelembagaan, baik tenaga kependidikan maupun alumni santri, menjadikan halaqah sebagai bagian dari proses pembinaan yang dijalani.
Hal tersebut sejalan dengan upaya Departemen Keputrian Mushida Kota Bontang yang saat ini tengah melakukan rekrutmen anggota keputrian dari kalangan tenaga pendidik di satuan pendidikan Hidayatullah Bontang serta para alumni santri putri Bontang.
Halaqah yang biasanya dilaksanakan setiap Jumat setelah pulang sekolah kali ini dikemas dengan suasana yang berbeda. Meski berlangsung di tempat yang lebih santai, esensi pembinaan tetap menjadi fokus utama. Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat, termasuk ketika kembali membahas materi yang sebelumnya telah disampaikan oleh murabbiyah.
Antusiasme tersebut menjadi gambaran bahwa halaqah tidak harus selalu berlangsung dalam suasana yang kaku dan formal. Dengan pendekatan yang fleksibel dan menyenangkan, proses pembinaan tetap dapat berjalan tanpa kehilangan nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Di balik suasana yang berbeda tersebut, halaqah tetap membawa misi yang sama yakni menjaga semangat beribadah dan menghadirkan ruang untuk terus belajar bersama. Penguatan ruhiyah melalui GNH juga menjadi bagian dari proses pembinaan yang dijaga dalam halaqah.
Lebih dari sekadar pertemuan rutin, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun loyalitas kader melalui pembinaan yang berkesinambungan. Sebab, kader yang tumbuh bukan hanya membutuhkan ruang untuk belajar, tetapi juga ruang untuk menjaga semangat, mempererat ukhuwah, dan menguatkan komitmen dalam perjalanan dakwah.
- person
- Penulis: Irfatunazhifah02

Saat ini belum ada komentar