Mushida Depok Gelar Training Pengurusan Janaiz, Bekali Ummahat Ilmu Sesuai Syariat Islam

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DEPOK — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Depok menyelenggarakan Training Pengurusan Janaiz pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan yang diikuti 35 peserta tersebut menjadi ikhtiar untuk membekali para ummahat dengan ilmu dan keterampilan dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi dan Kepedulian dalam Pengurusan Jenazah Sesuai Tuntunan Syariat”, kegiatan diawali dengan sambutan Ustazah Qolby selaku Departemen RPA. Dalam sambutannya, ia mengingatkan peserta tentang kepastian datangnya kematian yang akan dialami setiap manusia.
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Harapannya, ketika kita berada di posisi seperti itu, kita harus siap, karena kita semua pasti akan berada di posisi tersebut, terbujur kaku,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi peserta bahwa kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari. Karena itu, seorang Muslim perlu mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan serta membekali diri dengan pengetahuan yang bermanfaat.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ustazah Nur Iryani. Sebelum memasuki materi, ia mengawali sesi dengan pertanyaan kepada peserta mengenai hal yang terlintas dalam benak mereka ketika mengikuti training pengurusan jenazah.
Salah seorang peserta menjawab, “Kalau bukan kita yang memandikan, kita yang akan dimandikan.”
Jawaban tersebut menjadi refleksi bahwa pengurusan jenazah bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan manusia. Setiap orang pada akhirnya akan berada pada posisi sebagai jenazah yang membutuhkan pengurusan sesuai tuntunan agama.
Dalam materinya, Ustazah Nur Iryani kembali mengingatkan tentang kepastian kematian sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al-Anbiya ayat 35, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, ‘Ini dari Allah,’ dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, ‘Ini dari engkau (Muhammad).’ Katakanlah, ‘Semuanya (datang) dari Allah.’ Maka mengapa orang-orang itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan?” (QS. An-Nisa: 78)
Selain itu, ia mengingatkan pesan Rasulullah saw. agar umat Islam senantiasa memperbanyak mengingat kematian. Kesadaran terhadap kematian diharapkan dapat mendorong seseorang untuk memperbaiki amal, melakukan kebaikan, serta lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.
Mengingat kematian juga dapat menjadi penguat ketika seorang Muslim menghadapi berbagai kelelahan, kesulitan, dan ujian. Kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara diharapkan membuat seseorang lebih sabar dan tidak mudah larut dalam kesibukan duniawi.
Training Pengurusan Janaiz ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga menjadi momentum bagi para peserta untuk meningkatkan kepedulian dan keterampilan dalam menjalankan salah satu kewajiban fardhu kifayah terhadap sesama Muslim.
Melalui kegiatan ini, Mushida Depok berharap semakin banyak ummahat yang memiliki bekal ilmu dan kesiapan untuk membantu proses pengurusan jenazah di tengah masyarakat sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
- person
- Penulis: Syarifah Djauhari

Saat ini belum ada komentar