Semarakkan HSJD 2026, Mushida DIY-Jateng Bagian Selatan Gaungkan Hijab sebagai Pilar Kemuliaan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yogyakarta — Muslimat Hidayatullah (Mushida) DIY-Jateng Bagian Selatan menyemarakkan Hari Solidaritas Jilbab Dunia (HSJD) 2026 dengan mengusung tema “Muslimah Berhijab: Wujud dari Ketaatan, Pilar Kemuliaan.”
Rangkaian kegiatan HSJD 2026 digelar sepanjang September 2026 di berbagai titik di wilayah DIY-Jateng Bagian Selatan. Sebanyak 9 daerah di antaranya PD Sleman, PD Kebumen, PD Sukoharjo, PD Bantul, PD Kodya, PD Karanganyar, PD Cilacap, PD Muntilan, dan PD Kota Magelang, turut melaksanakan kegiatan dengan beragam bentuk aktivitas yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Semarak HSJD 2026 dimulai pada 5 September hingga 27 September 2026. Selama hampir satu bulan, kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat dan antusiasme oleh para muslimah Hidayatullah bersama masyarakat di masing-masing daerah.
Dalam salah satu pendampingan pelaksanaan kegiatan HSJD, Ketua PW Mushida DIY-Jateng Bagian Selatan, Aini Shofia Kartika, S.T., M.S.I., menyampaikan bahwa HSJD 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen Mushida dalam mengangkat isu hak muslimah untuk menjalankan syariat Allah, khususnya dalam mengenakan hijab sebagaimana diperintahkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 59.
“Kami ingin menunjukkan bahwa berhijab adalah hak muslimah dan tidak boleh direndahkan. Hijab adalah tanda kehormatan, wujud ketaatan, dan pilar kemuliaan seorang muslimah,” ujarnya.
Menurutnya, momentum HSJD tidak hanya menjadi sarana untuk menguatkan kesadaran tentang pentingnya hijab, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antara muslimah Hidayatullah dengan berbagai lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Dengan demikian, HSJD menjadi momentum untuk menghadirkan dakwah yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Beragam kegiatan dikemas dalam rangkaian HSJD 2026. Di antaranya berbagi jilbab dan pakaian muslimah secara gratis, berbagi buku-buku keislaman, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, totok punggung gratis, Halal Festival Food, Ngaji on the Street, seminar bekam, serta kegiatan mewarnai untuk anak-anak. Berbagai kegiatan lainnya juga digelar sesuai dengan kreativitas dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di 9 daerah dan berbagai titik lokasi tersebut dapat terlaksana dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kegiatan sosial dan dakwah dapat menjadi sarana yang efektif untuk membangun kedekatan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
HSJD 2026 juga menjadi salah satu bentuk implementasi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah sekaligus ikhtiar bersama untuk menghidupkan semangat menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Kesuksesan pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Melalui HSJD 2026, Mushida DIY-Jateng Bagian Selatan berharap semangat dakwah, kepedulian sosial, dan ukhuwah antarmuslimah dapat terus tumbuh dan meluas.
Lebih dari sekadar rangkaian kegiatan, HSJD diharapkan menjadi momentum untuk menghadirkan pesan bahwa hijab merupakan bagian dari ketaatan seorang muslimah kepada Allah sekaligus simbol kehormatan dan kemuliaan.
Semoga semangat HSJD 2026 dapat terus menginspirasi muslimah di berbagai daerah di Indonesia untuk mengambil peran dalam dakwah, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
- person

Saat ini belum ada komentar