light_mode
light_mode

Meniti Jalan Surga

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Aku turuti tamakku hingga ia memperbudakku”

“Aku cumbui duniaku hingga ia menghimpitku”

“Aku rindui fatamorgana hingga tak sadar berujung lena”

“Aku menantang takdirku hingga lelah melanda kalbu”

Siapa sesungguhnya Tuhanmu ?

Siapa Nabimu ?

Apa agamamu ?

Di ujung mana nanti diri berada ?

Renungkanlah, seberapa jauh langkah–langkah kehidupan selama ini menuai pahala. Mencipta bait-bait amalan demi membangun pondasi surga. Surga yang sesungguhnya, bukan surga dunia.

Siapkanlah diri untuk menyongsong hari itu, berkemas dari segala ampas dunia yang mungkin sudah kian membatu dalam raga dan kalbu. Jangan menciptakan kesedihan dalam menyayangi berlebihan segala nikmat fana ini yang mungkin pernah berharga, pernah menyapa, pernah menemani masa, karena segala bentuk kesenangan dunia ini tak akan tersisa, kecuali amal sholeh yang nantinya akan setia menemani, ketika bersendiri di lubang tanahnya bumi hingga kehidupan abadi terlahir kembali.

Menanti pertemuan dengan penduduk bumi lainnya setelah tidur panjang, bersua di atas butiran tanah padang mahsyar, mempertanggungjawabkan segala perbuatan selama di dunia dengan hitungan timbangan keadilan yang sesungguhnya.

Allah berfirman:

“Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Tentu ruang balasan dari kebaikan yang telah Allah siapkan kepada peraih pahala tersebut tidaklah main main, tidak bisa diukur dalam hitungan dunia beserta isinya. Manusia mana yang sanggup menarik kepastian tentang seberapa besar balasan nikmat yang Allah beri bagi orang yang beriman serta mengerjakan amal sholeh hanya dengan pandangan ilmunya sendiri?

Walau semua ilmu datangnya dari Allah, namun manusia tetap memiliki keterbatasan dalam memahaminya secara sempurna sejenius apapun mereka. Hanya Allah yang mengetahuinya, sedangkan mereka tidak mengetahuinya, tentu perhitungan Allah sangatlah teliti.

Kita mungkin hanya sanggup menorehkan jejak-jejak amal dengan harapan meninggi kan diterima. Menaiki gunung dengan bekal keimanan, membasahi bukit menantikan guyuran cinta-Nya. Tak lepas berharap ampunan di sela kekurangan dan khilaf yang rutin menyapa. Menata kerindangan jiwa dan raga yang terkadang belum tercukupi hidayah serta nur cahaya dari-Nya. Tertatih siang dan malam di tengah aktivitas serta rutinitas seorang hamba.

Mengambil ibrah serta hikmah dari jejak kisah-kisah para Rasul dan nNabi, sahabat serta shahabiyah termulia di lorong lorong keajaiban dunia sebagai upaya untuk mengikat keimanan diri dengan panduan yang tak terbantahkan. Menyingkap tirai penutup demi menyibak lembaran-lembaran cemerlang yang mereka torehkan di dahi sejarah dengan tinta cahaya, sebuah kemusykilan akan terjadi kemiripan di era sekarang ini yang kacau akan nilai-nilai adab serta moral.

Kita hanya bisa mencontoh sosok para sahabat maupun shahabiyah termulia itu, namun sulit untuk berkaca atau meniru, tersebabkan nafsu yang sering kali menggelincirkan, atau diri yang masih terpenjara dalam pahatan dosa-dosa yang mungkin tak disengaja atau bahkan disengaja karena rasa lena, sehingga tak memungkinkan untuk menghasilkan pantulan sempurna atas ibrah yang ada. Kita hanya bisa kagum serta berguru semampunya, mempelajari serta mempraktekkannya dengan bantuan firman-Nya serta sunnah yang ada, namun akan masih jauh dari kata sempurna.

Tersebut bintang pertama di antara gugusan bintang Nubuwah. Sebuah simbol kesucian dan ketakwaan bersama bunga yang semerbak mewangi hingga memenuhi segala penjuru  dengan keharuman iman dan pengorbanan. Sosok Ummul Mukminin Siti Khadijah binti Khuwailid, pemimpin para ummul mukminin lainnya. Wanita yang memiliki hati nan bersih dan jiwa nan rela.

Suatu ketika dalam perenungannya ia mengulang pita rekaman memori masa lalunya, meski ia sukses dengan cemerlang karena kemampuannya dalam berniaga berkat karunia Allah , namun kecerdasan akan kebutuhan ruh sucinya memerlukan bekal dalam penghidupan kalbu. Ia memerlukan kekayaan jenis lain yang mampu menghantarkan jiwanya untuk meraih kekayaan nurani dan kelembutan perangai sebagai penghias kalbu jiwa serta raga.

Wanita mulia itu yakin bahwa kekayaan akan benda dan materi yang dimilikinya pasti akan lenyap seketika. Sementara kemuliaan belum tentu akan didapatkan hanya mengandalkan itu semua. Hingga dahaga ruh sucinya terpenuhi dengan kehadiran Muhmmad Rasulullah kekasih Allah yang menjadi pasangan hidup terakhirnya sampai takdir perpisahan atas kehendak Allah menjemput ajalnya.

Khadijah semasa hidupnya mendampingi Rasulullah mampu mengkibarkan kebahagiaan di atas rumah paling agung itu. Rumah tangga termulia sepanjang masa, membersamai Rasulullah Sang Idola. Semasa hidupnya bersama kekasih Allah Muhammad, Khadijah bukan sekedar berniaga dengan penduduk bumi, namun ada ikatan perniagaan dengan pemilik semesta. Hingga akhirnya, diri serta semua harta yang dipunyainya menjadi salahsatu pondasi tegaknya izzul Islam masa itu. Kecintaan sang suami pun tidak cukup dicurahkan ketika sosok mulia Khadijah masih ada, namun ketiadaan sosoknya pun masih menorehkan berkas cinta.

Masih banyak jejak jekak lainnya para shahabiyah dalam meniti karirnya di dunia demi menggapai cahaya surga. Bermodalkan iman ketika harus berperang dengan yang namanya ujian. Setiap masa berulang, ujian selalu datang, tak sedikit yang harus melalui proses terjatuh berkali-kali bahkan  menjatuhkan diri berharap kasih dan sayang-Nya terlebih dahulu ketika jalan yang dilalui terasa sempit dan berliku, agar proses perjalanan takdirnya lebih  terasa ringan sehingga mampu dimaknai sebagai pembuka jalan untuk lebih dekat dengan RabbNya.

Makna memiliki diukir dengan kesyukuran, sedangkan makna kehilangan tak akan berarti tanpa ikatan iman. Sehingga yang dimiliki mampu menjadi corong untuk menuai kebaikan  tanpa harus menghentikan ikhtiar dan mujahadah lainnya. Jatuh untuk bangkit namun tetap mawas diri dengan meminta pertolongannya dariNya dalam kaitan doa doa panjang. Berharap titian surga akan lebih mudah untuk dijalani hingga akhirnya bertemu Rabb pemilik cinta sejati.

Allah berfirman:

“Apakah manusia akan mengira bahwa mereka akan dibiarkan dengan berkata, “kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut ayat 2)

*/Dede Agustina (Kabid Organisasi PP Mushida)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengisi Energi Ruhiyah, Muslimat Hidayatullah Bontang Selenggarakan Lailatul Ijtima’

    Mengisi Energi Ruhiyah, Muslimat Hidayatullah Bontang Selenggarakan Lailatul Ijtima’

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irfatunazhifah02
    • 0Komentar

    Bontang — “Bukan sekadar pindah tidur dan pergi sejenak meninggalkan suami dan anak-anak. Tapi, ini menjadi momentum recharging spirit ruh yang mungkin sudah lama mengering, untuk kembali disegarkan bersama-sama pengurus Mushida.” Ungkapan tersebut disampaikan oleh pengurus Muslimat Hidayatullah Kota Bontang dalam kegiatan Lailatul Ijtima’, salah satu program kerja Bidang Sekretaris Mushida Kota Bontang yang dilaksanakan […]

  • Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA Teguhkan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

    Muslimat Hidayatullah dan Wanita ISMA Teguhkan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

    • calendar_month Senin, 19 Des 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menerima anjangsana silaturrahim rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (Wanita ISMA) di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/12/2016). Kedatangan rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia dipimpin oleh Ketua Wanita ISMA, Dr Norsaleha Mohd Salleh. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua […]

  • PW Mushida Kalimantan Barat Bersinergi dengan Laznaz BMH Bagikan Hijab, Masker, dan Vitamin di Tengah Karhutla

    PW Mushida Kalimantan Barat Bersinergi dengan Laznaz BMH Bagikan Hijab, Masker, dan Vitamin di Tengah Karhutla

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Abu Azzam Al-Anshory
    • 0Komentar

    Pontianak – Momentum Hari Solidaritas Jilbab Dunia menjadi kesempatan bagi PW Muslimat Hidayatullah Kalimantan Barat dan Laznaz BMH Kalimantan Barat untuk memperkuat kepedulian kepada sesama. Kegiatan pada Ahad (13/9/2026) diawali dengan pembagian masker dan vitamin kepada masyarakat pengguna jalan di kawasan perempatan lampu merah Tugu Digulis Pontianak. Aksi kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan berbagi paket […]

  • Mushida Riau Tingkatkan Kompetensi Wirausaha Melalui Workshop Digital Marketing Berbasis Nilai Islam

    Mushida Riau Tingkatkan Kompetensi Wirausaha Melalui Workshop Digital Marketing Berbasis Nilai Islam

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Widya Hasanah
    • 0Komentar

    Pekanbaru – Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Riau mengikuti Workshop Digital Marketing untuk UMKM: Naik Kelas di Era Digital yang diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMIWI) Riau di Pendopo Teras Orange, Pekanbaru, Sabtu (25/7/2026). PW Mushida Riau diwakili oleh Ketua PW Mushida Riau, Marhamah, yang juga merupakan salah satu Presidium BMIWI […]

  • Muslimat Hidayatullah Depok Bagikan 120 Bingkisan Lebaran untuk Dhuafa

    Muslimat Hidayatullah Depok Bagikan 120 Bingkisan Lebaran untuk Dhuafa

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Depok menggelar bakti sosial dengan membagikan bingkisan lebaran Idul Fitri 1439 untuk 120 keluarga dhuafa dan janda. Acara yang digelar bekerjasama dengan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok ini diselenggarakan di halaman TKA Yaa Bunayya Hidayatullah Depok, Selasa (12/6/2018). Acara didahului dengan taushiah agama oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah […]

  • Sedekah Jum’at Mushida Jabodebek Bagi-bagi Konsumsi Gratis

    Sedekah Jum’at Mushida Jabodebek Bagi-bagi Konsumsi Gratis

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengurus Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jabodebek bersinergi dengan Forum Jual Beli (FJB) Hidayatullah Depok menggelar aksi bagi bagi komsumsi di depan Swalayan Sakinah Grosir bilangan Pucung, Pondok Rajeg, Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Jum’at (28/6/2020). Kegiatan bertajuk Sedekah Jum’at (SeMat) tersebut, panitia tim relawan mamasok dan membagikan sedikitnya 200 buah paket nasi […]

expand_less