light_mode
light_mode

Terkadang Begitu Berat Berhalaqah? Mari Beriman Sejenak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Sarah Zakiyah
BAJU dan jilbab biru wanita itu sudah tampak kusut. Berkali-kali ia mengusap wajahnya yang berminyak, tas ransel yang memuat berbagai keperluannya sejak pagi seakan tak mampu lagi ia bawa. Kumandang azan asar telah dilewatinya dengan munajat. Kini, ia harus membawa tas itu lagi ke suatu tempat yang ia namakan dengan lingkaran surga.
Ya, hari itu adalah hari yang terpadat baginya. Berat rasanya langkah kaki menjejakkan bumi menuju rumah salah satu sahabat surganya. Entah, berapa ratus kali istighfar ia ucapkan, agar langkah itu menjadi ringan. 
Ia bayangkan wajah-wajah riang yang akan menyambutnya, persiapan tuan rumah yang maksimal menjamu saudaranya. Seketika, dadanya menjadi lapang, senyumnya menghiasi wajah, dan tangannya bergegas menghidupkan motornya.
Rutinitas pekanan yang masyhur disebut halaqah, adalah satu kewajiban berat yang jika tidak ada motivasi dari dalam diri, kegiatan ini tidak akan terlaksana. 
Amanah sebagai ibu telah banyak menghabiskan waktu dan tenaga. Apalagi jika memiliki amanah di luar rumah. Sore adalah waktu yang dinanti untuk sekadar meluruskan kaki sambil menikmati teh panas hingga gelap menyelimuti bumi.
Seringkali alasan yang dianggap benar menjadikan kehadiran di halaqah adalah hal yang pantas dimaklumi. Padahal, alasan-alasan tersebut semakin hari semakin melepaskan simpul-simpul keimanannya.
Sahabat Muadz bin Jabal pernah mengatakan kepada Al-aswad bin Hilal, “Duduklah bersama kami, kita beriman sejenak,” ajakan ini bukan berarti Muadz dan temannya tidak beriman. Tapi, Muadz mengajak untuk bersama memperbaharui keimanan.
Imam Bukhori menyebutkan kisah Muadz itu secara muallaq setelah beliau mengatakan, sesungguhnya iman itu bertambah dan berkurang, lalu beliau mencantumkan ayat
[لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ] {الفتح:4}
“Agar mereka menambahkan keimanan bersama keimanan mereka”
[وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آَمَنُوا إِيمَانًا] {المدَّثر:31}
“Agar orang-orang yang beriman bertambah keimanannya”
[أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا] {التوبة:124}
“Siapakah di antara kalian yang bertambah keimanannya dengan ini” 
Ya, iman itu dapat bertambah dan berkurang. Bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang ketika melakukan kemaksiatan. Bertambah jika teman-teman di sekelilingnya saling mendukung dan menasihati dalam kebaikan, kebenaran, dan kesabaran. Berkurang jika teman-teman di sekelilingnya membawanya ke dalam syahwat dan syubhat.
Berhalaqah adalah salah satu cara memperbaharui keimanan dan menepis ego demi kepentingan pribadi. Betapa kebahagiaan akan dirasakan ketika berhasil mengalahkan keinginan diri demi untuk hadir bertatap muka dengan saudara-saudara seiman. Betapa bahagia ketika dapat mendaras Al-Quran walaupun hanya satu ayat. 
Selain itu, berhalaqah sama dengan berpartisipasi dalam menyambung keteladanan sejarah. Rasulullah SAW dari awal mula dakwah, menjadikan pertemuan-pertemuan intensif sebagai waktu untuk menanamkan bibit-bibit kekaderan di hati para assaabiquunal awwaluun. 
Karenanya, halaqah menjadi kebiasaan para sahabat, yang dibanggakan Rasulullah SAW. 
“Apa yang mendorong kalian duduk seperti ini?” tanya Beliau suatu waktu. Mereka menjawab, “Kami duduk berdzikir dan memuji Allah atas hidayah yang Allah berikan sehingga kami memeluk Islam.”
Maka Rasulullah bertanya kembali, “Demi Allah, kalian tidak duduk melainkan untuk itu?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak duduk kecuali untuk itu.” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya aku bertanya bukan karena ragu-ragu, tetapi Jibril datang kepadaku memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di depan para malaikat” (H.R Muslim dari Muawiyah)
Semoga catatan kecil ini menjadi motivasi diri untuk hadir dalam lingkaran surga. Aamiin
*) Sarah Zakiyah, penulis adalah Ketua Bidang Organisasi dan Annisa Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Admin Mushida
    • 0Komentar

    Denpasar, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Muslimat Hidayatullah Bali digelar pada 27 Rajab 1447 H/16 Januari 2026, bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh senior Hidayatullah Bali, Ketua Komite Sekolah RA–MI, jajaran pengurus daerah, guru dan karyawan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Bali. Musyawarah dibuka secara resmi oleh Ketua DPW […]

  • Seminar Negeri Serumpun, Tokoh Wanita Malaysia Berbagi Kiat Menjadi Wanita Bahagia

    Seminar Negeri Serumpun, Tokoh Wanita Malaysia Berbagi Kiat Menjadi Wanita Bahagia

    • calendar_month Minggu, 29 Jul 2018
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Norsaleha Mohd Salleh menjadi narasumber dalam acara Seminar Negeri Serumpun yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah di Auditorium Lantai II Perpusnas, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Ahad (29/07/2018). Dalam perbentangannya, Norsaleha mengajak para muslimah untuk menikmati perannya sebagai wanita yang  selaras dengan kodratnya sebagai manusia. […]

  • Daurah Murabbiyah Ula Kepri: Menjadi Murabbiyah yang Visioner dan Berintegritas Tinggi

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    BATAM — Bertempat di Aula Kampus Utama Hidayatullah Batam, Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) dan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau menyelenggarakan Daurah Murabbiyah Ula, Senin, 17 Rabiul Akhir 1443 H (22/9/2021). Acara yang bertujuan untuk menghasilkan murabbiyah halaqah tersebut menghadirkan narasumber dari Majelis Murabbiyah Pusat (MMP) Muslimat Hidayatullah, di antaranya Ustadzah Ir. Emi Pitoyanti, Ustadzah […]

  • Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    Rakernas 2016 Mushida Ditutup, Rekomendasi Internalisasi Gerakan

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Rapat Kerja Nasional Muslimat Hidayatullah Tahun 2016 telah ditutup. Selain merekomendasikan realisasi program kerja yang diantaranya mencakup program ketahanan keluarga dan gerakan dakwah multidimensional, Rakernas 2016 Mushida ini juga mendorong upaya revitalisasi internalisasi gerakan. Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reni Susilowati mengatakan Mushida memang dituntut untuk terus mengoptimalkan perannya baik secara domestik juga di ranah […]

  • Kehadiran Ayah Biologis dan Ideologis dalam Pembentukan Karakter Anak

    Kehadiran Ayah Biologis dan Ideologis dalam Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sabtu, 28 Nov 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pada webinar kedua pra Munas V Muslimat Hidayatullah yang berlangsung Sabtu, 28 November 2020, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc., M.M, yang juga dikenal dengan sebutan UBN, memberikan pemaparan tentang pentingnya peran orangtua dalam membentuk ketaqwaan dan iman seorang anak. Beliau adalah pembicara kedua dalam webinar yang mengusung tema ‘Kekuatan Figur Ayah dan Ibu sebagai […]

  • Konferensi Perempuan Internasional: Pembebasan Al-Aqsha dan Palestina

    • calendar_month Minggu, 20 Mar 2022
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Dalam upaya menggalang solidaritas dan pembelaan terhadap perempuan serta anak-anak Palestina yang menjadi sasaran kezaliman Zionis Israel, Divisi Muslimat Aqsa Working Group (AWG) menyelenggarakan Konferensi Perempuan Internasional untuk pembebasan Al-Aqsha dan Palestina dengan tema, “Bergerak Berjama’ah Membela Perempuan dan Anak-Anak Palestina.” Muslimat Hidayatullah memenuhi undangan dan hadir dalam kesempatan dalam acara tersebut Ketua Departemen Hubungan […]

expand_less