Musyawarah Wilayah VI Mushida Bali Tetapkan Kepemimpinan Periode 2025–2030
- Agenda Artikel Berita Dakwah featured Headline Musyawarah Pendidikan Wilayah
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Denpasar, mushida.org – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Muslimat Hidayatullah Bali digelar pada 27 Rajab 1447 H/16 Januari 2026, bertempat di Kampus Madya Hidayatullah Denpasar, Bali. Kegiatan ini dihadiri oleh senior Hidayatullah Bali, Ketua Komite Sekolah RA–MI, jajaran pengurus daerah, guru dan karyawan, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan di Bali.
Musyawarah dibuka secara resmi oleh Ketua DPW Hidayatullah Bali, Ustadz Didik Khoiruddin Zuhri, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keikhlasan dalam menerima amanah organisasi. “Hendaklah setiap pengurus menerima amanah yang diberikan dengan niat ikhlas dan penuh pengharapan kepada Allah ﷻ. Kenikmatan dunia ini bersifat sementara, sedangkan kenikmatan akhirat adalah kekal, sehingga sudah seharusnya kita memprioritaskan kenikmatan akhirat dalam setiap perjuangan,” tuturnya.
Ustadz Didik juga mengingatkan pesan pendiri Hidayatullah, Allahu yarham Ustadz Abdullah Said yang merujuk pada Surah Muhammad ayat 7, bahwa pertolongan Allah akan datang kepada siapa saja yang menolong agama-Nya.
“Jika kita ingin ditolong oleh Allah, maka syaratnya adalah menolong agama Allah. Salah satu bentuknya adalah sikap sami’na wa atho’na ketika dipilih dalam kepengurusan, bukan justru menolak dengan alasan belum siap. Orang yang merasa belum siap, sering kali justru itulah yang perlu dipilih agar siap melalui amanah,” tegasnya.
Dalam Musyawarah Wilayah ini, ditetapkan Ustadzah Umi Lihayati, S.Pd sebagai Ketua Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Bali, sementara Ustadzah Hadinda, S.H.I ditetapkan sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah Bali periode 2025–2030.
Penguatan nilai-nilai kelembagaan turut disampaikan oleh Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Bali, Ustadz Moh. Muslih, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa pergantian kepengurusan merupakan sebuah keniscayaan yang harus disikapi dengan ketaatan dan kelapangan hati.
Beliau menegaskan bahwa di mana pun kader Hidayatullah berada, tugas utamanya adalah membangun komunitas peradaban Islam dengan istiqamah dalam dakwah. “Perjuangan ini membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, serta peran keluarga yang saling menguatkan, terutama peran istri sebagai penyemangat bagi pasangannya dalam medan perjuangan,” ujarnya.
Musyawarah Wilayah VI Muslimat Hidayatullah Bali ditutup oleh Ketua DMW Hidayatullah Bali, Ustadz Abdullah Salim, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam penutupannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk terus mengondisikan diri menjadi pribadi yang baik dengan bertauhid, berpegang teguh kepada Al-Qur’an, menegakkan ibadah, berdakwah, dan senantiasa berjamaah. Menurutnya, lima prinsip tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan jamaah dan keberkahan perjuangan.
Seluruh rangkaian Muswil VI Muslimat Hidayatullah Bali berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang diharapkan membawa kebaikan bagi organisasi. Dengan kepemimpinan yang baru, Muslimat Hidayatullah Bali diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan lebih baik, lebih solid, dan lebih berdampak, insya Allah dengan ridha Allah Ta‘ala.
- person


Saat ini belum ada komentar