light_mode
light_mode

Al Kahfi Penyelamat Ujian Dunia, Menarik Hikmah Mukjizat Al Quran

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Sarah Zakiyah*

MENEMUKAN makna tersirat dari yang tersurat bagaikan menemukan jarum dalam butiran beras. Itulah hikmah yang dikatakan oleh Baginda Rosulullah SAW, “Hikmah adalah barang yang hilang dari seorang mukmin”.

Jumat merupakan hari ‘ied/ perayaan pekanan bagi setiap muslim, sunnah baginya membaca Q.S Al Kahfi sebelum matahari hari ini tergelincir. Tidaklah dijadikan sunnah jika tidak ada hikmah yang dapat diambil dari ayat demi ayat dalam surah ini.

Surat Al-Kahfi yang sarat kisah adalah gambaran utuh tentang dunia dan segala fitnah di dalamnya. Allah SWT memberikan banyak teladan dari kisah-kisah yang memenuhi sepertiga isi Al Qur’an.

Secara tidak langsung Dia menyuruh kita untuk menelaah kisah-kisah tersebut lalu membandingkan kehidupan mereka dengan kehidupan yang kita jalani. Meminta kita mengambil pelajaran agar tidak terjatuh pada lubang yang sama dengan orang-orang yang dibinasakan, dan agar kita dapat meraih kesuksesan sebagaimana orang-orang yang beruntung.

Al Kahfi dengan gamblang mengisahkan kepada kita jenis-jenis ujian dunia yang dihadapkan dengan keimanan. Mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap terhadap ujian-ujian tersebut. Dimulai dari ujian penindasan, harta, ilmu, lalu kekuasaan.

Kisah penghuni gua memberikan pelajaran kepada kita, bagaimana seharusnya bertahan dalam mempertahankan ideologi tauhid, fitnah ad diin adalah bentuk ujian pertama yang harus diperjuangkan agar tak terjerumus dalam segala bentuk ideologi manusia walau bagaimanapun beratnya konsekuensi yang harus diterima.

Lari dari penguasa yang dzolim ketika segala bentuk hujjah tidak dapat lagi ditegakkan di hadapannya, adalah bentuk penyelamatan iman yang penghuni gua contohkan. Pun, sebagaimana yang dicontohkan oleh Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam ketika mencari suaka ke raja Negus di Habasyah yang dikatakan sekaligus mengenalkan Islam ke luar Mekkah secara tidak langsung, juga ketika hijrah ke Madinah.

Kisah pemilik kebun memberikan pelajaran bagaimana seharusnya bersikap terhadap harta yang dititipkan pada kita di dunia ini. Fitnanatulmaal adalah bentuk ujian lain dari ujian-ujian dunia, yang diikuti dengan fitnatulbaniin.

Kisah ini memberikan pelajaran agar kita tidak menempatkan harta di hati kita, walau harta seakan mengalir melalui jari-jemari kita, tetap harta itu adalah titipan Allah SWT. Apa yang datang dan hilang darinya, adalah atas kehendak Allah SWT.

Dalam menyikapi ujian ini, seringkali manusia tergelincir dan lupa. Maka, hendaklah kisah ini menjadi pengingat di setiap pekan kita.

Kisah Musa -alaihissalaam- memberikan pelajaran bagaimana seharusnya ilmu diperuntukkan. Fitnatul’ilm adalah bentuk ujian selanjutnya yang ditemui di dunia ini. Tak ada gunanya tumpukan ilmu yang tak dibarengi ketawadhuan dan kedekatan pada Sang Pemilik ilmu.

Menahan diri dari segala hal yang menodai kemuliaan ilmu merupakan adab dalam berilmu, dan juga salah satu rambu dalam memperolehnya. Betapa banyak orang yang bergelar profesor namun pernyataan yang dia ungkapkan jauh sekali dari gelar yang disandangnya. Hal itu disebabkan oleh kesombongan yang memenuhi hatinya.

Kisah Dzulqornain mengajarkan bagaimana bersikap terhadap fitnatuljaah atau ujian kedudukan yang Allah SWT berikan di dunia ini. Sebagaimana harta, kekuasaan adalah salah satu ujian terberat manusia.

Janji-janji manis sebelum kekuasaan dimiliki seringkali terlupa saat telah duduk di bangku kekuasaan. Bujuk rayu untuk menyimpang dari syaria Allah SWT menjadi tambahan ujian kekuasaan. Dzulqornain mengajarkan ketawadhuan luar biasa dalam melewati fitnah ini.

Kisah-kisah ini adalah bukti bahwa iman harus dipertahankan bagaimanapun beratnya deraan ujian dunia. Orang-orang yang menyatakan beriman harus memiliki berbagai bentuk perlawanan terhadap ujian-ujian tersebut.

Ibarat imunitas tubuh ketika melawan virus-virus penyakit, begitulah iman mengambil peran dalam sukses dan jatuhnya martabat seseorang, di dunia apalagi di akhirat.

Ujian-ujian ini pasti dihadapi. Orang yang telah menyatakan keimanan tidak dapat lari darinya. Karena keimanan dan ujian ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

Semoga Al Kahfi dapat menyelamatkan kita dari kejamnya siksa neraka dan meluluskan kita dari beratnya ujian iman di dunia.
(أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ)

“Apakah manusia menyangka akan dibiarkan ketika mereka menyatakan kami beriman dan mereka tidak diuji” (Q.S. Al Ankabut [29]: 2)

*) Sarah Zakiyah, penulis adalah Ketua Bidang Organisasi dan Annisa Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muslimat Hidayatullah Hadiri Pembukaan Munas 6 Hidayatullah

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Muslimat Hidayatullah menghadiri Pembukaan Munas 6 Hidayatullah. Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa (21/10/2025). Dalam sambutannya, Nasaruddin memberi refleksi mengenai makna filosofis dari nama “Hidayatullah” serta pesan moral bagi seluruh warga Hidayatullah agar mampu menjadi pembawa petunjuk bagi umat. […]

  • PP Mushida Adakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah

    PP Mushida Adakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2022
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Bidang Organisasi PP Mushida menyelenggarakan Monitoring Evaluasi Program Kerja Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah pada 15-27 November 2022/20 Rabiul Akhir-2 Jumadil Awwal 1444 H secara virtual. Monitoring Evaluasi yang disingkat dengan Monev merupakan kegiatan rutin dan terjadwal yang dilakukan Pengurus Pusat dalam hal ini Ketua Bidang dan Ketua Departemen Organisasi untuk mengukur, menilai dan mengumpulkan data […]

  • Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    Menguatkan Proses Tahapan Penerapan Syariat pada Anak

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2020
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    SAAT ini begitu banyak orangtua yang sudah melek syariat. Mereka banyak mendapat kajian itu baik melalui majelis taklim, halakah-halakah, tablig akbar, seminar, bahkan melalui media online semisal youtube yang menyiarkan kajian para dai kondang yang bertebaran di media sosial. Hal ini membuat para orang tua makin sadar betapa pentingnya penerapan syariat ini pada putraputri mereka. […]

  • PW Mushida Sultra Rayakan Hari Hijab Sedunia dengan Semangat Ukhuwah

    PW Mushida Sultra Rayakan Hari Hijab Sedunia dengan Semangat Ukhuwah

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    (Kendari, mushida.org) Kolam Retensi Boulevard, Kendari bertransformasi menjadi lautan warna-warni, bukan karena bunga-bunga mekar, tetapi karena ratusan jilbab indah yang menghiasi para wanita yang hadir. Hari Hijab Sedunia dirayakan dengan penuh makna oleh PW Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tenggara bersinergi dengan Baitul Maal Hidayatullah. Bukan hanya sebagai seremonial belaka, tetapi sebagai momentum untuk merajut ukhuwah dan […]

  • Musyawarah Nasional VI Muslimat Hidayatullah Resmi Dibuka

    Musyawarah Nasional VI Muslimat Hidayatullah Resmi Dibuka

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Jakarta, mushida.org — Musyawarah Nasional (Munas) VI Muslimat Hidayatullah (Mushida) resmi dibuka di Gedung MPR RI. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi, meneguhkan komitmen, sekaligus menyiapkan arah gerak organisasi menuju masa depan yang lebih kokoh. Tahun ini, Munas 6 Muslimat Hidayatullah mengusung tema ‘Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga […]

  • Seminar Kemandirian Finansial dan Integritas Diri Keputrian Muslimat Hidayatullah

    Seminar Kemandirian Finansial dan Integritas Diri Keputrian Muslimat Hidayatullah

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Arsyis Musyahadah
    • 0Komentar

    Depok, mushida.org – Sebagai seorang muslimah di masa kini, kita tidak hanya dituntut untuk berakhlak mulia namun juga cerdas dalam mengelola keuangan. Dengan akhlak yang baik kita akan memiliki arah hidup yang benar. Dengan kecerdasan finansial, kita akan menjadi muslimah mandiri dan berdaya. Dalam rangka gebyar Munas 6, Keputrian Muslimat Hidayatullah menggelar Seminar Kemandirian Finansial […]

expand_less