light_mode
light_mode

Penerbangan Terakhir dan Pesan Yang Tersurat

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


Pemulangan jenazah almarhum Laendra Rahmat Kartolo tiba di bandara Soekarno-Hatta pada Jum’at (22/10) sekitar pukul 13.10. Jenazah diterbangkan dengan pesawat Etihad bernomor EY474. Ikut dalam kepulangan tersebut, Ustadzah Rita Sahara, istri almarhum, dan Suci Oktaviani, Pengatur Perjalanan Tim Departemen Pendidikan Dasar Menengah DPP Hidayatullah ke Turki. Setelah melalui prosedur pemulangan jenazah dan mendapat hasil PCR (polymerase chain reaction) negatif, ambulans jenazah berangkat menuju Sukabumi, Jawa Barat dengan diikuti mobil iring-iringan yang terdiri dari rombongan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, keluarga almarhum, dan pengurus Muslimat Hidayatullah.

Pukul 19.02 WIB

Malam itu (22/10), ambulans jenazah bersama mobil iring-iringan akhirnya tiba di sebuah desa di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Bulan purnama yang seharusnya menghiasi malam itu tertutup awan yang menjatuhkan rintik hujan.

Akhirnya, seorang mujahid yang gagah dan terkenal ramah itu pulang kembali ke kampung halamannya setelah menghabiskan seluruh hidupnya untuk berdakwah.

Almarhum mengabdikan hidupnya untuk berjuang. Bahkan ketika akan menemui Rabbnya, ia wafat dalam keadaan berjihad.

Allah berfirman,“Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya.” (QS. Al-Insyiqaq: 6)

Mujahid itu ialah Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Laendra Rahmat Kartolo (51 tahun), yang meninggal dunia dalam perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara Abu Dhabi. Almarhum, Pembina Yayasan An-Najah Rembang dan Pati Jawa Tengah, meninggal pada Senin (18/10) pukul 03.00 dini hari waktu Abu Dhabi, di pesawat Etihad Airways.

Almarhum adalah salah satu anggota rombongan Safari Pendidikan Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP (Dewan Pengurus Pusat) Hidayatullah yang akan melakukan perjalanan selama 10 hari untuk mengunjungi lembaga-lembaga pendidikan dan tempat-tempat bersejarah di Turki.

Menurut keterangan seorang dokter yang juga penumpang pesawat, diduga sebab medis kematian adalah serangan jantung. Almarhum dinyatakan wafat setelah awak pesawat Etihad Airways dan penumpang yang juga dokter, berusaha memberikan bantuan medis. Qadarallaah wa maa syaa fa’ala beliau wafat sebelum pesawat mendarat. Penerbangan tersebut menjadi penerbangan terakhir beliau sebelum meninggalkan dunia.

Menurut keterangan KBRI, semua jenazah yang wafat di dalam pesawat milik Uni Emirat Arab mendapatkan visum dan pemeriksaan forensik (pemeriksaan jenazah untuk memastikan sebab-sebab kematian) di rumah sakit resmi pemerintah UEA. Jenazah tertahan beberapa hari di Abu Dhabi. Visum dan prosedur resmi lain memerlukan waktu 3 sampai 4 hari. Selain itu, ada dokumen-dokumen lain yang harus dilengkapi.

Setelah menempuh kurang lebih tiga jam perjalanan dari bandara, setibanya di Sukabumi, jenazah disholatkan di Masjid Nurul Iman.

“Almarhum wafat dalam perjalanan tugas belajar ke Turki. Insya Allah beliau wafat dalam keadaan jihad fii sabilillah. Kesungguhan beliau dalam mengemban tugas dakwah sungguh luar biasa. Semoga hal tersebut menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak. Saya dan semua yang ada di sini bersaksi bahwa almarhum adalah orang yang sangat baik. Semoga Allah pertemukan beliau dengan nabayyin, syuhada’, dan sholihin,” ungkap Ketua Bidang Organisasi Hidayatullah, Ust. Asih Subagyo dalam memberikan sambutan seusai sholat jenazah.

Almarhum meninggalkan seorang istri, dan empat orang anak. Menurut cerita yang dituturkan oleh istri almarhum kepada salah satu Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Ustadzah Rita sebelumnya merasa tidak yakin dengan perjalanannya ke Turki, hingga ia berada di pesawat. Di dalam pesawat, suami istri itu duduk berdampingan dan menghabiskan waktu dengan saling berbincang.

“Titip anak-anak, titip lembaga. Jika ada salah satu di antara kita yag meninggal lebih dulu, tidak boleh menyerah, harus melanjutkan perjuangan ini,” kenang Ustadzah Rita saat mengingat pesan yang disampaikan almarhum pada penerbangan yang menjadi pertemuan terakhir baginya. Tak ada yang menyangka, jika kalimat itu adalah pesan terakhir yang akan menjadi wasiat sepeninggal suaminya.

Beliau mengucapkan terima kasih banyak atas belasungkawa dan bantuan dari semua pihak yang membantu proses pemulangan jenazah.

“Terima kasih banyak atas semua bantuan yang diberikan. Mohon doanya, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran.” Meski terbata dan tak dapat membendung air matanya, namun senyum khas itu tak pernah hilang dari wajahnya.

Demikian Allah menakdirkan perjalanan kehidupan dan kematian bagi hamba-Nya. Yang tak ada seorang pun bisa memilih di mana tempat kelak ia menghadap Rabb-Nya. Semoga Allah menyayangi beliau, mengampuni seluruh dosa beliau, dan mengumpulkan beliau bersama para Nabi, Rasul, shiddiqin, syuhada, dan shalihin di jannah Firdaus tertinggi. Aamiiin Yaa Robbal ‘Aalamiin. */Arsyis M

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Muslimat Hidayatullah Gelar Lokakarya Kurikulum Pendidikan PAUD

    PP Muslimat Hidayatullah Gelar Lokakarya Kurikulum Pendidikan PAUD

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah menggelar acara lokakarya pendidikan yang mengangkat tema “Mengembangkan Visi dan Kurikulum PAUD Hidayatullah yang Terintegrasi Tauhid”. Acara yang berlangsung intensif selama 3 hari ini diselenggarakan di Meeting Room Pusdiklat Hidayatullah, Komplek Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, yang dibuka pada Selasa (4/10/2016). Lokakarya ini diikuti oleh pengurus inti PP Mushdia, Pokja […]

  • Muslimat Hidayatullah Sumatera Utara: Bahagia Berdakwah, Bahagia berbagi

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Allah SWT menegaskan, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran/3: 104). Secara kontekstual ayat di atas menegaskan bahwa berdakwah adalah tugas bersama, tugas jama’ah. Tugas yang membawa keberuntungan bersama. Al-Muflihun adalah gelar bagi orang-orang […]

  • Profil TK Yaa Bunayya Depok

    • calendar_month Senin, 23 Okt 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Nama: Paud Integral Yaa Bunayya Hidayatullah Depok Alamat: Jl. Raya Kalimulya Rt 01 Rw 05 Kel. Kalimulya Kec. Cilodong, Kota Depok. Visi: Terwujudnya lembaga pendidikan unggul yang melahirkan peserta didik bertauhid, berakhlak mulia, cerdas dan mandiri Misi: 1. Menyelenggarakan lembaga pendidikan anak usia dini dengan profesional. 2. Mengenalkan Allah, Rasulullah dan Al-Qur’an 3. Mengenalkan dan membiasakan […]

  • Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    Part II Harri Ash Shiddiqie, dalam bukunya yang berjudul “Fanshob, Jangan Hanya Diam”, mengklasifikasi beberapa jenis sikap manusia terkait rasa syukur. Ada yang mengerti ilmu bersyukur dan mau bersyukur. Ada yang mengerti ilmu bersyukur tapi menunda bersyukur. Ada yang faham ilmu bersyukur tapi tidak mau bersyukur. Ada yang tak pernah bersyukur tapi merasa telah banyak […]

  • Manfaatkan Momen Silatnas Hidayatullah 2023, Muslimat Hidayatullah Meluncurkan Berbagai Judul Buku

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle adminmushida
    • 0Komentar

    (Balikpapan, mushida.org) Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 kali ini menjadi momen bersejarah bagi Muslimat Hidayatullah. Organisasi Pendukung Hidayatullah yang telah hadir di 35 Provinsi di Indonesia ini meluncurkan berbagai judul buku di antaranya Rihlah Ilmiah, Senarai Kisah Daiyah, Kiprah Mushida Membangun Negeri, Bunga Rampai Komunikasi Produktif, Praktek Poligami Ma’ruf. Dengan tema “Berkarya Mewarnai Peradaban Dunia” […]

  • Wagub Jawa Timur akan Buka Munas IV Mushida

    Wagub Jawa Timur akan Buka Munas IV Mushida

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2016
    • account_circle admin
    • 0Komentar

    PRESS ROOM – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Saifullah Yusuf dijadwalkan akan membuka Musyawarah Nasional IV Muslimat Hidayatullah (Mushida) yang akan digelar di Pondok Pesantren Ar Rohmah Putri, Kampus Hidayatullah Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dibuka pada Kamis (07/01/2016). “Sudah dikonfirmasi. Insya Allah, dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur, Pak Saifullah Yusuf,” kata ‎Ketua Steering Committee […]

expand_less